Kenali Kekebalan Tubuh Bayi yang Bisa Diturunkan dari Ibu Lewat Plasenta


Pada trimester akhir kehamilan, antibodi sang ibu akan menentukan kekebalan tubuh bayi. Agar sistem imunnya tetap terjaga, Anda harus memastikan bayi mendapatkan vaksinasi yang sesuai.

(0)
27 Aug 2019|Azelia Trifiana
Ibu hamil harus menjaga kesehatannya karena kekebalan tubuh bayi bergantung pada kesehatan sang ibukekebalan tubuh bayi bisa ditransfer dari ibu agar ia memiliki sistem imun saat lahir
Bayi yang baru lahir belum memiliki kemampuan untuk membangun kekebalan tubuhnya sendiri. Kabar baiknya, kekebalan tubuh bayi yang baru lahir ditransfer langsung dari sang ibu. Artinya, adalah hal yang wajib untuk memastikan sang ibu mendapatkan vaksin lengkap dan menjaga kesehatannya.Vaksinasi masih dan akan terus memegang peran yang begitu krusial dalam mereduksi penyebaran penyakit di seluruh dunia. Meski demikian, ada satu kelompok yang mustahil mendapatkan vaksin lengkap yaitu bayi baru lahir.Kabar baiknya penelitian dari Ragon Institute of MGH, MIT, dan Harvard menemukan fakta bahwa sistem imun pada bayi baru lahir ditentukan oleh kekebalan tubuh ibunya.

Sistem kekebalan tubuh pada bayi baru lahir

Bayi baru lahir memiliki sistem kekebalan yang terbatas
Di detik pertama bayi lahir ke dunia, mereka harus bertarung melawan ganasnya lingkungan sekitar. Polutan, virus, kuman, dan bakteri tak ketinggalan turut ‘menyambut’ kelahiran bayi. Sistem imun pada bayi baru lahir juga masih lemah sehingga mereka rentan terkena penyakit.Logikanya, bayi baru lahir belum memiliki kemampuan untuk menentukan mana bakteri atau virus yang termasuk teman atau musuh. Vaksinasi yang diberikan pada bayi pun masih sangat terbatas. Tidak semua jenis vaksin dapat diberikan pada awal kehidupan bayi.Lalu, bagaimana mereka membangun pertahanan dan imunitas?Jawabannya ada pada kekebalan tubuh yang diturunkan langsung dari sang ibu. Lewat plasenta, antibodi ibu diberikan pada bayinya. Di sinilah terjadi perlindungan paling utama pada bayi baru lahir.Investigasi yang dilakukan tim peneliti dari Ragon Institute Massachusetts General Hospital, MIT, dan Harvard ini menemukan fakta bahwa antibodi yang ‘diwariskan’ lewat plasenta ini bersifat spesial.Plasenta dari sang ibu mengaktifkan sel natural killer yang menjadi sistem imun bawaan. Sel-sel ini berfungsi sangat efektif dalam melindungi bayi di hari-hari pertama mereka lahir ke dunia.

Bagaimana antibodi ibu diturunkan ke bayi?

Antibodi sang ibu diturunkan ke janin pada trimester akhir kehamilan
Pewarisan imunitas dari ibu ke bayi diturunkan pada trimester akhir kehamilan lewat antibodinya.Kondisi ini disebut kekebalan tubuh pasif karena bukan diciptakan oleh bayi itu sendiri. Seberapa banyak antibodi yang diturunkan dari ibu ke bayinya sangat bergantung pada kondisi sang ibu.Sebagai contoh, seorang ibu yang pernah terkena cacar, maka ada kekebalan terhadap penyakit itu. Imunitas ini akan diturunkan pada anak mereka. Namun jika sang ibu belum pernah mengidap cacar, artinya tidak ada antibodi cacar yang diturunkan.Faktor risiko terbesar salah satunya ada pada anak yang terlahir prematur. Mereka rentan terinfeksi penyakit karena kekebalan tubuh bayi prematur tidak terlalu kuat. Antibodi yang diturunkan sang ibu pun tidak maksimal.

Vaksin untuk ibu hamil meningkatkan sistem imun bayi

Temuan dari tim penelitian yang baru dirilis pertengahan Juni 2019 ini memantik harapan baru bagi dunia medis. Dari hasil investigasi ini, sangat mungkin menciptakan vaksin untuk sang ibu yang diberikan semasa kehamilan.Tujuannya adalah untuk melindungi dan memaksimalkan kekebalan tubuh bayi baru lahir di saat-saat paling rentan, yaitu ketika baru beradaptasi dengan dunia.Ketika hal ini berkembang semakin baik, maka kekebalan tubuh bayi baru lahir akan menjadi lebih kuat. Langkah ini penting bagi bayi sembari menunggu hingga ia tumbuh untuk mendapatkan vaksin sesuai usianya.

Cara meningkatkan sistem imun pada bayi dengan vaksinasi

Vaksin pada bayi membantu melindunginya dari penyakit tertentu
Kekebalan tubuh bayi yang diperoleh dari sang ibu hanya berlangsung sementara. Itulah mengapa ketika mereka telah mencapai usia tertentu, sangat penting untuk memberikan vaksinasi sesuai jadwal.Pastikan untuk memberikan vaksinasi sesuai kebutuhan anak. Mereka berhak sepenuhnya untuk mendapatkan kekebalan melawan berbagai macam penyakit.Terlebih, memberi vaksin bagi anak bukan hanya melindungi dirinya sendiri. Mereka akan menjadi bagian dari kekebalan komunitas atau herd immunity sehingga masyarakat di sekitarnya terlindungi dari penyakit tertentu.Dikutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), imunisasi penting untuk bayi sampai umur 18 bulan. Anak perlu melakukan imunisasi dasar wajib dan imunisasi tambahan pada usia yang telah ditetapkan.Berikut jadwal imunisasi yang wajib diikuti bayi untuk menjaga kekebalan tubuhnya menurut IDAI:

1. Imunisasi dasar

  • Segera setelah lahir: Hepatitis BO + OPVO
  • Usia 1 bulan: BCG
  • Usia 2 bulan: Pentavalent 1 + OPV 1
  • Usia 3 bulan: Pentavalent 2 + OPV 2
  • Usia 4 bulan: Pentavalent 3 + OPV 3 + IPV
  • Usia 9 bulan: MR1
  • Usia 18 bulan: Pentavalent 4 + OPV 4 + MR2

2. Imunisasi lanjutan atau tambahan

  • Usia 2 bulan: PCV1
  • Usia 4 bulan: PCV2
  • Usia 6 bulan: PCV3 + Influenza1
  • Usia 7 bulan: Influenza 2
Menjaga kekebalan tubuh bayi baru lahir adalah hal yang harus selalu menjadi prioritas Anda. Berikan juga ASI eksklusif untuk menjaga daya tahan tubuhnya tetap baik. Pemberian asi kepada bayi merupakan usaha untuk meningkatkan imunitas secara alami.Jika bayi sudah memasuki MPASI, berikan ia makanan pendamping yang sehat dan penuh gizi. Selain itu, rutinlah memeriksakan perkembangan dan kesehatan bayi ke dokter atau lembaga kesehatan masyarakat lainnya.
menjaga kehamilanvaksin bayi dan anakimunisasi anakkekebalan tubuh
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/12727640
Diakses pada 20 Juni 2019
NHS. https://www.nhs.uk/common-health-questions/childrens-health/how-long-do-babies-carry-their-mothers-immunity/
Diakses pada 20 Juni 2019
Science Daily. https://www.sciencedaily.com/releases/2019/06/190613143509.htm
Diakses pada 20 Juni 2019
IDAI. https://www.idai.or.id/about-idai/idai-statement/rekomendasi-imunisasi-anak-pada-situasi-pandemi-covid-19 Diakses 22 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait