Leukemia Limfoblastik Akut, Kanker Paling Sering Menyerang Anak-Anak

(0)
18 Jul 2020|Azelia Trifiana
Leukimia limfoblastik akut rawan menyerang anak-anakAnak-anak rentan terkena leukimia limfoblastik akut
Leukemia limfoblastik akut atau acute lymphocytic leukemia adalah kanker yang terjadi pada darah dan sumsum tulang. Pada penderitanya, kadar sel darah putih meningkat. Leukemia limfoblastik akut termasuk jenis kanker agresif sehingga bisa menyebar dengan cepat.Selain itu, leukemia limfoblastik akut termasuk jenis kanker yang paling umum terjadi pada masa kanak-kanak. Risiko tertinggi ada pada anak yang berusia di bawah 5 tahun. Namun, tak menutup kemungkinan terjadi pada orang dewasa.

Gejala leukemia limfoblastik akut

Mengingat kadar sel darah putih yang tidak seimbang, penderita leukemia limfoblastik akut lebih rentan mengalami pendarahan serta terserang infeksi. Beberapa gejala lain seperti:
  • Tampak pucat
  • Gusi berdarah
  • Demam
  • Kulit mudah terluka dan berdarah
  • Lebam kemerahan atau keunguan di tubuh
  • Nodus limfa bengkak di leher, ketiak, atau paha dalam
  • Liver membesar
  • Limpa membesar
  • Testis membesar
  • Nyeri tulang dan persendian
  • Lemah
  • Napas tersengal-sengal
  • Saraf kranial di kepala terganggu

Faktor risiko terjadinya leukemia limfoblastik akut

Hingga kini belum diketahui apa penyebab spesifik terjadinya leukemia limfoblastik akut. Meski demikian, para dokter sepakat ada faktor risiko yang mengerucut menjadi:
  • Paparan radiasi

Orang yang terus menerus terpapar radiasi level tinggi seperti penyintas insiden reaktor nuklir berisiko menderita leukemia limfoblastik akut. Dalam sebuah studi tahun 1994, orang Jepang yang lolos dari bom atom Perang Dunia II rentan mengalami leukemia limfoblastik akut dalam periode 6-8 tahun kemudian.Tak hanya itu, janin yang terpapar radiasi seperti dari X-ray pada bulan pertama pertumbuhannya juga berisiko menderita leukemia limfoblastik akut. Meski demikian, bukan berarti ibu hamil dilarang melakukan prosedur X-ray jika memang diperlukan sebagai salah satu prosedur medis. Dokter akan menimbang manfaat dan risikonya.
  • Paparan zat kimia berbahaya

Selain radiasi, paparan zat kimia berbahaya juga meningkatkan risiko seseorang menderita leukemia limfoblastik akut. Beberapa pengobatan kemoterapi juga disebut bisa menyebabkan leukemia limfoblastik akut. Artinya, penderita kanker bisa mengalami jenis kanker lain yang sama sekali tidak berhubungan. Diskusikan dengan dokter tentang alternatif pengobatan jika ada.
  • Infeksi virus

Terinfeksi T-cell leukemia virus-1 (HTLV-1) dapat menyebabkan terjadinya leukemia limfoblastik akut yang lebih langka. Selain itu, virus lain seperti Epstein-Barr penyebab infeksi mononukleosis juga bisa meningkatkan risiko seseorang menderita leukemia limfoblastik akut.
  • Sindrom turunan

Leukemia limfoblastik akut bukan merupakan penyakit turunan. Meski demikian, ada beberapa sindrom turunan yang bisa meningkatkan risiko menderita leukemia limfoblastik akut.Contohnya seperti Down syndrome, Klinefelter syndrome, fanconi anemia, Bloom syndrome, hingga neurofibromatosis. Orang yang memiliki saudara menderita leukemia limfoblastik akut juga berisiko lebih tinggi menderita penyakit yang sama.
  • Ras dan jenis kelamin

Beberapa populasi seperti Hispanic dan Caucasian berisiko lebih tinggi menderita leukemia limfoblastik akut. Selain itu, laki-laki juga tercatat lebih rentan terkena leukemia limfoblastik akut dibandingkan dengan perempuan. Meski demikian, masih perlu penelitian lebih jauh terkait hal ini.
  • Faktor risiko lainnya

Selain beberapa faktor risiko di atas, hal lain seperti kebiasaan merokok, terpapar bahan bakar diesel, pestisida, bidang elektromagnetik, hingga kerap menghirup gas berbahaya juga bisa meningkatkan risiko menderita leukemia limfoblastik akut.

Cara mengatasi leukemia limfoblastik akut

Untuk bisa mengatasi leukemia limfoblastik akut, dokter akan melakukan pemeriksaan darah dan sumsum tulang sebagai bekal diagnosis. Tentunya, dokter akan menanyakan apakah pasien merasakan nyeri tulang karena ini merupakan salah satu gejala paling awal leukemia limfoblastik akut.Selain itu, dokter juga akan melakukan pemindaian seperti X-ray dan CT scan untuk melihat apakah kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain seperti otak atau sumsum tulang belakang.Misi utama dari penanganan leukemia limfoblastik akut adalah mengembalikan kadar sel darah putih kembali normal. Biasanya, prosedur medis yang dijalani adalah kemoterapi hingga transplantasi stem cell atau sumsum tulang.Meskipun sebagian besar kasus leukemia limfoblastik akut terjadi pada anak-anak dan remaja, 85% kasus kematian terjadi pada orang dewasa. Tingkat kesembuhan pada orang dewasa tidak setinggi anak-anak, namun kondisi ini terus membaik.Perlu diingat pula bahwa meski telah sembuh, masih ada kemungkinan kanker leukemia limfoblastik akut kembali terjadi. Seseorang akan dinyatakan benar-benar sembuh apabila remisi kankernya telah berlangsung selama 5 tahun.
penyakitkankerleukemia
Healthline. https://www.healthline.com/health/acute-lymphocytic-leukemia-all
Diakses pada 5 Juli 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/acute-lymphocytic-leukemia/symptoms-causes/syc-20369077#:~:text=Acute%20lymphocytic%20leukemia%20(ALL)%20is,cells%2C%20rather%20than%20mature%20ones.
Diakses pada 5 Juli 2020
NIH. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/8127953/
Diakses pada 5 Juli 2020
Cancer. https://www.cancer.org/cancer/acute-lymphocytic-leukemia/about/what-is-all.html
Diakses pada 5 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait