Ini 3 Penyakit Akibat Pencemaran Gunung Meletus yang Harus Diwaspadai

Penyakit yang muncul setelah terjadinya letusan gunung berapi biasanya seputar masalah pernapasan
Abu dan gas vulkanik akibat letusah gunung berapi, bisa berdampak terhadap kesehatan

Indonesia merupakan negara dengan jumlah gunung berapi aktif terbanyak di dunia. Maka dari itu, Anda perlu waspada terhadap penyakit akibat pencemaran udara, yang bisa terjadi menyusul bencana gunung Meletus.

Secara garis besar, dampak kesehatan yang dapat timbul pascaletusan gunung berapi disebabkan oleh dua hal, yaitu abu dan gas vulkanik. Penyakit yang dapat ditimbulkan dari letusan gunung berapi umumnya berkaitan seputar permasalahan pernapasan, mata, serta kulit.

[[artikel-terkait]]

3 Penyakit yang dapat timbul setelah gunung meletus

Abu dan gas yang muncul dari letusan gunung berapi dapat berbahaya bagi siapapun yang berkontak dengannya. Berikut penyakit-penyakit yang umum muncul sebagai akibat dari letusan gunung berapi.

1. Penyakit saluran pernapasan

Abu yang keluar saat letusan gunung berapi sangatlah halus, sehingga dapat dengan mudah masuk ke saluran pernapasan, terutama paru-paru. Namun, di balik teksturnya yang terasa halus, partikel yang terdapat di dalamnya sebenarnya bertekstur kasar, dan mengandung zat bernama silika yang berbahaya.

Paparan abu vulkanik dalam jumlah tinggi, dapat menyebabkan gangguan pada orang yang sehat sekalipun. Gangguan yang terjadi, umumnya berupa nyeri dada dengan intensitas batuk dan iritasi yang meningkat.

Gangguan tersebut umumnya menimbulkan gejala berupa kondisi-kondisi berikut ini.

  • Iritasi hidung dan pilek
  • Iritasi dan nyeri di tenggorokan, kadang disertai dengan batuk kering
  • Jika sudah menderita masalah pernapasan sebelumnya, maka gangguan tersebut dapat berkembang menjadi gejala bronkitis yang parah, dan dapat terus terjadi, bahkan saat sudah tidak terjadi kontak dengan abu vulkanik
  • Bagi para penderita asma atau bronkitis, keluhan yang kerap muncul antara lain kesulitan bernapas, suara mengi pada napas, bersin-bersin, dan batuk.

2. Gangguan pada mata

Iritasi mata merupakan gangguan kesehatan yang kerap muncul ketika terjadi letusan gunung berapi. Hal ini dikarenakan tekstur partikel abu yang kasar dapat menyebabkan goresan pada bagian depan mata (kornea) dan konjungtivitis.

Jika Anda termasuk pengguna lensa kontak, maka Anda disarankan untuk segera melepasnya ketika abu vulkanik mulai turun untuk menghindari goresan pada kornea.

Gejala gangguan mata yang mungkin muncul di antaranya:

  • Mata terasa nyeri, gatal dan terlihat merah
  • Keluar lendir atau air dari mata
  • Terasa seperti kelilipan
  • Peradangan pada area sekitar bola mata
  • Sensitif yang berlebihan terhadap cahaya atau fotosensitivitas

3. Penyakit kulit

Abu vulkanik juga dapat menimbulkan gangguan kulit pada sebagian orang. Abu vulkanik bisa menyebabkan iritasi dan kemerahan pada kulit. Selain itu, muncul risiko terhadap infeksi sekunder, jika kulit terus-menerus digaruk.

Langkah-Langkah yang harus dilakukan setelah gunung meletus

Untuk melindungi diri dari bahaya kesehatan yang mungkin timbul akibat letusan gunung berapi, berikut cara yang bisa Anda lakukan.

  • Selalu gunakan masker sebagai perlindungan minimal, untuk menghindari masuknya abu ke paru-paru.
  • Matikan semua alat pendingin ruangan, kipas, tutup jendela, serta pintu, untuk menghindari abu serta gas vulkanik masuk ke dalam rumah.
  • Hindari berada di luar ruangan terlalu lama, gunakan kacamata untuk melindungi mata, serta pilih pakaian yang nyaman untuk menjaga kulit dari paparan abu.

Jangan lupa untuk selalu mengikuti instruksi dari otoritas setempat serta pemerintah, sebagai respons terhadap status bencana di daerah Anda. Semakin Anda waspada, maka risiko untuk terkena dampak kesehatan akibat gunung meletus dapat berkurang.

Kementerian Kesehatan RI. http://www.depkes.go.id/article/view/20142170005/waspadai-dampak-letusan-gunung-berapi-terhadap-kesehatan.html
Diakses pada 31 Januari 2019

Center for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/disasters/volcanoes/after.html
Diakses pada 31 Januari 2019

The International Volcanic Health Hazard and Network. https://www.ivhhn.org/information/health-impacts-volcanic-ash
Diakses pada 31 Januari 2019

 

Reviewed by dr. Reni

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed