Lethologica, Saat Otak dan Mulut Tidak Sinkron


Pernahkah Anda mengalami sudah ingat di otak namun yang terucap di mulut hanya hurufnya saja? Fenomena otak dan mulut tidak sinkron ini disebut lethologica.

0,0
13 Aug 2021|Annisa Nur Indah
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Fenomena otak dan mulut tidak sinkron disebut lethologicaOtak dan mulut tidak sinkron seringkali mengakibatkan Anda salah sebut sesuatu
Sering mengalami otak dan mulut tidak sinkron? Misalnya di otak terpikir “buah” namun yang terucap malah “buku”. Hal ini bisa menyebabkan salah paham oleh orang lain karena kalimat yang terucap jadi tidak nyambung. Atau Anda juga sering terpikir sebuah istilah namun hanya mengingat hurufnya saja. Fenomena ini bernama lethologica.

Apa itu lethologica?

Psikolog mendefinisikan fenomena lethologica sebagai perasaan yang menyertai ketidakmampuan sementara untuk mengingat informasi dan memori.Meskipun Anda tahu jawabannya, informasi yang sulit dipahami tampaknya berada di luar jangkauan mental Anda. Perasaan ini bisa membuat frustasi ketika Anda mengalaminya, tetapi salah satu sisi positif dari lethologica adalah memungkinkan peneliti menganalisis berbagai aspek memori.Beberapa hal yang menarik bagi peneliti tentang lethologica antara lain:
  • Fenomena otak dan mulut tidak sinkron bersifat umum. Survei menunjukkan bahwa sekitar 90% penutur bahasa dari seluruh dunia mengalami saat-saat di mana ingatan tampaknya tidak dapat diakses sesaat.
  • Momen ini cukup sering terjadi dan frekuensi meningkat seiring bertambahnya usia. Orang-orang usia muda biasanya memiliki momen otak dan mulut tidak sinkron sekitar sekali setiap minggu, sementara orang dewasa merasakannya sekali setiap hari.
  • Orang sering mengingat sebagian informasi. Misalnya, mereka mengingat huruf awal dari kata yang mereka cari atau jumlah suku kata yang terkandung dalam kata tersebut.

Mengapa kita mengalami otak dan mulut tidak sinkron?

Menurut peneliti, bahasa adalah proses yang sangat kompleks. Proses ini berlangsung begitu spontan sehingga kita hampir tidak memikirkannya lagi. Ketika otak memikirkan sesuatu, ia memberikan kata-kata untuk mewakili ide-ide abstrak ini, dan kita berbicara apa yang ada di pikiran. Namun, karena proses ini begitu kompleks, segala macam hal bisa salah, termasuk lethologica.Ketika lethologica terjadi, kita merasa bahwa informasi itu ada di luar jangkauan. Anda tahu bahwa Anda mengetahui informasinya, tetapi tampaknya terkunci sementara di balik semacam dinding bata mental. Ketika akhirnya Anda bisa mengingat kembali informasi yang hilang, timbul rasa lega dari frustasi yang datang sebelumnya.Alasan terjadinya lethologica belum ditemukan dengan jelas. Dari penjelasan metakognitif, fenomena tersebut menunjukkan bahwa ujung lidah manusia berfungsi sebagai alarm dan memperingatkan ada masalah yang perlu ditangani.Menurut teori tersebut, momen lethologica mengingatkan bahwa ada sesuatu yang terjadi dengan sistem informasi dan memungkinkan Anda untuk memperbaiki masalah tersebut. Jika Anda mengalami lethologica sebelum ujian atau presentasi, otak memberitahu Anda bahwa Anda perlu memperkuat ingatan Anda lebih baik.

Kata-kata yang lebih jarang digunakan lebih sulit diingat

Ada banyak kata yang dipahami oleh seseorang tetapi tidak digunakan dalam percakapan dan tulisan sehari-hari. Kata-kata dari kosakata pasif ini justru yang biasanya muncul ketika lethologica.Kata-kata yang jarang digunakan, termasuk nama, adalah kata yang sering kita lupakan. Karena pikiran bersifat asosiatif dan dibangun dari pola informasi yang saling berhubungan, seberapa baik kita dapat mengingat sebuah kata mungkin bergantung pada pola ini atau mengaitkannya dengan bagian informasi penting lainnya.

Dampak momen lethologica

Alih-alih dicegah, peneliti menemukan bahwa momen otak dan mulut tidak sinkron berpengaruh pada peningkatan memori dan proses belajar. Ketika Anda melupakan sebuah kata kemudian mengingatnya, Anda akan lebih menjaga ingatan tersebut dan mempelajarinya, sehingga menghasilkan pengkodean yang lebih kuat. Menurut psikolog dari Science Central, lethological malah akan membuat orang yang mengalaminya merasa frustasi. Anda tahu kata itu tapi tidak memahaminya sehingga membuat stres dan frustasi.Otak dan mulut tidak sinkron tidak selalu merupakan tanda bahwa ingatan Anda gagal. Pengalaman seperti itu biasa terjadi dan membuat frustasi. Penyebab dari lethologica mungkin berbeda-beda. Anda mungkin mengalami kelelahan atau ingatan akan informasi itu sangat lemah. Tidak peduli apa penyebabnya, berjuang untuk mengingat informasi yang sulit dipahami sebenarnya dapat membuat ingatan lebih kuat di masa depan.
Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang lethologica tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
gangguan mentalkesehatan otaksering lupa
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/lethologica-tip-of-the-tongue-phenomenon-4154947
Diakses pada 28 Juli 2021.
BBC. https://www.bbc.com/future/article/20160202-lethologica-when-a-words-on-the-tip-of-your-tongue
Diakses pada 28 Juli 2021.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait