Kenali Letak Plasenta Normal agar Tak Hadapi Komplikasi Persalinan

Melakukan pengecekan dimana letak plasenta normal untuk menghindari komplikasi persalinan
Letak plasenta normal sangat memengaruhi proses persalinan Anda

Membicarakan plasenta atau ari-ari bukan hanya berkutat pada keputusan Anda menguburkannya atau tidak setelah dikeluarkan dari rahim. Jauh sebelum itu, Anda terlebih dahulu harus menjaga agar kondisi plasenta sehat selama masa kehamilan. Salah satunya adalah dengan memastikan letak plasenta normal.

[[artikel-terkait]]

Apa yang dimaksud dengan letak plasenta normal?

Letak plasenta dikatakan normal bila berada di depan, belakang, atau sisi samping dari rahim. Posisi ini tergantung dari bagian dinding rahim yang ditempeli oleh sel telur yang telah dibuahi. Secara garis besar, letak plasenta normal adalah sebagai berikut:

  • Plasenta posterior, yaitu letak plasenta di sisi belakang rahim.
  • Plasenta anterior, yaitu posisi plasenta di sisi depan rahim.

Letak plasenta normal tersebut bisa terdeteksi dengan mudah lewat prosedur ultrasonografi (USG). Pemeriksaan ini mudah dan aman sehingga Anda tidak perlu khawatir untuk menjalaninya.

Selain itu, USG juga bisa digunakan untuk mengetahui letak plasenta tidak normal. Misalnya, plasenta previa alias plasenta yang berada di dekat atau bahkan menutupi leher rahim (serviks), yang menjadi jalan lahir.

Bisakah letak plasenta bergeser?

Bila Anda mendapati kondisi plasenta yang berada di dekat serviks pada awal trimester kehamilan, Anda tidap perlu panik. Hal itu sangat normal dan kemungkinan besar bisa berubah seiring bertambahnya usia kehamilan.

Plasenta akan bergerak menjauhi jalur lahir ketika kehamilan memasuki trimester akhir. Saat Anda sudah siap menjalani proses persalinan, plasenta umumnya akan berada di bagian atas rahim.

Pergeseran tersebut disebabkan oleh tekanan dari posisi calon bayi yang umumnya berpindah dengan posisi kepala mendekati serviks. Kondisi ini termasuk persiapan menjelang waktu persalinan.

Sebaliknya, plasenta juga bisa mengalami kelainan yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi selama masa kehamilan hingga setelah proses persalinan. Mulai dari letaknya yang tidak normal hingga plasenta yang terlalu erat menempel pada dinding rahim.

Apa saja kelainan plasenta yang bisa terjadi?

Berikut beberapa kasus kelainan plasenta yang mungkin bisa dijumpai pada ibu hamil:

  • Plasenta previa, yaitu posisi plasenta yang menutupi leher rahim. Kondisi ini hampir pasti membuat Anda harus melahirkan lewat operasi caesar. Pasalnya, plasenta previa dapat menyebabkan perdarahan pasca melahirkan yang bisa membahayakan nyawa Anda dan bayi Anda.
  • Plasenta akreta. Kondisi ini terjadi ketika plasenta menempel lebih dalam pada dinding rahim sehingga sulit atau tidak bisa keluar setelah Anda melahirkan. Sama seperti plasenta previa, Anda bisa mengalami perdarahan hebat akibat plasenta skreta. Oleh sebab itu, dokter akan menganjurkan operasi caesar untuk mengatasi perdarahan. Jika perdarahan tidak bisa dihentikan, dokter mungkin melakukan langkah terakhir berupa pengangkatan rahim Anda seluruhnya (histerektomi).
  • Solusio plasenta. Kondisi ini terjadi ketika bagian dari plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum Anda menjalani masa persalinan. Hal ini menyebabkan pecahnya pembuluh darah di dalam plasenta, sehingga terjadi perdaahan.
  • Retensi plasenta. Ketika plasenta tidak bisa dikeluarkan meski 30 menit telah berlalu setelah melahirkan, retensi plasenta dapat terjadi. Kondisi ini bisa disebabkan oleh plasenta akreta atau plasenta yang terjebak karena serviks sudah mulai menutup.

Mengetahui letak plasenta normal sangat memengaruhi opsi Anda dalam menjalani persalinan. Untuk memastikan hal ini, Anda bisa melakukan konsultasi dengan dokter dan pengecekan ultrasonografi (USG). Lebih cepat Anda mengetahui letak plasenta, Anda akan lebih tenang dalam merencanakan persalinan.

About Kids Health. https://www.aboutkidshealth.ca/Article?contentid=354&language=English
Diakses pada 21 Mei 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/placenta/art-20044425
Diakses pada 21 Mei 2019

NHS. https://www.nhs.uk/common-health-questions/pregnancy/what-complications-can-affect-the-placenta/
Diakses pada 21 Mei 2019

Parenting Firtscry. https://parenting.firstcry.com/articles/common-placenta-positions-an-overview/
Diakses pada 21 Mei 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed