logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Bayi & Menyusui

Let Down Reflex, Ketika ASI Tiba-Tiba Mengalir Deras

open-summary

Ibu menyusui tentu tahu betul sensasi yang terkadang muncul ketika tiba-tiba aliran ASI menjadi sangat deras. Hanya berlangsung beberapa detik, fenomena ini disebut dengan let down reflex atau LDR.


close-summary

4 Agt 2021

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Menampung ASI untuk Si Buah Hati

Menampung ASI untuk Si Buah Hati

Table of Content

  • Mengenal let down reflex
  • Ciri let down reflex
  • Cara mengoptimalkan let down reflex
  • Kapan harus khawatir?

Ibu menyusui tentu tahu betul sensasi yang terkadang muncul ketika tiba-tiba aliran ASI menjadi sangat deras. Hanya berlangsung beberapa detik, fenomena ini disebut dengan let down reflex atau LDR. Ini adalah idaman bagi ibu menyusui, baik yang secara langsung maupun dengan memerah ASI.

Advertisement

Bagi yang masih khawatir apakah let down reflex adalah masalah atau bukan, jawabannya 100% aman. Justru, refleks ini akan memudahkan menyusui baik bagi ibu dan bayi.

Mengenal let down reflex

Mudahnya, let down reflex adalah keluarnya ASI dari payudara. Ini adalah refleks normal yang terjadi ketika saraf-saraf di payudara mendapatkan stimulasi, baik dari hisapan bayi maupun pijatan alat pumping.

Ketika LDR terjadi, tubuh melepaskan hormon prolaktin ke aliran darah. Inilah hormon yang juga berperan dalam produksi ASI. Di saat yang sama, si hormon cinta yaitu oksitosin juga membuat payudara mengeluarkan ASI lebih deras.

Kedua hormon ini membuat tubuh menjadi lebih rileks. Tak heran, ibu menyusui terkadang merasa mengantuk ketika sedang menyusui bayi atau pumping.

Berapa banyak volume ASI yang keluar saat let down reflex terjadi tentu berbeda antara satu ibu dan lainnya. Kapan LDR terjadi pun tidak bisa diprediksi atau dihitung manual.

Ada ibu menyusui yang langsung mengalami LDR beberapa detik setelah bayinya menghisap areola. Di sisi lain, ada pula yang perlu menunggu beberapa menit hingga LDR terjadi. Artinya, ini bukan untuk dibanding-bandingkan.

Ciri let down reflex

Sensasi ketika LDR terjadi sangatlah khas dan pasti dirasakan oleh ibu. Beberapa ciri let down reflex adalah:

  • Sensasi geli atau kebas seperti tertusuk jarum
  • Payudara terasa penuh dan kencang
  • ASI keluar lebih deras
  • Rahim terasa mengalami kontraksi ringan
  • Payudara yang tidak sedang diperah atau disusui juga mengeluarkan ASI

Menariknya, sensasi ini bahkan bisa muncul sejak ibu baru melahirkan. Ada pula yang baru mengalaminya beberapa minggu setelah mulai menyusui. Lagi-lagi, hal ini berbeda antara satu ibu dan lainnya.

Frekuensi terjadinya LDR pun lebih sering pada ibu yang menyusui bayi baru lahir hingga enam bulan. Ketika anak sudah mulai makan MPASI dan frekuensi menyusui berkurang, tentu saja let down reflex juga turut menurun frekuensinya.

Selain itu, aliran susu ketika LDR terjadi juga lebih kencang ketika bayi masih kecil atau payudara masih penuh. Namun secara bertahap, aliran LDR ini akan menjadi lebih pelan dan terasa nyaman untuk si kecil.

Cara mengoptimalkan let down reflex

LDR juga bisa terjadi ketika tidak sedang memerah ASI atau menyusui. Sebagai contoh ketika waktu menyusui terlewat, mendengar bayi menangis, menyentuh payudara, atau melihat foto anak saja bisa memancing LDR.

Setelah tahu bahwa let down reflex adalah hal yang diidam-idamkan oleh ibu menyusui, sekarang saatnya mencari tahu cara mengoptimalkan LDR. Apa saja yang bisa dilakukan?

  • Mengonsumsi minuman hangat
  • Mendengarkan musik yang menenangkan
  • Mandi air hangat sebelum menyusui
  • Mendekap erat bayi di pelukan
  • Memijat payudara perlahan

Semakin rileks ibu baik secara fisik maupun mental, kemungkinan terjadinya LDR kian besar. Menariknya, rangsangan secara seksual seperti saat sedang berhubungan seksual dengan suami juga bisa menyebabkan let down reflex terjadi hingga ASI merembes dari payudara.

Kapan harus khawatir?

Menyusui – baik secara langsung maupun diperah – adalah perjalanan panjang yang tidak mudah. Terkadang, ada pula kondisi ketika ibu menyusui mengalami masalah karena payudara bengkak atau tersumbat. Jangankan mengalami LDR, menahan rasa nyeri saja bisa terasa sulit jika ini terjadi.

Apabila Anda khawatir tentang let down reflex yang terjadi karena sering disertai rasa sakit, sebaiknya konsultasikan dengan konselor laktasi. Sebab, idealnya let down reflex tidak terasa sakit, hanya sedikit geli.

Namun jika rasa nyeri ini terus-menerus menyertai ketika menyusui atau memerah ASI, mungkin merupakan indikasi terjadinya sumbatan di payudara, infeksi, atau overproduksi ASI.

Jika ingin berdiskusi lebih lanjut seputar masalah menyusui, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

menyusuicara menyimpan asimanfaat asi

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved