Dalam prosesnya, lash lift menggunakan bulu mata asli
Lash lift juga merupakan metode melentikkan bulu mata alami yang populer

Selain eyelash extension, lash lift juga merupakan metode melentikkan bulu mata alami yang populer. Perbedaannya adalah jika eyelash extension menggunakan bulu mata palsu yang dipasang hingga tampak natural, lash lift menggunakan bulu mata asli. Pada orang yang sensitif, bisa muncul efek samping seperti mata kering, ruam, hingga kemerahan.

Ada banyak salon kecantikan atau dokter yang menawarkan perawatan lash lift. Di antara banyaknya pilihan itu, orang yang akan melakukan lash lift harus melakukan riset mendalam sebelum prosedur dimulai. Tujuannya, untuk menghindari efek samping dari lash lift.

Bagaimana prosedur lash lift?

Pada dasarnya, lash lift adalah prosedur untuk membuat bulu mata lebih lentik secara alami. Saat melakukannya, diberikan keratin untuk membuat bulu mata menjadi lebih bervolume.

Umumnya, lash lift bisa bertahan selama beberapa minggu saja. Setelah periode itu, bulu mata akan kembali seperti semula sehingga perlu melakukan perawatan lash lift ulang untuk mendapatkan efek lentik yang sama.

Orang yang sudah melakukan lash lift bisa merasa sangat puas karena bulu mata mereka tampak lentik tanpa harus menggunakan alat apapun. Volume dan kelentikannya bertambah, namun tidak perlu khawatir dianggap bulu mata palsu karena tidak ada helaian yang berbeda dari bulu mata alami.

Lash lift bisa dilakukan pada orang dengan jenis bulu mata beragam, yang pendek dan lurus sekalipun. Ketika pertama kali bertemu dengan terapisnya, akan ditanyakan apa selera bulu mata yang diinginkan. Selain itu, juga akan ditanyakan apakah akan menggunakan maskara setiap harinya setelah lash lift dilakukan.

Secara umum, prosedur lash lift adalah:

  • Helaian bulu mata dibersihkan
  • Bulu mata bagian atas dan bawah dipisah
  • Lapisan silikon ditempelkan pada bulu mata untuk membentuk
  • Dioleskan eye-safe perming solution untuk melembutkan bulu mata sehingga bisa dibentuk

Dalam lotion ini, ada bahan seperti thioglycolic acid dan emacol untuk membuat bulu mata bisa beradaptasi dengan bentuk sesuai ekspektasi. Proses ini akan berlangsung selama 6-12 menit bergantung pada karakter bulu mata seseorang.

Pada bagian akhir prosedur, akan diaplikasikan minyak dan setting solution. Kandungan yang digunakan adalah lidah buaya, minyak grapeseed, dan glycerin sehingga kelembapan bulu mata kembali. Sama seperti mengaplikasikan kondisioner pada rambut saat keramas.

Efek samping lash lift

Bulu mata lentik hasil dari lash lift bisa bertahan selama 6-8 minggu, bergantung pada siklus dan karakter bulu mata masing-masing. Periode 24 jam setelah pengaplikasian lash lift sangat krusial. Bulu mata harus dijaga agar tidak basah, lembap, atau terkena riasan mata.

Meski demikian, ada beberapa efek samping lash lift yang mungkin terjadi:

  • Ruam
  • Kulit kemerahan
  • Mata kering
  • Mata berair
  • Peradangan
  • Abrasi kornea

Masalah pada mata rentan terjadi apabila tanpa sengaja substansi yang digunakan dalam prosedur lash lift masuk ke mata. Selain itu, mempercayakan prosedur lash lift pada sembarang orang yang belum tentu tersertifikasi juga bisa meningkatkan risiko terjadinya efek samping.

Untuk mencegah efek samping, beberapa hal ini perlu dilakukan:

  • Pastikan melakukan lash lift dengan tenaga tersertifikasi dan berpengalaman
  • Cari tahu reputasi dan testimoni dari orang yang sudah pernah menggunakan jasanya
  • Pastikan mata bebas dari residu riasan mata seperti maskara atau minyak pembersih
  • Lepaskan lensa kontak sebelum prosedur dilakukan
  • Sampaikan jika pernah mengalami masalah pada mata seperti alergi atau infeksi

Tak ada salahnya pula bertemu untuk konsultasi sebelum prosedur dilakukan. Tujuannya untuk mengetahui bagaimana portofolio kualitas pekerjaannya selama ini. Tanyakan pula hal yang masih mengganjal atau bisa meminta terapis untuk melihat langsung kondisi bulu mata Anda.

Selain itu, coba tanyakan apakah boleh melakukan skin test dengan produk yang akan digunakan saat lash lift. Hal ini penting untuk tahu apakah ada kemungkinan mengalami alergi. Jika tidak ada reaksi alergi hingga dua hari kemudian, maka prosedur lash lift bisa dilakukan.

Ingat pula bahwa lash lift tidak bersifat permanen sehingga perlu ada pengulangan prosedurnya dalam periode 6-8 minggu kemudian. Bersamaan dengan pengulangan ini, ingatlah bahwa risiko mengalami efek samping pun juga meningkat. Jangan melakukan prosedur ini jika ada gangguan pada kelopak mata atau kulit di sekitarnya.

Healthline. https://www.healthline.com/health/lash-lift-side-effects

Diakses 30 April 2020

Elle. https://www.elle.com/beauty/makeup-skin-care/a19409536/what-is-lash-lift/

Diakses 30 April 2020

Women’s Health Mag. https://www.womenshealthmag.com/beauty/a19948019/lash-lift/

Diakses 30 April 2020

Artikel Terkait