logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Bayi & Menyusui

13 Tanda Bayi Dehidrasi yang Perlu Orang Tua Waspadai

open-summary

Tanda bayi dehidrasi dilihat tingkat keparahannya. Bayi yang mengalami kekurangan cairan tubuh akan menonjolkan tanda-tanda, mulai dari rewel hingga tubuh yang dingin dan pucat


close-summary

3.5

(18)

9 Mei 2019

| Maria Yuniar

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Tanda bayi dehidrasi adalah bayi rewel dan menangis tanpa air mata

Tanda bayi dehidrasi mampu menyebabkan bayi rewel dan menangis tanpa air mata

Table of Content

  • Tanda bayi dehidrasi
  • Penyebab bayi dehidrasi
  • Cara mengatasi bayi dehidrasi
  • Mengganti asupan cairan dan nutrisi
  • Catatan dari SehatQ

Tanda bayi dehidrasi adalah bayi rewel, lesu, buang air kecil menjadi jarang, hingga tubuh bayi menjadi pucat. Biasanya, tanda bayi dehidrasi kerap ditemukan saat bayi mengalami diare dan muntah. Namun, cukup sulit untuk menyadari gejala dehidrasi.

Advertisement

Ketika bayi sakit diare atau muntah, sangat penting menjaga tubuhnya tetap terhidrasi dengan baik. Jika tidak, hal ini mampu mengancam nyawa buah hati Anda.

Lantas, apa saja tanda bayi dehidrasi yang perlu diwaspadai? Bagaimana cara mengantisipasinya?

Tanda bayi dehidrasi

Tubuh bayi yang kecil hanya memiliki sedikit cadangan cairan. Sementara, tingkat metabolismenya justru tinggi sehingga membutuhkan asupan cairan yang banyak agar tetap berfungsi.

Oleh karena itu, dehidrasi pada bayi dapat menurunkan kesehatannya secara drastis. Berdasarkan tingkat keparahannya, ada tiga jenis dehidrasi, yaitu dehidrasi ringan, dehidrasi sedang, dan dehidrasi berat.

Untuk mencegah hal tersebut, orang tua patut mengenali dan mewaspadai berbagai tanda dan ciri-ciri dehidrasi pada bayi berdasarkan tingkat keparahan berikut ini:

1. Dehidrasi ringan

no caption
Tanda bayi dehidrasi ringan adalah rewel

Tanda bayi dehidrasi ringan adalah:

  • Bayi mengantuk dan lemas, bayi yang terlihat selalu lemas atau mengantuk dan tidur patut diwaspadai mengalami tanda dehidrasi.
  • Terlalu sensitif atau mudah marah hingga rewel, dehidrasi menyebabkan bayi merasakan sakit di bagian pencernaan sehingga mudah rewel dan menangis.

  • Sering haus/menyusu, bayi merasa haus untuk mengganti kehilangan cairan sehabis muntah atau diare. Hal ini akan membuatnya lebih sering ingin menyusu.

2. Dehidrasi sedang

no caption
Popok bayi kering setelah 6 jam adalah tanda bayi dehidrasi sedang

Tanda bayi mengalami dehidrasi sedang bisa dilihat jika bayi mengalami:

  • Mulut kering, tanda bayi dehidrasi ini membuat bibir bayi terlihat kering atau pecah-pecah (terkelupas) karena kekurangan cairan dan kelembapan tubuh.
  • Popok kering meski sudah dipakai 6 jam, kekurangan cairan membuat tubuh bayi sedikit mengeluarkan cairan urine. Hal ini membuat popok bayi cenderung kering. Jika popok basah, bayi buang air kecil dengan teratur dan bayi tidak mengalami dehidrasi.

  • Tidak mengeluarkan air mata saat menangis, sebab tubuh kekurangan cairan untuk mensuplai air mata saat bayi menangis.

3. Dehidrasi berat

no caption
Ubun-ubun cekung merupakan tanda bayi dehidrasi berat

Menurut riset terbitan National Center for Biotechnology Information, tanda bayi dehidrasi berat membuat bayi mengalami:

  • Kulit menjadi tidak elastis, hal ini ditandai jika setelah dicubit perlahan kulitnya tidak segera kembali ke bentuk semula.
  • Ubun-ubun dan mata tampak cekung.
  • Kaki dan tangan terasa dingin.
  • Tubuh pucat.
  • Hanya buang air kecil sebanyak satu hingga dua kali dalam sehari (oliguria).
  • Napas cepat dan pendek.
  • Tekanan darah menurun.

Baca Juga

  • 4 Cara Mengatasi Anak Muntah karena Masuk Angin, Orang Tua Wajib Tahu
  • Sembelit Saat Puasa Bikin Tak Nyaman? Atasi dengan 5 Cara Ampuh Ini
  • Seputar Disentri pada Bayi yang Mirip Diare, tapi Lebih Berbahaya

Penyebab bayi dehidrasi

Ada beberapa alasan di balik bayi mengalami dehidrasi. Hal ini bisa jadi diakibatkan imunitas bayi yang belum berkembang dengan sempurna.

Oleh karena itu, sistem kekebalannya pun belum mampu menangkal beberapa penyakit tertentu yang berefek pada dehidrasi.

Inilah penyebab bayi dehidrasi:

1. Diare dan muntah

no caption
Diare merupakan penyebab munculnya tanda bayi dehidrasi

Penelitian yang diterbitkan pada jurnal Paediatrics Child Health menjelaskan, dehidrasi berarti kekurangan cairan tubuh. Cairan ini tersusun atas air dan garam elektrolit.

Saat penyakit terjadi pada bayi yang menyebabkan diare dan muntah, mereka bisa kehilangan kadar garam dan air dari tubuh.

Hal inilah yang mampu menyebabkan dehidrasi terjadi dengan sangat cepat. Bahkan, keduanya merupakan penyebab dehidrasi terbesar yang kerap dijumpai.

2. Demam

no caption
Bayi demam sebabkan munculnya tanda bayi dehidrasi

Meski muntah atau diare merupakan salah satu penyakit bayi sebagai penyebab dehidrasi yang kerap ditemukan, demam pun juga merupakan penyebab dehidrasi yang tidak asing.

Ketika bayi demam, tubuh bayi pun mengeluarkan keringat. Dalam hal ini, tubuh pun mengalami penguapan air dari kulit.

Cara kerja munculnya keringat ini sebenarnya merupakan mekanisme agar tubuh tetap dingin.

Namun, jika demam, bayi pun merasa panas. Hal ini membuatnya bernapas lebih cepat. Efeknya, bayi pun kehilangan cairan lebih cepat dan lebih banyak ketika mengembuskan napas.

3. Berkeringat

no caption
Pakaian bayi tebal sebabkan keringat dan tanda bayi dehidrasi muncul

Selain demam, bayi berkeringat ketika suhu udara panas dan terasa sesak. Menggunakan pakaian terlalu tebal pun juga menyebabkan bayi mudah berkeringat. Hal ini membuat tubuh mengalami penguapan sehingga dehidrasi pun terjadi.

4. Tidak mau menyusu

no caption
Bayi tidak mau menyusu timbulkan tanda bayi dehidrasi

Ada kalanya bayi justru tidak ingin menyusu. Hal ini dikarenakan bayi merasa tidak nyaman di dalam mulutnya. Biasanya, hal ini kerap terjadi ketika bayi sariawan, gigi tumbuh, atau sakit tenggorokan. Hal ini membuat bayi malas minum sehingga tubuh kekurangan cairan.

Cara mengatasi bayi dehidrasi

no caption
Oralit atasi tanda bayi dehidrasi

Selalu antisipasi risiko dehidrasi pada bayi dengan mengamati tanda dan ciri-ciri yang mungkin muncul. 

Untuk mengembalikan cairan tubuh bayi yang hilang, dokter sering merekomendasikan larutan rehidrasi oral seperti Pedialyte, Ceralyte, atau Gastrolyte dalam dosis kecil.

Perawatan ini mungkin tidak menghentikan diare. Namun, setidaknya bisa menjaga tubuh bayi tetap terhidrasi selama pemulihan.

Bayi yang terhidrasi dapat ditandai dengan frekuensi buang air kecil yang normal atau setidaknya enam kali buang air kecil per hari.

Untuk menjaga kebutuhan cairan bayi, berikut panduan jumlah larutan rehidrasi oral yang dianjurkan dalam 4-6 jam pertama pengobatan bayi dehidrasi:

Berat Badan (kg)

Cairan Oralit (ml)

<5 kg

200-400

10-14

800-1000

15-19

1000-1500

20-30

1500-2000

30 >

2000-4000

 

Bila bagian mata bayi tampak cekung, tidak ada air mata saat menangis, dan terdapat tanda-tanda bayi dehidrasi lainnya, segera berikan cairan oralit sesuai rekomendasi atau hubungi dokter.

Mengganti asupan cairan dan nutrisi

no caption
Beri ASI terus agar tanda bayi dehidrasi dapat teratasi

Ketika diare atau muntah, bayi dan anak-anak bisa kehilangan berat badan dengan drastis. Anak-anak yang berat badannya di bawah 10 kg dapat diberikan 60 ml hingga 120 ml larutan rehidrasi oral, seperti oralit, setiap kali mereka muntah atau diare.

Sementara, pada anak-anak yang berat badannya lebih dari 10 kg, disarankan diberi 120 hingga 240 ml larutan rehidrasi oral setiap kali muntah dan diare.

Pada bayi yang masih dalam masa menyusu, mereka harus disusui sesering mungkin. Setidaknya 50 ml hingga 100 ml per kg berat badan.

Dengan wawasan yang cukup tentang tanda dan ciri dehidrasi, orang tua bisa lebih tenang dan cepat mengatasi masalah ini selama bayi diare atau muntah.

Catatan dari SehatQ

Tanda bayi dehidrasi dapat dilihat dari tingkat keparahannya, yaitu dehidrasi ringan, sedang, dan berat.

Dalam kasus ringan, bayi mengalami rewel dan lesu. Namun, pada dehidrasi berat, bayi bahkan mengalami penurunan tekanan darah serta napas yang cepat dan pendek.

Untuk mengatasi dehidrasi, berikan larutan rehidrasi oral untuk mengembalikan cairan tubuh dan garam elektrolit yang hilang.

Jika Anda melihat tanda bayi dehidrasi, segera hubungi dokter melalui chat di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.

Apabila Anda ingin mendapatkan produk larutan rehidrasi oral, kunjungi Toko SehatQ untuk mendapatkan penawaran menarik.

Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.

Advertisement

bayi dehidrasidiare pada bayidehidrasianak muntah

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved