Lemak Trans dalam Makanan dan Risiko Kesehatan yang Mengintai

(0)
17 Mar 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Lemak trans masih terkandung dalam berbagai produk olahanLemak trans masih terkandung dalam berbagai produk olahan
Lemak sebenarnya menjadi zat gizi makro yang diperlukan tubuh. Namun, beberapa jenis lemak memang patut untuk dihindari. Salah satunya yakni lemak trans, yang mungkin masih kita konsumsi dari makanan olahan. Kenali lemak trans lebih jauh dan risiko kesehatannya bagi tubuh.

Apa itu lemak trans?

Lemak trans adalah bentuk lemak tak jenuh. Disebut juga dengan asam lemak trans, lemak ini dapat dapat terbentuk secara alami maupun artifisial atau buatan.Lemak trans alami dapat terkandung dalam daging dan produk susu dari hewan-hewan pemamah biak, seperti kambing dan domba. Jenis alami ini biasanya memiliki porsi 2-6% pada lemak produk susu, dan 3-9% pada lemak daging sapi dan domba.Kadar tersebut sejatinya tidak terlalu bermasalah, apabila Anda mengonsumsi daging secukupnya. Jenis lemak trans pada lemak produk susu, yaitu conjugated linoleic acid (CLA), malah diyakini bermanfaat dan banyak dijual dalam bentuk suplemen.
Produk susu mengandung lemak trans alami
Lemak trans alami terkandung dalam produk susu dan tidak berbahaya pada asupam sewajarnya
Lain halnya dengan lemak trans buatan. Jenis lemak ini dapat berbahaya untuk tubuh. Lemak trans buatan, atau lemak trans industri, terbentuk saat minyak sayur ditambahkan hidrogen. Pencampuran tersebut menghasilkan produk berbentuk semi-padat yang disebut partially hydrogenated oil.Modifikasi ini membuat lemak tersebut dapat bertahan lama. Selain itu, pelaku industri juga menggunakan lemak transuntuk meningkatkan cita rasa dan tekstur pada produk makanan olahan.

Kaitan lemak trans dengan risiko kesehatan

Lemak trans dari industri dikaitkan dengan berbagai risiko kesehatan, misalnya:

1. Lemak trans dan penyakit jantung

Lemak trans industri bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, menurut beberapa studi. Selain itu, beberapa studi klinis menemukan, orang yang mengonsumsi lemak trans mengalami peningkatan signifikan terhadap LDL atau kolesterol jahat, dan tanpa adanya peningkatan kolesterol baik atau HDL.

2. Lemak trans dan peradangan di tubuh

Peradangan yang tak terkendali dalam tubuh disebutkan dapat memicu penyakit kronis. Sebut saja, penyakit jantung, sindrom metabolik, diabetes, dan artritis. Beberapa penelitian observasional menemukan bahwa lemak trans dikaitkan dengan naiknya penanda peradangan, terutama pada orang dengan lemak tubuh berlebih.

3. Lemak trans dan diabetes

Kaitan lemak trans dengan risiko diabetes belum menemukan titik temu. Sebab, hasil riset yang mengkaji hubungan tersebut masih bercampur.Misalnya, dalam studi besar yang dimuat dalam jurnal The New England Journal of Medicine menyimpulkan, wanita yang mengonsumsi lemak trans memiliki risiko diabetes yang tinggi, hingga 40%.Namun, beberapa studi lain tidak menemukan keterkaitan antara asupan lemak trans dengan diabetes.

4. Lemak trans dan gangguan pembuluh darah

Lemak trans diyakini merusak lapsian dalam pembuluh darah (endotelium). Studi menemukan, mengonsumsi lemak trans dapat mengganggu dilatasi atau pelebaran pembuluh darah, sekaligus meningkatkan penanda disfungsi sel endotelial di endotelium.

Makanan sumber lemak trans dan cara menghindarinya

Seperti yang disampaikan di atas, jenis lemak trans yang cenderung berbahaya adalah lemak trans buatan. Lemak trans ini digunakan dalam pengolahan berbagai makanan olahan atau makanan berproses.Beberapa contoh makanan olahan yang mungkin masih mengandung lemak trans, yaitu:
  • Produk margarin tertentu
  • Makanan cepat saji, seperti kentang goreng dan ayam goreng
  • Olahan kue, seperti donat, cake, dan muffin
  • Keripik kentang dan keripik jagung
  • Makanan kaleng
Makanan cepat saji mengandung lemak trans
Lemak trans diperkirakan masih mengandung lemak trans
Untuk menghindari lemak trans, cara terbaik yang bisa kita lakukan membaca label produk dengan saksama. Biasanya, nama komposisi yang tertera di kemasan adalah “minyak terhidrogenasi parsial” atau “partial hydrogenated oil”.

Catatan dari SehatQ

Lemak trans dari produk industri dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk masalah jantung dan gangguan pembuluh darah. Karena berisiko kita konsumsi dari makanan olahan, pastikan Anda membaca label makanan dengan saksama dan waspada.
nutrisimakanan tidak sehatzat gizi
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/trans-fat-foods
Diakses pada 17 Maret 2020
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/why-trans-fats-are-bad
Diakses pada 17 Maret 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11556298
Diakses pada 17 Maret 2020
WebMD. https://www.webmd.com/diet/guide/understanding-trans-fats
Diakses pada 17 Maret 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait