Kandungan Gizi Lemak Babi dan Potensi Manfaatnya untuk Kesehatan


Lemak babi atau minyak babi biasanya digunakan dalam resep Chinese food dan masakan latin. Minyak babi mengandung lemak jenuh yang tinggi sehingga dikhawatirkan dapat mengancam kesehatan. Namun, di dalamnya terdapat juga asam oleat yang dikenal baik untuk jantung.

0,0
29 Jul 2021|Azelia Trifiana
Lard atau lemak babiLard atau lemak babi
Lemak babi atau minyak babi biasanya digunakan dalam resep Chinese food. Tak hanya itu, masakan dari negara-negara Latin seperti tamales atau roti empanada juga kerap diberi tambahan lard agar teksturnya meleleh di mulut. Namun, jenis minyak dari daging babi juga mungkin mengandung lemak jenuh dan membahayakan kesehatan.Seperti yang diketahui, lemak jenuh bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kolesterol baik (HDL). Jika berlebihan, sangat mungkin meningkatkan risiko penyakit jantung, hipertensi, diabetes, dan juga obesitas.

Mengenal minyak babi dan potensi manfaatnya

Lard adalah minyak babi yang sudah diolah sehingga menghasilkan lemak berwarna putih. Teksturnya lembut, mirip seperti mentega. Namun, penggunaannya berbeda dengan mentega. Lemak atau minyak babi ini biasanya digunakan sebagai bumbu masakan tradisional tertentu, seperti Cina dan Latin. Selain itu, manfaat minyak babi juga kerap digunakan sebagai bumbu rahasia untuk menciptakan biskuit dan pie yang renyah.Jelas bahwa lard adalah sumber lemak dengan protein dan karbohidrat berjumlah nol. Lemak adalah nutrisi yang diperlukan tubuh karena menjadi sumber energi. Tak hanya itu, lemak juga turut membantu proses penyerapan vitamin-vitamin tertentu.Dikutip dri Asia One, lemak babi mengandung asam oleat dengan lemak tak jenuh tunggal yang mencapai 60 persen. Asam oleat yang dikandungnya diketahui baik untuk jantung arteri, kulit, dan membantu mengatur kestabilan hormon.Manfaat minyak babi lainnya sebagai lemak adalah mengendalikan respons tubuh terhadap karbohidrat. Mengingat lemak dicerna lebih perlahan, mengonsumsinya bersama dengan karbohidrat dapat mencegah kadar gula darah naik drastis.Baca juga: Mengenal Manfaat Daging Babi untuk Kesehatan dan Pengolahannya yang Benar

kandungan nutrisi lemak babi

Berikut kandungan nutrisi dalam secangkir atau 250 gram lemak babi:
  • Kalori: 1849
  • Kolesterol: 195 miligram
  • Karbohidrat: 0
  • Protein: 0
  • Lemak: 205 gram
  • Vitamin E: 1,2 miligram
  • Kolin: 102 miligram
  • Selenium: 0,4 milligram
Dari 205 gram lemak total yang ada di dalam minyak babi, itu sudah melebihi kebutuhan harian akan lemak hingga 315%. Lebih jauh lagi, dari lemak total tersebut, sebanyak 80,4 gram merupakan lemak jenuh. Ini setara dengan 402% kebutuhan harian.Di sisi lain, lemak tak jenuh tunggalnya ada sebanyak 92,5 gram. Sementara lemak tak jenuh ganda mencapai 23 gram.Jika dibandingkan dengan butter, kandungan lemak jenuh minyak babi lebih rendah 2 gram. Namun ketika dikomparasi dengan minyak zaitun, lemak jenuh lard tentu jauh lebih tinggi.

Apakah memasak dengan lemak babi sehat?

Sebenarnya, tidak ada satu bahan yang benar-benar akan merusak kesehatan seseorang. Artinya, bukan berarti mengonsumsi lemak babi akan langsung meningkatkan risiko penyakit jantung atau kolesterol melejit secara drastis.Di antara banyak sekali lemak untuk memasak, minyak zaitun adalah pilihan paling baik. Sebab, dalam tiap sendoknya terdapat 1,9 gram lemak jenuh, 9,9 gram lemak tak jenuh tunggal, serta 1,4 gram lemak tak jenuh ganda.Namun, terkadang ada resep atau masakan yang perlu lemak babi demi mendapatkan tekstur sesuai. Kadang, minyak zaitun tidak bisa memberikan hasil yang serupa.Oleh sebab itu, sebenarnya tidak ada aturan pasti tentang sehat tidaknya penggunaan minyak babi dalam masakan. Tidak ada kesimpulan pasti bahwa jenis lemak ini sehat, yang ini tidak.Jika harus menggunakan lard, pastikan memilih yang segar ketimbang yang sudah dikemas dalam kontainer tersegel di suhu ruangan. Sebab, jenis lemak babi yang kedua biasanya sudah diberi tambahan lemak terhidrogenasi demi menjaga kualitasnya. Risikonya terhadap kesehatan tentu lebih tinggi.Baca juga: Mengenal Jenis-jenis Lemak Beserta Sumber Makanannya

Tidak semua lemak jenuh buruk

Ada kecenderungan atau anggapan bahwa lemak jenuh adalah hal yang buruk. Fakta ini kerap menuai kontroversi. Bahkan para ahli nutrisi kerap berbeda pendapat terkait dampak lemak jenuh terhadap kesehatan.Padahal, tidak semua lemak jenuh itu sama. Ada banyak sekali jenisnya, dengan dampak pada kesehatan yang berlainan pula. Oleh sebab itu, memberi label “sehat” atau “tidak sehat” pada lemak adalah hal yang kurang tepat.Bahkan jenis makanan yang mengandung lemak jenuh juga bisa berdampak berbeda.Sebagai contoh, alpukat mengandung jumlah lemak jenuh setara dengan tiga iris bacon. Mengonsumsi bacon dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat. Di sisi lain, mengonsumsi alpukat justru dapat menurunkan kadar kolesterol jahat, berdasarkan studi di Travis Air Force Base, AS.Mengapa ini bisa terjadi? Sebab, jenis dan struktur lemak jenuh yang ada di alpukat berbeda. Belum lagi kandungan alpukat lain yang juga memberi nutrisi dan menyehatkan.

Catatan dari SehatQ

Ketimbang bingung tentang jenis minyak babi atau alternatifnya, sebaiknya fokus saja memberi tubuh asupan makanan yang bergizi seimbang. Jenisnya mulai dari sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, atau protein berupa ikan.Tidak perlu memberikan label “sehat” dan “tidak sehat” pada jenis lemak karena ada banyak faktor yang turut berperan. Mulai dari jenis, cara mengolah, masakan, dan perpaduan lainnya.Ingat pula bahwa Anda punya otoritas sepenuhnya untuk memilih apa yang masuk ke tubuh. Semakin beragam dan seimbang, akan semakin bernutrisi pula asupan untuk tubuh.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar nutrisi yang seimbang untuk tubuh, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
makanan sehathidup sehatpola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/healthy-vs-unhealthy-fats
Diakses pada 15 Juli 2021
Prevention. https://www.prevention.com/food-nutrition/a33407032/what-is-lard/
Diakses pada 15 Juli 2021
Journal of Clinical Lipidology. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26892133/
Diakses pada 15 Juli 2021
Nutrition Data. https://nutritiondata.self.com/facts/fats-and-oils/483/2
Diakses pada 15 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait