Leher kaku dan Tegang, Apa Penyebab dan Bagaimana Mengatasinya?

Posisi tidur yang salah dapat menyebabkan otot keseleo dan leher kaku
Leher kaku ketika bangun tidur bisa disebabkan karena posisi tidur yang salah

Ketika bangun tidur di pagi hari, Anda berharap tubuh kembali bugar dan siap beraktivitas. Sayangnya justru Anda merasa leher kaku dan tegang. Anda pun menyebutnya ‘salah bantal’ alias salah posisi tidur.

Memang umumnya leher kaku disebabkan oleh posisi yang salah atau menahan leher dalam posisi yang sama dalam jangka waktu yang lama. Namun ternyata, masih ada penyebab lain yang juga perlu Anda waspadai.

Apa saja penyebab leher kaku?

Leher kaku biasanya dirasakan bersamaan dengan rasa nyeri dan kesulitan dalam menggerakkan leher. Anda bisa merasakan leher kaku saat baru bangun pagi atau setelah bekerja berjam-jam di depan layar laptop.

Penyebab leher kaku beragam, mulai dari yang ringan sampai yang serius dan memerlukan penanganan medis dengan cepat. Di bawah ini adalah beberapa hal yang bisa menjadi pemicu leher kaku yang dialami:

1. Keseleo

Keseleo adalah penyebab leher kaku paling umum dan bisa sembuh dengan sendirinya ataupun dengan penanganan dari rumah. 

Leher kaku karena keseleo sangat sering dialami pada leher bagian samping maupun belakang yang merupakan tempat terletaknya otot penyambung bahu dan tulang belakang. 

Keseleo bisa diakibatkan karena posisi tidur yang salah, jatuh, otot yang menegang karena stres, posisi duduk atau melihat ke bawah dalam jangka waktu yang lama, maupun cedera karena berolahraga.

Cedera leher akibat kecelakaan membutuhkan penanganan dari dokter

2. Cedera leher 

Selain keseleo, leher kaku juga bisa dipicu karena cedera di leher. Biasanya cedera leher yang paling parah diakibatkan karena kecelakaan mobil yang membuat kepala secara tiba-tiba tersentak ke depan dan belakang.

Leher kaku akibat cedera berdampak tidak hanya pada otot, tetapi juga saraf, ligamen, dan tulang di belakang leher. 

Bukah hanya leher kaku, cedera leher bisa memicu sensasi panas atau menggelitik pada leher, sakit kepala, kehilangan memori atau kesulitan berkonsentrasi, pusing, dan nyeri bahu atau punggung.

3. Gangguan pada tulang belakang leher

Jangan salah, leher kaku bisa menjadi sinyal bahwa terdapat masalah pada tulang belakang leher yang berperan dalam menyokong dan menggerakkan leher, serta melindungi saraf tulang belakang.

Gangguan pada tulang belakang leher bisa memicu rasa berdenyut yang menyakitkan dan ketegangan pada otot leher. Beberapa gangguan pada tulang belakang leher yang bisa dialami adalah:

  • Cervical osteoarthritis, penyakit artritis yang menyerang bagian persendian ruas tulang belakang dan sering muncul bersama dengan kondisi penuaan atau gangguan struktur pada tulang belakang.
  • Cervical herniated disc, kerusakan pada lempengan tulang belakang leher bagian luar yang membuat bagian dalam lempengan tulang belakang leher keluar. Kondisi ini memicu tekanan dan peradangan pada jaringan sekitarnya.
  • Cervical degenerative disc disease, berkurangnya cairan dan tinggi lempengan tulang belakang leher karena faktor usia. Kondisi ini menyebabkan peningkatan tekanan pada saraf, jaringan, dan persendian di sekitarnya yang membuat leher kaku dan nyeri akibat tidak ada pelumas di antaranya.
Leher kaku dan nyeri bisa disebabkan penyakit cervical spondylosis

4. Cervical spondylosis 

Salah satu jenis artritis yang menyerang bagian leher. Penderitanya dapat merasakan rasa nyeri yang meningkat jika bertahan pada posisi yang sama dalam jangka waktu yang lama dan akan merasa baikan ketika sedang berbaring.

Selain leher kaku dan nyeri, gejala lain dari cervical spondylosis adalah rasa lemas di paha atau lengan, sakit kepala, kebas pada lengan atau tangan, serta kesulitan untuk berjalan, menyeimbangkan tubuh, ataupun keduanya.

5. Meningitis

Terkadang salah satu gejala dari meningitis adalah leher kaku. Hal ini karena penyakit meningitis menyebabkan peradangan pada bagian meninges atau lapisan pada tulang belakang dan otak.

Meningitis bisa diakibatkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Umumnya meningitis yang ditimbulkan oleh virus dapat sembuh dengan sendirinya. Namun meningitis yang disebabkan oleh jamur atau bakteri dapat berakibat fatal. Apapun penyebabnya, meningitis harus ditangani oleh dokter.

Gejala meningitis yang muncul sebelum leher kaku adalah muntah, mual, demam yang diiringi dengan sakit kepala, tidak mampu bangun sehabis berbaring, sensitif terhadap cahaya, serta kebingungan, mudah marah, atau keduanya.

Bila Anda atau kerabat mengalami gejala di atas, segera konsultasikan dengan dokter untuk menjalani pemeriksaan dan dilakukan penanganan lebih lanjut.

Penanganan leher kaku di rumah 

Kompres dingin dapat mengurangi peradangan dan bengkak pada leher

Leher kaku yang diakibatkan oleh cedera leher ringan atau keseleo dapat diatasi di rumah. Beberapa penanganan yang bisa dicoba adalah:

  • Menaruh kompresan dingin

Kompresan dingin bertujuan untuk mengurangi peradangan, bengkak, dan rasa sakit. Letakkan kompresan dingin di leher yang nyeri dan kaku dalam kurun waktu 48 jam setelah cedera selama 20 menit. Berikan jeda 20-30 menit sebelum meletakkan kompresan dingin kembali.

  • Menggunakan kompresan hangat

Selain kompresan dingin, Anda juga bisa menaruh kompresan hangat pada bagian leher yang kaku dan nyeri secara bergantian dengan kompresan dingin. Kompresan hangat bertujuan untuk melemaskan otot.

  • Merenggangkan leher

Merenggangkan otot leher secara perlahan dengan menggerakkan kepala dari satu sisi ke sisi lainnya serta memutar bahu ke depan dan belakang mampu meringankan rasa sakit dan kaku pada leher.

  • Obat penghilang rasa sakit

Bila leher kaku diiringi dengan rasa sakit yang mengganggu kegiatan sehari-hari, Anda bisa mengonsumsi obat penghilang rasa sakit berupa nonsteroidal anti-inflammatory (NSAID), seperti ibuprofen, naproxen, dan sebagainya.

  • Mengatur stres

Stres bisa menjadi salah satu pemicu leher kaku, karenanya atasi stres dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang membuat rileks, seperti bermeditasi, dan sebagainya.

Apabila leher kaku dan rasa nyeri tidak kunjung hilang atau makin parah, konsultasikan pada dokter untuk dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324070.php
Diakses pada 31 Oktober 2019

Spine-Health. https://www.spine-health.com/conditions/neck-pain/stiff-neck-causes-symptoms-and-treatment
Diakses pada 31 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed