Lecithin adalah Zat Berlemak dari Tanaman dan Hewan, Ini Manfaatnya

Lecithin adalah zat berlemak yang biasanya ditemukan dalam jaringan tubuh tanaman dan makanan.
Lecithin adalah zat berlemak yang memiliki manfaat untuk kesehatan.

Lecithin adalah zat berlemak yang umumnya ditemukan pada jaringan tanaman maupun hewan. Selain dipercaya dalam mengobati kolesterol tinggi dan gangguan sistem pencernaan, lecithin juga digunakan dalam produk makanan, kosmetik, dan obat-obatan.

Lecithin adalah zat berlemak yang menyehatkan, benarkah?

Ternyata, jaringan tubuh Anda juga mengandung lecithin, lho. Namun, tentu saja lecithin yang berasal dari tanaman dan hewan lah yang umumnya Anda konsumsi dalam bentuk suplemen atau produk kecantikan. Sebab, lecithin dipercaya memiliki banyak manfaat kesehatan.

Kandungan utama di dalam lecithin, fosfatidilkolin, dikenal sebagai komponen yang membuat lecithin “laku keras” di dalam industri obat-obatan. Untuk membuktikannya, mari mengenal manfaat lecithin di bawah ini.

1. Menurunkan kolesterol

Manfaat lecithin paling “tenar” ialah menurunkan kolesterol. Para peneliti menemukan, suplemen lecithin yang diambil dari kacang kedelai bisa meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dan menurunkan kolesterol jahat (LDL) di dalam tubuh Anda.

Ditambah lagi, protein yang dimiliki kedelai bisa membantu tubuh Anda dalam menurunkan kolesterol LDL. Karena itulah, lecithin dan kedelai dianggap sebagai “duet maut” yang bisa menurunkan kolesterol!

2. Meningkatkan kesehatan jantung

Manfaat lecithin selanjutnya adalah menyehatkan jantung, yang diambil dari kedelai. Menurut sebuah riset, para partisipan yang mengonsumsi produk kacang kedelai dengan bahan lecithin, berhasil meningkatkan kesehatan jantungnya, terutama mereka yang dihantui risiko penyakit kardiovaskular.

3. Membantu ibu menyusui

Bagi ibu hamil, tersumbatnya saluran air susu ibu (ASI) adalah malapetaka yang bisa menghambat pola makan Si Kecil. Ternyata, lecithin adalah “obat alami” yang bisa mencegah penyumbatan ASI, lho. Bahkan, ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi lecithin sebanyak 1,200 miligram sebanyak empat kali, dalam sehari.

Namun tetap saja, lecithin tidak bisa menjadi obat utama dalam mengatasi penyumbatan ASI. Konsultasikan dulu pada dokter sebelum Anda mengonsumsi suplemen lecithin saat sedang menyusui.

4. Meningkatkan kinerja sistem pencernaan

Lecithin
Suplemen lecithin

Manfaat lecithin dalam meningkatkan kinerja sistem pencernaan sudah diuji pada para penderita kolitis ulseratif (penyakit radang usus yang menyebabkan luka di saluran pencernaan). Sebab, lecithin bisa meningkatkan kemampuan lendir di usus untuk membuat proses pencernaan lebih lancar dan melindungi lapisan sistem pencernaan Anda.

5. Mengurangi gejala demensia

Lecithin mengandung kolin, yang digunakan oleh otak dalam berkomunikasi. Beberapa penelitian membuktikan, mengonsumsi kolin dapat meningkatkan daya ingat dan meredakan gejala demensia. Walaupun masih ada perdebatan mengenai manfaat lecithin dalam mengurangi gejala demensia, tapi hasil risetnya sangatlah menjanjikan.

6. Mempercantik kulit

Lecithin memang menjadi salah satu bahan populer dalam produk kecantikan. Sebab, lecithin dipercaya bisa menghaluskan kulit dengan menjaga hidrasi. Selain itu, lecithin juga digunakan dalam obat eksim dan jerawat.
Meski begitu, belum banyak riset yang membuktikan kemampuan lecithin dalam mengobati kedua masalah kulit tersebut.

Selain beberapa manfaat lecithin di atas, lecithin juga banyak digunakan sebagai obat untuk penyakit organ hati, kantong empedu, bipolar, hingga gangguan kecemasan. Namun lagi-lagi, belum ada penelitian berskala besar yang bisa membuktikannya.

Risiko dan komplikasi dari penggunaan lecithin

Badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat Food and Drug Administration (FDA) menganggap bahwa lecithin adalah zat yang aman dikonsumsi. Jika dikonsumsi dalam dosis yang tepat, lecithin dipercaya tidak akan menimbulkan efek samping. Maka dari itu, Anda sebaiknya tidak mengonsumsi lecithin lebih dari 5.000 miligram per hari, dalam bentuk apapun.

Jika lebih dari itu, bisa saja efek samping dan komplikasi di bawah muncul:

Berhati-hatilah, karena sebuah riset juga menemukan bahwa bakteri dalam usus dapat mengubah kandungan lecithin (fosfatidilkolin) menjadi trimethylamine-N-oxide (TMAO). Seiring berjalannya waktu, TMAO dapat memicu serangan jantung dan pengerasan pembuluh darah.

Sumber lecithin

Dibandingkan dari suplemen, lecithin dari sumber alami ini sebaiknya menjadi pilihan Anda:

  • Daging merah
  • Makanan laut
  • Telur
  • Sayuran hijau seperti brokoli
  • Kacang kedelai
  • Kacang hitam

Lecithin yang berasal dari sumber makanan tersebut, dipercaya tidak akan membawa efek samping pada tubuh. Itulah sebabnya, Anda selalu disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen apapun, termasuk lecithin.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319260
Diakses pada 23 April 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/lecithin-benefits
Diakses pada 23 April 2020

Artikel Terkait