Lebih Jauh Tentang Busung Lapar, Mulai dari Penyebab hingga Perawatannya

Anak busung lapar memiliki ciri fisik seperti wajah lonjong dengan area mata yang terlihat cekung
Anak yang busung lapar berisiko mengalami gangguan pertumbuhan secara fisik maupun mental

Sekitar tahun 1990-an, busung lapar pernah menjadi permasalahan tersendiri untuk Indonesia. Kondisi memprihatinkan yang menyerang anak-anak negeri ini, mengganggu pertumbuhan sekaligus masa depan mereka.

Saat ini, angka busung lapar memang terus menurun. Hanya saja, di beberapa daerah di Indonesia masih ada anak yang terlihat sangat kurus dengan perut buncit dan mata cekung. Kondisi tersebut merupakan ciri khas anak yang mengalami busung lapar. Untuk itu, usaha memberantas penyakit ini perlu terus dilakukan.

Lebih jauh tentang penyebab busung lapar

Busung lapar sebenarnya merupakan istilah umum yang sering digunakan untuk menggambarkan kwasiorkor dan marasmus. Dua penyakit akibat kekurangan gizi parah tersebut biasa terjadi pada anak-anak.

Meski sama-sama sering disebut busung lapar, kedua penyakit ini sebenarnya berbeda. Marasmus adalah kondisi gizi buruk akibat anak tidak mengapatkan asupan ASI dan makanan yang cukup, infeksi, kelahiran prematur, bawaan lahir, hingga penyakit yang menyergap saat anak baru lahir. Sementara itu, kwasiorkor adalah gangguan yang muncul saat anak kekurangan asupan protein.

Jadi kwasiorkor marasmus adalah keadaan yang diakibatkan karena kekurangan protein kronis pada anak yang sering disebabkan beberapa hal, seperti tidak cukup mendapatkan makanan bergizi (terutama energi dan protein), tidak mendapat asupan gizi yang memadai, dan anak yang menderita infeksi terhadap suatu penyakit. Kondisi inilah yang disebut dengan bsung lapar.

Anak yang mengalami marasmus dan kwasiorkor memang sama-sama terlihat sangat kurus. Sehingga, belum banyak yang bisa membedakan kedua penyakit ini.

Gejala busung lapar

Anak yang mengalami busung lapar, secara umum bisa ditandai dengan gejala-gejala di bawah ini.

  • Lemas
  • Selalu merasa kedinginan
  • Suhu tubuhnya di bawah normal
  • Diare
  • Tidak nafsu makan
  • Kesulitan mengungkapkan emosi
  • Rewel
  • Lemah
  • Napasnya lambat
  • Kaki dan tangan terasa kesemutan
  • Kulit kering
  • Rambut rontok
  • Kulit memar

Secara khusus, anak yang menderita marasmus akan mengalami gejala seperti:

  • Berat badan turun drastis
  • Diare kronis
  • Dehidrasi
  • Perutnya terlihat cekung
  • Wajahnya lonjong dan tampak lebih tua dari usianya
  • Kulit terlihat berlipat-lipat

Sementara itu, anak yang mengalami kwasiorkor, memiliki gejala khusus yang membedakannya dari marasmus, berupa:

  • Lebam-lebam tubuh
  • Pembengkakan di tubuh akibat cairan yang tidak dapat diserap dengan baik oleh tubuh
  • Perut buncit, tapi tubuhnya sangat kurus
  • Berat badan yang sangat sulit naik

Anak yang menderita kwasiorkor, umumnya sudah pernah mengalami marasmus sebelumnya. Usia anak penderita kwasiorkor biasanya lebih tua dibandingkan pengidap marasmus.

Cara mengatasi busung lapar

Anak yang mengalami busung lapar umumnya berasal dari keluarga kurang mampu yang memang sejak awal tidak bisa memenuhi kebutuhan gizi anak. Sehingga, diperlukan kerja sama dari berbagai pihak untuk memastikan bahwa anak mendapatkan asupan gizi yang baik.

Busung lapar sudah masuk ke dalam malnutrisi kategori parah, sehingga penanganan awalnya perlu dilakukan di rumah sakit, dengan pemantauan ketat dari tim dokter. Di rumah sakti, penderita busung lapar akan mendapatkan asupan suplemen nutrisi yang dibutuhkan secara rutin.

Dokter juga akan memberikan perawatan untuk meredakan gejala lain yang menyertainya, seperti diare, infeksi, atau gangguan makan seperti kesulitan menelan.

Bagi anak yang memiliki kesulitan menelan, dokter dapat memasangkan feeding tube atau selang makan agar tubuh bisa mendapatkan kebutuhan nutrisinya secara lengkap. Pemasangan feeding tube bisa dilakukan melalui beberapa cara, yaitu:

  • Dipasang dari hidung dan diturunkan hingga ke lambung (pipa nasogatrik)
  • Dipasangkan langsung di area perut agar bisa langsung masuk ke lambung atau usus
  • Menggunakan selang yang dimasukkan ke pembuluh darah seperti infus berisi cairan dengan kandungan nutrisi-nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh

Perawatan akan terus dilakukan hingga kebutuhan gizi anak benar-benar terpenuhi. Tidak hanya di rumah sakit, pemberian gizi seimbang untuk anak harus dilakukan hingga ia memasuki usia dewasa.

Perawatan untuk busung lapar harus dilakukan sesegera mungkin. Sebab, semakin cepat diatasi, maka angka harapan hidup anak akan semakin meningkat. Anak yang pernah mengalami busung lapar di masa kecilnya mungkin akan kesulitan untuk mencapai tinggi badan yang normal untuk anak seusianya.

Jika terlambat mendapatkan perawatan, busung lapar bisa menyebabkan gangguan mental dan fisik permanen pada penderitanya. Pada kondisi yang paling parah, penyakit ini bisa menyebabkan kematian.

Catatan dari SehatQ

Busung lapar adalah kondisi yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi sejak anak berusia bayi hingga batita (bawah tiga tahun). Tidak hanya tubuh kurus, penyakit ini juga ditandai dengan perut buncit, kulit keriput, rambut rontok, hingga wajah yang terlihat lebih tua dari usianya.

Anak yang mengalami busung lapar perlu segera dirawat. Semakin cepat perawatan dimulai, maka kemungkinan sembuhnya pun akan semakin tinggi. Selain itu, perlu dilakukan kerjasama antar berbagai pihak untuk bisa benar-benar membasmi busung lapar dari Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. http://www.depkes.go.id/download.php?file=download/pusdatin/infodatin/infodatin-anak-balita.pdf
Diakses pada 17 Februari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/kwashiorkor-and-marasmus
Diakses pada 17 Februari 2020

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/malnutrition/treatment/
Diakses pada 17 Februari 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/179316
Diakses pada 17 Februari 2020

Artikel Terkait