logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Lebih Horor dari Arsenik dan Sianida, Ini Penyebab Keracunan Ikan Buntal

open-summary

Meski bisa dimakan, ikan buntal mengandung racun tetrodotoxin yang dapat merusak syaraf dan menyebabkan kematian. 


close-summary

5 Jan 2021

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Keracunan ikan buntal disebabkan kandungan racun tetrodoxin di dalam tubuh ikan

Racun tetrodoxin dari ikan buntal sangat berbahaya

Table of Content

  • Kasus keracunan ikan buntal
  • Mengapa racun ikan buntal mematikan?
  • Gejala keracunan ikan buntal
  • Catatan dari SehatQ

Hewan air yang bisa membesar sebagai bentuk pertahanan diri adalah pufferfish. Tak hanya itu, racun tetrodotoxin di dalamnya membuat seseorang bisa saja mengalami keracunan ikan buntal jika mengonsumsinya tanpa sengaja. Contohnya saat mengonsumsi sushi atau sashimi yang di dalamnya terdapat pufferfish.

Advertisement

Ikan buntal bisa menjadi beracun apabila bagian hatinya belum dibuang sebelum dijual atau diolah menjadi masakan. Liver dari pufferfish ini yang menjadi tempat racun tetrodotoxin.

Kasus keracunan ikan buntal

Di Jepang, risiko mengonsumsi pufferfish hingga menyebabkan keracunan cukup sering terjadi. Itu sebabnya, proses penjualan dan pengolahan ikan dengan nama lain blowfish ini cukup ketat.

Menurut data statistik Tokyo Bureau of Social Welfare and Public Health, setidaknya ada 20-44 insiden keracunan ikan buntal setiap tahunnya. Angka ini diperoleh dalam rentang waktu tahun 1996 hingga 2006 di Jepang saja.

Dari korban keracunan, sebanyak 98 orang dirawat di rumah sakit. Ada 6 orang yang tidak terselamatkan. Tingkat fatality rate dari insiden ini sekitar 6,8%.

Pada tahun 2018 lalu, supermarket lokal di kota Gamagori, Jepang, juga kedapatan menjual 5 paket ikan fugu tanpa membuang livernya. Padahal, kesalahan sekecil ini bisa menimbulkan dampak fatal.

Menyikapi hal itu, otoritas kota Gamagori mengaktifkan sistem darurat dengan meminta siapapun menghindari membeli atau mengonsumsi ikan buntal. Pengumuman ini disampaikan lewat speaker di penjuru kota.

Sayangnya, kasus semacam ini bukan hanya terjadi di Jepang saja. Terjadi pula kasus serupa di Singapura, Taiwan, Bangladesh, dan juga Hong Kong.

Baca Juga

  • 7 Cara Merawat Telinga agar Selalu Bersih dan Sehat
  • Protein Rendah Lemak, Ini Cara Memasak Kerang yang Sehat
  • Mengenal Pentingnya Sistem Rangka Manusia dan Fungsinya

Mengapa racun ikan buntal mematikan?

perempuan pusing
Racun tetrodoxin dapat membuat seseorang mual

Racun tetrodotoxin yang ada dalam ikan buntal sangatlah kuat. Hanya 2 miligram dosisnya saja bisa membunuh orang dewasa. Bahkan, ini termasuk racun yang lebih kuat dibandingkan dengan arsenik dan sianida hingga 1.200 kali lipat.

Dalam satu ikan buntal saja, terdapat cukup racun yang bisa menewaskan 30 orang dewasa.

Sebenarnya, racun ini bukan berasal dari dalam tubuh ikan. Justru, adanya tetrodotoxin ini merupakan produk dari bakteri yang terakumulasi di dalam ikan. Bahkan, bukan hanya ikan buntal yang memiliki akumulasi racun dengan cara ini.

Ketika masuk ke dalam tubuh, tetrodotoxin menghambat kinerja sodium. Padahal, sodium berperan dalam transmisi impuls saraf di sekujur tubuh.

Mengapa racun ini bisa mematikan? Alasannya karena saraf jadi tidak lagi bisa memberikan stimulasi gerakan otot, termasuk yang berperan dalam pernapasan. Alhasil, korban keracunan akan merasa kesulitan bernapas.

Tak hanya itu, racun tetrodotoxin juga bisa menyebabkan gagal jantung.

Hingga kini belum ada penawar untuk racun ini. Umumnya, perawatan yang diberikan adalah memberikan alat bantu pernapasan hingga racun keluar secara alami dari tubuh.

Untungnya, tingkat kesuksesan dari perawatan ini cukup tinggi. Angka kesembuhannya pun cukup menjanjikan.

Gejala keracunan ikan buntal

sesak napas
Sesak napas akibat racun

Ketika seseorang mengalami keracunan ikan buntal, gejala bisa muncul sekitar 10-45 menit kemudian. Gejala yang muncul seperti:

  • Mati rasa di sekitar mulut
  • Produksi air liur berlebih
  • Mual
  • Muntah
  • Kelumpuhan
  • Hilang kesadaran
  • Gagal napas

Orang yang mengalami keracunan pufferfish harus segera mendapatkan penanganan medis sesegera mungkin. Jenis penanganan darurat yang bisa dilakukan seperti:

  • Apabila korban masih sadar, sebisa mungkin paksakan muntah jika jarak dengan waktu makan adalah 3 jam
  • Ketika korban muntah, segera miringkan tubuhnya untuk menghindari kemungkinan tersedak
  • Apabila korban mengalami kelumpuhan, segera berikan bantuan hidup dasar antara lain bantuan nafas buatan dengan mulut (mouth-to-mouth breathing) atau kantong oksigen dan bantuan pompa jantung (resusitasi jantung paru/CPR)

Menariknya, racun tetrodotoxin yang mematikan ini rupanya memiliki manfaat medis jika diberikan dalam dosis kecil. Menurut studi, racun ini bisa meredakan nyeri pada penderita kanker. Itu sebabnya, penelitian seputar potensi racun ini terus dielaborasi lebih jauh.

Catatan dari SehatQ

Untuk berdiskusi lebih lanjut bagaimana cara aman agar tidak terkena racun ikan buntal, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

keracunan makanankeracunan arsenikhidup sehat

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved