Terlalu Sering Minum Pencahar Berisiko Lazy Bowel Syndrome


Lazy bowel syndrome atau sindrom usus malas adalah kondisi ketika seseorang mengalami konstipasi dan nyeri saat BAB. Sesuai namanya, ini terjadi saat usus cenderung lambat membuang zat sisa dari saluran cerna.

0,0
19 May 2021|Azelia Trifiana
Lazy bowel syndrome sebabkan nyeri saat BABLazy bowel syndrome sebabkan nyeri saat BAB
Sindrom ini bisa menjadi kronis, dengan gejala yang kerap terjadi. Namun, perubahan gaya hidup dan modifikasi menu makanan bisa meredakan gejalanya.

Penyebab lazy bowel syndrome

Idealnya setiap kali makan, saraf akan mengirim sinyal ke saluran cerna untuk memulai rangkaian aktivitas. Otot di saluran cerna akan mendorong makanan dengan gerakan peristaltik.Namun, gerakan ini bisa menjadi lebih lambat bahkan berhenti. Kontraksi untuk mendorong makanan juga jadi lebih lemah.Refleks yang lemah ini bisa terjadi karena:
  • Pola makan atau diet tertentu
  • Gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia
  • Sindrom iritasi usus besar
  • Konsumsi obat-obatan
  • Pengaruh anestesi atau obat bius
  • Ketergantungan pada laksatif atau obat pencahar
  • Kurang minum
  • Kurang banyak konsumsi serat

Cara mengatasi sindrom usus malas

Penanganan untuk lazy bowel syndrome berbeda-beda bergantung pada pemicunya. Berikut ini beberapa pilihannya:

1. Perubahan pola makan

Aktivitas usus yang tidak optimal bisa juga terjadi karena kurang konsumsi serat. Coba pilih makanan sarat akan buah dan sayuran tanpa diproses. Ini dapat membantu mengoptimalkan proses cerna agar lebih lancar.Sumber serat yang baik seperti:
  • Kacang almond
  • Susu almond
  • Buah-buahan (apel, pisang, prune, tin)
  • Sayuran (brokoli, kembang kol, toge, bok choy)
  • Biji rami (flaxseed)
  • Biji bunga matahari
Tak kalah penting, tambahkan asupan cairan berupa air putih 2-4 gelas lebih banyak setiap harinya.Di sisi lain, batasi konsumsi produk olahan susu yang sulit dicerna. Selain itu, kurangi konsumsi makanan yang sudah diproses berlebihan seperti es krim atau makanan beku. Hindari pula konsumsi kopi berlebihan karena membuat sistem cerna mengalami dehidrasi.

2. Pencahar alami

Obat pencahar bisa membuat sindrom usus malas menjadi lebih buruk. Namun, Anda bisa mencoba pencahar alami seperti teh hijau untuk melancarkan pencernaan. Konsumsi pencahar alami semacam ini lebih rendah risiko efek samping dibandingkan dengan obat laksatif.Namun, tetap perlu diingat bahwa laksatif baik kimia maupun alami sama-sama berisiko membuat pencernaan bergantung pada stimulasinya. Oleh sebab itu, ada baiknya gunakan laksatif hanya apabila diperlukan saja.

3. Konsumsi probiotik

Suplemen probiotik dapat mengurangi waktu transit makanan sehingga BAB pun lebih lancar. Anda bisa mengonsumsi makanan probiotik seperti kimchi, sauerkraut, dan juga yogurt untuk mendapatkan bakteri probiotik yang bersahabat untuk saluran cerna.

4. Aktif bergerak

Melakukan olahraga ringan dapat melancarkan sirkulasi darah, termasuk melewati abdomen. Bagi beberapa orang, ini dapat melancarkan sistem pembuangan. Terlebih apabila dilakukan secara rutin, ini bisa membantu mengatasi lazy bowel syndrome.

5. Kebiasaan saat BAB

Pastikan posisi duduk saat BAB sudah tepat terutama terkait dengan postur dan posisi kaki. ini dapat memperbaiki konsistensi dan memudahkan proses BAB. Idealnya, kaki berada sedikit lebih tinggi sehingga posisi bokong mirip seperti squat ketimbang duduk biasa sehingga rektum lebih terbuka.

6. Enema

Enema adalah prosedur untuk membilas usus dengan cara menyuntikkan cairan lewat rektum. Klaimnya, prosedur ini bisa membantu melancarkan BAB. Meski demikian, penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan prosedur ini terutama dampaknya dalam jangka panjang.

7. Operasi

Pada kasus yang lebih ekstrem dan langka, dokter juga mungkin merekomendasikan operasi untuk memasang kantong kolostomi. Ini adalah rekomendasi bagi orang yang mengalami konstipasi sangat parah serta inkontinensia tinja. Sangat besar kemungkinan ada pengaruh gangguan saraf pada penderitanya.

8. Stimulasi elektrik

Ada pula prosedur yang disebut dengan interferential electrical stimulation dengan menggunakan gelombang elektrik tanpa rasa nyeri. Tujuannya sama yaitu melancarkan BAB dan memaksimalkan fungsi saraf di saluran cerna. Prosedur ini bisa jadi alternatif selain operasi.

Kapan harus ke dokter?

Idealnya lewat beberapa langkah di atas, sindrom usus malas bisa teratasi. Namun jika tidak kunjung membaik, tak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter. Terlebih pada beberapa kondisi lebih langka, sindrom ini mengindikasikan masalah kesehatan serius.Berikut ini beberapa indikator yang membuat Anda perlu mempertimbangkan konsultasi ke dokter:
  • BAB berdarah
  • Nyeri saat BAB
  • Nyeri di anus atau tekanan baik saat BAB maupun tidak
  • Sakit perut
  • Diare disertai demam
  • Tubuh menggigil
  • Pusing
  • Diare atau konstipasi yang berlangsung lebih dari 2 minggu
Jika Anda ingin berdiskusi lebih lanjut terkait gejala sindrom usus malas, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
penyakitpencernaanmasalah pencernaan
Healthline. https://www.healthline.com/health/lazy-bowel
Diakses pada 4 Mei 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/327136#summary
Diakses pada 4 Mei 2021
Canadian Journal of Gastroenterology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3206558/
Diakses pada 4 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait