Ini Panduan Belajar Membaca Anak SD untuk Si Kecil

(0)
09 Oct 2020|Maria Yuniar
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Proses belajar membaca anak SD tetap membutuhkan pendampingan orangtua.Orangtua disarankan mendampingi proses belajar membaca anak SD.
Belajar membaca secara tepat, mengalir, disertai pemahaman yang baik, merupakan kunci sukses anak dalam bidang akademis. Sekolah tentu menyadarinya. Oleh karena itu, tahun-tahun awal masa sekolah dasar pun seharusnya digunakan untuk mengajari anak membaca. Seperti apa cara belajar membaca anak SD?Terkadang, anak-anak berusia 5-6 tahun sudah mulai bisa membaca. Menyaksikan pencapaian ini, tentu menjadi momen tak terlupakan seumur hidup bagi para orang tua. Seperti apa proses belajar membaca anak SD, sampai akhirnya bisa melakukannya dengan lancar?

Pendampingan belajar membaca anak SD

Membaca buku bersama Si Kecil bisa jadi pilihan. 
Para guru memang akan mengajari anak membaca di sekolah. Namun peran orang tua di rumah tak kalah pentingnya. Menurut National Institute for Literacy Amerika Serikat, berikut ini sederet langkah yang bisa dilakukan para orang tua di rumah, untuk mendukung belajar membaca anak SD.
  • Sering berbicara pada anak, untuk membangun kemampuan mendengarkan dan berbicaranya
  • Membacakan buku untuk anak
  • Membaca buku bersama anak. Jelaskan tentang kata-kata di dalam bacaan, dan jalan ceritanya
  • Meminta anak untuk membaca sendiri cerita dari buku
  • Membimbing anak untuk membaca buku pelajaran dari sekolah
  • Melafalkan setiap huruf, dan mintalah anak untuk menuliskannya
  • Melakukan permainan menyusun suku kata menjadi kata bermakna
  • Meminta untuk mengulang sebuah paragraf beberapa kali, jika sudah cukup lancar membaca,

Kemampuan belajar membaca anak SD

Saat ini, tentu Anda sudah tidak kaget ketika mendengar kemampuan membaca, menulis, dan berhitung menjadi syarat anak-anak untuk bisa diterima masuk SD. Lantas, bagaimana dengan tumbuh kembang Si Kecil? Apakah dengan usianya sekarang, sudah seharusnya lancar membaca?
Pada usia 6-7 tahun, anak juga mulai mahir memegang pensil.
Berikut ini penjelasan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengenai kemampuan belajar membaca anak SD, mulai dari usia 6 tahun, hingga beranjak 8 tahun ke atas.

1. Usia 6-7 tahun

Pada rentang usia ini, di tahun pertama Si Kecil bersekolah sebagai murid SD, ada semakin banyak kata baru yang dibacanya. Bahkan, anak sudah mampu memaknai kata, tanpa mengeja lagi.Untuk mengasah kemampuannya, beri Si Kecil berbagai bacaan. Tentu saja yang sesuai dengan usianya. Anda bisa menyediakan buku maupun majalah. Selain itu pada usia ini, anak biasanya sudah dapat memegang pensil dengan baik.Tak jarang, ketika berumur 7 tahun, anak sudah lancar menulis, dan tulisannya dapat terbaca oleh orang lain.

2. Usia 7-8 tahun

Anak-anak mengenal semakin banyak kata, di umur 7-8 tahun. Jangan kaget kalau kosakata Si Kecil terus bertambah. Begitu pula dengan pengetahuannya tentang dunia sekitar. Tak hanya membaca, anak pun mampu berekspresi sembari melafalkan kalimat dengan lantang.Anak pun sudah punya buku kesukaannya sendiri. Setelah membaca sebuah cerita pun, dia bisa menceritakan ulang tentang alurnya, tokoh, berserta peristiwa-peristiwa di sana. Di rentang usia ini, bukan mustahil, Si Kecil akhirnya bisa membaca dengan lancar.

3. Usia 8 tahun ke atas

Setelah menginjak usia 8 tahun, Si Kecil semakin pandai membaca, yang terlihat dari aktivitas belajarnya di sekolah, maupun kesehariannya di luar sekolah. Anak pun benar-benar memahami kalimat-kalimat yang dibacanya. Selain itu, anak mulai memilih lebih banyak genre bacaan, tak hanya fiksi, tapi juga yang non-fiksi.

Waspadai disleksia pada anak

Pencapaian belajar setiap anak memang berbeda. Namun, Anda juga sebaiknya mewaspadai bentuk gangguan belajar yang disebut sebagai disleksia. Anak dengan kondisi disleksia, mengalami kesulitan membaca, yang akhirnya berpengaruh pada kemampuan menulis. Gangguan ini sering terjadi pada usia kanak-kanak.Disleksia menyebabkan anak kesulitan memenggal suku kata maupun mengenali bunyi yang tepat dari penggalan huruf tertentu. Misalnya, membaca ‘pesawat’ sebagai ‘espawat’.
Disleksia umum dialami oleh anak-anak.
Terapi maupun pengobatan memang belum bisa menyembuhkan disleksia. Biasanya perawatan dilakukan dengan pendekatan dan teknik pendidikan khusus. Misalnya, guru dapat menggunakan teknik yang melibatkan pendengaran, penglihatan, dan sentuhan untuk meningkatkan ketererampilan membaca anak.Namun saat beranjak dewasa, anak-anak berpotensi menemukan cara mereka tersendiri untuk mengatasi disleksia. Sebab, anak dengan kondisi disleksia, pada dasarnya memiliki kecerdasan yang normal.Untuk mengetahui lebih banyak tentang disleksia yang berisiko mengganggu proses belajar membaca anak SD, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
tips parentingaktivitas anak prasekolahdisleksiasekolahanak sekolahgaya parenting
Great Schools. https://www.greatschools.org/gk/articles/importance-of-reading-success/
Diakses pada 28 September 2020
National Institute for Literacy. https://www.nichd.nih.gov/sites/default/files/publications/pubs/documents/readingk-3.pdf
Diakses pada 28 September 2020
IDAI. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/perkembangan-literasi-anak
Diakses pada 28 September 2020
IDAI. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/kesulitan-belajar
Diakses pada 28 September 2020
IDAI. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/mengenal-disleksia
Diakses pada 28 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait