Latah Adalah Penyakit, Benarkah Demikian?

Latah adalah kondisi yang bisa terjadi ketika Anda sedang gugup.
Latah adalah gangguan medis yang disebut sebagai sindrom neuropsikiatrik.

Anda tentu pernah melihat orang latah dalam keseharian. Latah adalah pengulangan kata yang diucapkan orang lain secara spontan. Mereka yang latah juga dapat meniru gerakan orang lain dengan tidak terkendali. Apakah Anda salah satunya?

Latah adalah gangguan medis, ini penjelasannya

Kondisi echolalia atau latah umum terjadi pada anak
yang baru belajar bicara.

Dalam dunia medis, latah sering digolongkan sebagai sindrom neuropsikiatrik. Namun pada batas tertentu, latah juga dapat dilihat sebagai bagian dari kebudayaan Melayu.

  • Latah sebagai sindrom neuropsikiatrik:

    Autisme dan sindrom Tourette merupakan sindrom neuropsikiatrik yang bisa membuat pendidapnya latah (echolalia). Individu dengan kondisi tersebut, kerap mengulang kata-kata yang diucapkan oleh orang lain, dan cenderung mengulang pertanyaan seseorang, dibanding menjawab pertanyaan tersebut. Karena hal ini, komunikasi pun bisa terkendala.

    Echolalia juga sering terjadi pada anak-anak yang baru belajar berbicara. Kondisi ini normal, sebagai bagian dari perkembangan anak.
    Fase echolalia biasanya muncul saat anak berusia dua tahun. Namun ketika anak memasuki usia tiga tahun, echolalia umumnya akan menghilang, karena kemampuan berbahasa yang sudah mulai berkembang.

    Pada anak-anak dengan gangguan spektrum autisme, echolalia atau latah adalah kondisi yang dapat berlangsung lebih lama. Mereka juga lebih rentan untuk mengalami latah. Biasanya kata-kata yang mereka ucapkan akan sama persis dengan yang didengar, termasuk dalam hal nada.
    Selain menjadi gejala dari sindrom neuropsikiatrik, echolalia juga bisa ditemukan pada individu yang mengalami demensia, cedera otak, dan Skizofrenia.
  • Latah sebagai bagian kebudayaan: 

    Di Indonesia, latah adalah hal yang dianggap wajar oleh banyak orang. Saat orang mengalami latah, hal ini kerap dianggap sebagai bahan lelucon. Pernah kan, melihat orang latah yang sering sengaja dikagetkan supaya latah?

    Secara klinis, latah juga dapat dikategorikan sebagai sindrom yang spesifik hanya ditemukan dalam kebudayaan tertentu. Para peneliti melihat bahwa latah lebih sering terjadi pada masyarakat Melayu, seperti Malaysia dan Indonesia.

4 Jenis latah yang bisa terjadi

Namun sebenarnya, bukan hanya orang Indonesia dan Malaysia yang sering latah. Perilaku latah juga ditemukan di Siberia, dan memiliki istilahnya sendiri, yaitu miryachit.

Di manapun lokasi terjadinya, secara umum tipe latah dibagi menjadi:

  1. Coprolalia:

    Mengucapkan kata-kata yang dianggap tabu atau berkonotasi negatif atau ‘jorok’ secara berulang-ulang
  2. Echolalia:

    Mengulang kata-kata yang diucapkan oleh orang lain
  3. Echopraxia:

    Meniru gerakan atau tingkah laku orang lain 
  4. ‘Forced obedience’:

    Melaksanakan perintah yang disampaikan orang lain secara otomatis

Selain itu, tahukah Anda, latah lebih sering terjadi pada perempuan ketimbang laki-laki, berdasarkan penelitian?

Apa saja penyebab latah?

Trauma kepala bisa memicu echolalia.

Echolalia bisa terjadi tiba-tiba, ketika seseorang sedang stres atau gugup. Selain itu, ada pula orang yang mengalami latah setiap saat, sehingga jadi sulit berkomunikasi dan kemudian memilih untuk tutup mulut.

Echolalia pun bisa muncul ketika seseorang mengalami trauma kepala atau amnesia. Sebab, trauma kepala atau amnesia dapat membuat orang kehilangan keterampilan bahasa.

Bagaimana dengan latah yang terkait dengan kebudayaan tertentu? Menurut beberapa peneliti, perilaku latah, khususnya coprolalia, dapat disebabkan oleh budaya yang mengekang sehingga orang tersebut “memberontak” dengan mengucapkan kata-kata yang dianggap tabu atau latah "jorok".

Latah bisa disembuhkan dengan terapi dan obat

Latah adalah perilaku yang cukup kompleks karena bisa disebabkan oleh berbagai hal. Penanganan untuk echolalia biasanya dilakukan melalui kombinasi terapi wicara dan penggunaan obat-obatan.

  • Terapi wicara:

    Terapi wicara bertujuan untuk memudahkan pasien latah berbicara dan mengungkapkan pikiran. Jika latah tersebut masuk kategori menengah (intermediate echolalia), pasien juga akan menjalani terapi intervensi perilaku.
  • Obat-obatan:

    Pasien latah bisa mengalami depresi atau kecemasan akibat kondisi yang dialaminya. Gejala pun akan lebih sering muncul saat stres atau cemas. Untuk menangani kondisi ini, dokter dapat memberikan antidepresan atau obat-obatan anticemas.

Catatan dari SehatQ:

Latah adalah perilaku yang dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti perkembangan bahasa, sindrom neuropsikiatrik, dan budaya. Terapi wicara dan obat-obatan bisa membantu menyembuhkan latah. Bila Anda mengalami latah atau echolalia, berkonsultasilah dengan dokter agar kondisi ini tidak terus mengganggu kehidupan sehari-hari.

Healthline. https://www.healthline.com/health/echolalia
Diakses pada 25 Januari 2020

Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/why-does-my-child-with-autism-repeat-words-and-phrases-260144
Diakses pada 25 Januari 2020

Metman Verhagen, Leo dan Katie Kompoliti. 2010. The Encyclopedia of Movement Disorders. San Diego, CA: Elsevier.
Diakses pada 25 Januari 2020

Pamungkas, S., Djatmika, Sumarlam, dan Nurkamto, J. 2017. Menafsir Perilaku Latah Coprolalia pada Perempuan Latah dalam Lingkup Budaya Mataraman: Sebuah Kajian Sosiopsikolinguistik. Mozaik Humaniora, Vol. 17 (2):273-290.
Diakses pada 25 Januari 2020

Artikel Terkait