Lari Sprint Merupakan Salah Satu Cabang Olahraga Atletik, Ini Bedanya dari Lari Biasa


Lari sprint merupakan salah satu nomor yang dipertandingkan dalam cabang olahraga atletik. Lalu Muhammad Zohri mengharumkan nama Indonesia dengan menjuarai Kejuaraan Dunia Atletik U-20.

(0)
19 Feb 2021|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Lari sprint mengandalkan tinggi badan pemainLari sprint dilakukan dengan posisi badan condong ke depan
Lari sprint merupakan salah satu nomor lari dari cabang olahraga atletik. Lalu, tahukah Anda apa perbedaan lari sprint ini dengan lari biasa maupun jogging?Dari segi persamaan, lari biasa dan lari sprint adalah olahraga dengan intensitas tinggi. Keduanya menuntut Anda untuk memaksimalkan kekuatan tubuh, terutama ayunan tungkai kaki dan ketahanan tubuh (endurance) yang baik.Sementara itu, perbedaan mendasar lari sprint dari lari biasa terletak pada kekuatan yang diperlukan dalam jangka waktu tertentu. Lari sprint membutuhkan tenaga yang membuncah dalam waktu singkat ,sehingga tidak bisa dilakukan untuk jarak jauh seperti jogging atau marathon.

Lari sprint merupakan salah satu nomor lari dari cabang olahraga atletik

Sebagai salah satu nomor yang dipertandingkan dalam olahraga atletik, lari sprint disebut juga dash dan merupakan salah satu kompetisi tertua yang dimainkan di pentas Olimpiade. Olahraga ini tergolong dalam event track and field yang terdiri atas nomor-nomor jarak pendek, yakni 100, 200, dan 400 meter.Anda mungkin pernah mendengar nama Usain Bolt sebagai raja sprint dunia karena catatan waktunya yang fenomenal di Kejuaraan Dunia Atletik 2009. Saat itu, Bolt mencatatkan waktu 9,58 detik di lintasan sprint 100 meter dengan kecepatan rata-rata larinya ialah 37,58 km/jam.Indonesia juga mengenal nama Suryo Agung Wibowo yang merupakan sebagai manusia tercepat di Asia Tenggara dengan catatan 10,17 detik. Ada pula Lalu Muhammad Zohri yang pernah menjadi kampiun Kejuaraan Dunia Atletik U-20 dengan waktu 10,18 detik di lintasan 100 meter.Dalam lari sprint nomor 100 meter, pelari selalu berada dalam posisi start yang satu garis. Lintasannya pun berupa garis, lurus dengan ketentuan tidak boleh keluar dari jalur sejak start hingga finish.Lain halnya dengan spint 200 dan 400 meter. Di kedua nomor sprint ini, start dilakukan di jalur menikung (ovale) sehingga tidak ada satu pemain pun yang berada satu garis. Penentuan posisi start yang berbeda-beda ini dilakukan agar para pemain menempuh jarak yang sama dengan garis finis yang berada di ujung lintasan lurus.Posisi start yang berbeda-beda ini menjadi daya tarik tersendiri, terutama di nomor 400 meter. Pasalnya, para pemain tidak akan mengetahui posisi pasti lawan-lawannya sebelum memasuki 100 meter terakhir.Oleh karena itu, para pemain harus bisa menghitung sendiri kekuatan yang harus mereka keluarkan di sepanjang lintasan. Mereka tidak mungkin melakukan sprint sejauh 400 meter karena penelitian menyatakan, bahkan seorang atlet profesional hanya bisa meledakkan kekuatannya sejauh 65 meter sebelum kecepatannya berkurang karena merasa lelah.

Cara melakukan lari sprint

Start jongkok digunakan untuk nomor jarak pendek
Lari sprint merupakan salah satu cabang olahraga atletik yang harus dilakukan dengan cermat. Untuk menguasainya, Anda bisa mempelajari posisi start yang baik, teknik lari yang tepat, dan posisi finish yang bagus.

1. Posisi start

Start adalah posisi awal seorang pelari ketika akan memulai olahraga ini. Untuk nomor jarak pendek, start yang digunakan adalah start jongkok (crouch start), untuk memaksimalkan percepatan sprint.Pada saat melakukan start jongkok, jari-jari kedua tangan diletakkan di samping telapak kaki dan menyentuh tanah atau lintasan. Saat Anda mendengar aba-aba, “Siap,” bokong diangkat dan kepala menghadap ke bawah.Sementara itu ketika, “Ya,”’ atau mendengar bunyi pistol, pelari mulai mengayunkan kakinya sejauh dan secepat mungkin. Untuk memaksimalkan dorongan badan, pinggang harus dalam posisi lurus dan siku menekuk serta berayun mengikuti pola gerakan kaki.

2. Teknik lari sprint

Lari sprint merupakan salah satu cabang olahraga atletik yang juga mengandalkan tinggi badan pemainnya, terutama panjang tungkai kaki. Semakin panjang ukuran tungkai, semakin jauh panjang langkah, dan maka semakin cepat pula pelari mencapai garis finish.Kendati demikian, pemain bertubuh pendek juga tetap bisa mengalahkan pelari jangkung jika terus berlatih untuk menyempurnakan tekniknya. Hal ini sudah dibuktikan oleh Zohri saat mengalahkan Anthony Schwartz asal Amerika Serikat di Kejuaran Dunia Atletik U-20.

3. Menyentuh garis finish

Lari sprint merupakan salah satu cabang olahraga atletik yang juga menuntut atletnya untuk memiliki sikap sempurna saat menyentuh garis finis. Sekalipun melakukan langkah yang baik sepanjang lintasan, seorang pelari tetap bisa tersalip oleh lawannya saat mendekati garis akhir jika posisi badannya tidak tepat.Secara teori, teknik memasuki garis finis dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu:
  • Berlari terus tanpa mengubah sikap
  • Mencondongkan dada ke depan dengan kedua tangan diayun kebelakang
  • Memutar dengan mengayunkan tangan ke depan, sehingga bahu sebelah maju
Anda pun sudah siap melakukan lari sprint dengan teknik yang benar.
olahragatips olahragalari
Livestrong. https://www.livestrong.com/article/436147-difference-between-running-sprinting/
Diakses pada 8 Februari 2021
Active SG. https://www.myactivesg.com/Sports/Athletics/How-To-Play/Athletics-Facts/Sprint-events-Pace-and-Power
Diakses pada 8 Februari 2021
Olympic Channel. https://www.olympicchannel.com/en/stories/features/detail/usain-bolt-record-world-champion-athlete-fastest-man-olympics-sprinter-100m-200m/
Diakses pada 8 Februari 2021
Britannica. https://www.britannica.com/sports/sprint-running
Diakses pada 8 Februari 2021
Universitas Negeri Yogyakarta. https://eprints.uny.ac.id/9109/3/BAB%202%20-%2010604227331.pdf
Diakses pada 8 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait