Laparoskopi adalah prosedur bedah yang dilakukan dengan membuat sayatan kecil di perut
Laparoscopy bisa menjadi salah satu penanganan untuk endometriosis

Endometriosis kerap menyebabkan kram haid yang parah, volume darah menstruasi yang sangat banyak, serta sakit ketika berhubungan intim. Kondisi ini bahkan bisa menurunkan kesuburan wanita. Karena itu, penanganannya perlu dilakukan secara saksama agar efeknya tidak berkepanjangan.

Salah satu bentuk penanganannya adalah dengan operasi. Dewasa ini, teknologi kedokteran sudah berkembang sangat pesat, termasuk dalam prosedur bedah bernama laparoscopy. Seperti apakah prosesnya?

[[artikel-terkait]]

Laparoscopy untuk tangani endometriosis

Berbeda dengan bedah konvensional yang umumnya menggunakan sayatan berukuran besar, laparoscopy adalah jenis bedah yang dilakukan dengan membuat sayatan kecil. Prosedur yang juga dikenal dengan operasi lubang kunci ini dilakukan dengan bantuan alat bernama laparoskop.

Laparoskop berbentuk menyerupai tabung kecil yang dilengkapi kamera dan lampu di ujungnya. Alat ini akan menciptakan gambar dari bagian dalam organ yang diperiksa, kemudian menampilkannya pada monitor.

Khusus untuk endometriosis, laparoskopi memiliki dua tujuan. Pertama, untuk mengambil sampel jaringan atau biopsi. Kedua, biopsi sekaligus mengangkat jaringan endometriosis yang menyebabkan gejala tersebut.

Umumnya, laparoskopi dilakukan jika penanganan endometriosis lainnya tidak memberikan hasil yang efektif untuk menangani gejala yang Anda rasakan. Misalnya, penggunaan pil KB maupun obat pereda sakit.

Seperti apa prosedur laparoscopy untuk endometriosis?

Sebelum bedah dilakukan, pasien akan mendapatkan anestesi umum atau bius total. Ini berarti pasien akan tertidur selama prosedur berlangsung.

Setelah bius bekerja, dokter akan membuat sayatan kecil (sekitar 2-3 cm) di dinding perut sebagai jalan masuk laparoskop. Sayatan umumnya dibuat di bawah pusar, atau di dekat lokasi endometriosis tumbuh.

Dokter kemudian memasukkan gas ke dalam rongga perut. Dengan ini, dinding perut akan terangkat dan menjauh dari organ-organ di dalamnya, sehingga dokter bisa melihat isi perut dengan lebih jelas.

Laparoskop lalu dimasukkan ke dalam rongga perut. Dokter akan menggerakkan alat ini hingga menemukan jaringan endometriosis dengan bantuan gambar pada monitor yang berasal dari kamera pada ujung laparoskop.

Ketika endometriosis sudah ditemukan, dokter akan mengangkat dan mengeluarkan jaringan tersebut. Dokter juga bisa melakukan ablasi endometrial, yaitu menggunakan suhu panas guna untuk menghancurkan jaringan tanpa mengangkatnya.

Setelah operasi selesai, laparaskop akan dikeluarkan. Demikian pula dengan gas yang tadi dipompa ke dalam perut. Sayatan yang dibuat kemudian dijahit dan dibalut dengan perban.

Durasi operasi laparoskopi umumnya bervariasi di antara 30 menit hingga enam jam. Lama waktu yang dibutuhkan tergantung pada seberapa banyak endometriosis yang ditemukan oleh dokter.

Pemulihan setelah laparoscopy

Usai bedah dilakukan, Anda akan menjalani masa pemulihan di ruang pemulihan selama beberapa jam. Selama waktu tersebut, kondisi Anda akan dipantau secara saksama. Mulai dari tekanan darah, suhu tubuh, kadar oksigen dalam darah, serta detak jantung.

Jika tanda-tanda vital tersebut sudah stabil, Anda telah siuman, dan tidak ada efek samping berarti maupun komplikasi yang terjadi, Anda akan diizinkan untuk pulang pada hari yang sama.

Untuk mempercepat penyembuhan luka, Anda umumnya dianjurkan untuk menjauhi aktivitas berat. Misalnya, latihan fisik yang intens, mengangkat beban berat, dan berhubungan seks.

Khusus untuk hubungan seks, aktivitas ini mungkin akan kembali diperbolehkan pada 2-4 minggu pascaoperasi. Namun ada baiknya Anda tetap berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu agar dapat memastikan kesiapan fisik Anda.

Apa kelebihan laparoscopy?

Menjalani laparoskopi bisa memberikan sederet keuntungan berikut bagi Anda:

Sebagian besar pasien bahkan sudah diperbolehkan pulang di hari yang sama. 

Tak hanya itu saja, laparoskopi juga memiliki sederet kelebihan lain yang meliputi:

  • Perdarahan yang lebih sedikit.
  • Bekas luka yang lebih kecil karena sayatan yang tidak besar. Rasa sakit pada bekas luka operasi selama pemulihan pun tidak separah bedah terbuka.
  • Proses penyembuhan lebih cepat karena sayatan saat pembedahan tergolong kecil. Orang yang menjalaninya biasa akan sembuh total dalam waktu dua sampai 3 minggu.
  • Durasi opname yang singkat dan biaya yang lebih murah. Anda mungkin hanya perlu menginap selama beberapa hari. Dengan ini, biaya keseluruhan juga bisa lebih ringan.

Adakah komplikasi laparoscopy?

Sama seperti operasi pada umumnya, laparoskopi juga dapat menimbulkan beberapa efek samping. Mulai dari mual, muntah, kelebihan gas di perut, perdarahan ringan pada vagina, nyeri di bekas luka operasi, dan suasana hati (mood) yang tidak stabil.

Komplikasi operasi laparoscopy juga ada meski terbilang jarang terjadi. Misalnya, infeksi atau kerusakan kandung kemih, infeksi pada rahim, perdarahan, dan kerusakan usus.

Sebagai salah satu penanganan endometriosis, laparoscopy memang tergolong efektif. Namun Anda tetap harus memeriksakan diri dan berkonsultasi dengan dokter guna mengetahui apakah operasi ini memang tepat untuk Anda.

WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/laparoscopic-surgery#1
Diakses pada 2 Juli 2019

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/lab-tests/laparoscopy/
Diakses pada 2 Juli 2019

WebMD. https://www.webmd.com/women/endometriosis/laparoscopic-surgery#1
Diakses pada 4 Juli 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/endometriosis/laparoscopy-for-endometriosis#recovery
Diakses pada 10 Juli 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed