Lansia yang Malnutrisi Berisiko Menderita Berbagai Penyakit

Lansia rentan mengalami malnutrisi karena berbagai faktor, di antaranya kesulitan bergerak dan rusaknya gigi
Malnutrisi pada lansia bisa menyebabkan munculnya anemia defisiensi vitamin B12 dan folat

Malnutrisi merupakan kondisi yang umum dialami lansia. Perubahan fisik yang terjadi akibat penuaan, membuat lansia lebih sulit menyerap nutrisi dari makanan. Malnutrisi bisa menyebabkan berbagai penyakit pada lansia,salah satunya anemia defisiensi vitamin B12 dan folat.

Meski begitu, kondisi ini bisa dicegah selama lansia menjalani gaya hidup sehat dan rutin memeriksakan kesehatannya ke dokter. Sedangkan, bagi lansia yang sudah terlanjur mengalami malnutrisi, penanganannya akan menyesuaikan dengan kondisi penyebabnya.

Penyebab malnutrisi pada lansia

Selama ini, penyebab malnutrisi dianggap hanya disebabkan oleh pola makan yang salah. Namun sebenarnya, kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor gabungan fisik, sosial, dan psikologis. Berikut ini beberapa kondisi yang bisa menjadi penyebab malnutrisi pada lansia.

1. Kondisi gigi yang sudah rusak

Lansia umunya memiliki banyak permasalahan di rongga mulutnya, mulai dari banyaknya gigi yang sudah lepas, banyaknya gigi yang rusak atau bolong, hingga berkurangnya produksi air liur.

Permasalahan tersebut membuat lansia kesulitan untuk mengunyah makanan, sehingga mengurangi nafsu makan. Karena itu, lansia yang sudah kehilangan gigi, sangat disarankan untuk menggunakan gigi palsu, agar fungsi rongga mulut dapat kembali normal dan nafsu makan kembali normal.

2. Perubahan pola makan

Umumnya, lansia memiliki banyak pantangan makanan, seperti tidak boleh mengonsumsi garam, makanan berlemak atau gula. Pantangan ini bisa membantu meredakan gejala beberapa penyakit pada lansia.

Namun, di saat yang bersamaan, banyaknya pantangan juga bisa membuat lansia mengonsumsi makanan yang nilai nutrisinya kurang memenuhi kebutuhan harian.

3. Berkurangnya kemampuan menikmati rasa dan aroma

Kemampuan menikmati rasa dan aroma berpengaruh pada nafsu makan. Lansia, bisa mengalami penurunan kemampuan tersebut karena pengaruh dari berbagai penyakit yang di derita serta obat yang dikonsumsi.

4. Keterbatasan penghasilan

Salah satu kondisi sosioekonimi yang membuat lansia mengalami malnutrisi adalah keterbatasan penghasilan. Lansia umumnya sudah tidak bekerja dan apabila ia tidak di dukung secara finansial dari keluarga, maka ia akan kesulitan membeli bahan makanan yang sehat dan bergizi.

Belum lagi, jika lansia tersebut juga harus membayar prosedur medis maupun obat-obatan untuk penyakit yang diderita.

5. Berkurangnya interaksi sosial

Lansia yang tinggal sendiri dan merasa kesepian, bisa tidak menikmati makanan yang mereka konsumsi. Hal ini membuat nafsu makan mereka terus menurun dan berujung pada asupan nutrisi yang berkurang.

6. Depresi

Depresi merupakan salah satu penyakit pada lansia yang rentan terjadi. Kondisi kesehatan yang terus menurun, rasa kesepian, serta kesulitan bergerak dapat merupakan faktor-faktor yang bisa memicu depresi.

Saat depresi datang, maka nafsu makan pun akan menurun jauh. Hal ini bisa berujung pada terjadinya malnutrisi.

Malnutrisi bisa sebabkan penyakit pada lansia seperti anemia

Malnutrisi bisa disebabkan oleh riwayat penyakit pada lansia. Di satu sisi, malnutrisi juga bisa menyebabkan munculnya penyakit pada lansia, salah satunya anemia. Anemia atau kondisi kurangnya sel darah yang disebabkan oleh malnutrisi adalah anemia defisiensi besi dan anemia defisiensi vitamin B12 dan folat.

• Anemia defisiensi besi

Anemia jenis ini bisa terjadi karena kurangnya kadar zat besi di tubuh. Pada lansia, kurangnya zat besi di tubuh bisa disebabkan karena sudah menurunnya fungsi saluran pencernaan serta penyakit pada saluran pencernaan pada kanker.

• Anemia defisiensi vitamin B12 dan folat

Anemia defisiensi vitamin B12 dan folat pada lansia bisa disebabkan karena kebiasaan mengonsumsi alkohol berlebih. Selain itu, konsumsi obat-obatan seperti antikejang dan methotrexate juga bisa menjadi penyebab kondisi ini.

Lansia yang mengalami anemia akibat malnutrisi, sebaiknya mulai mengubah pola makan dengan mengonsumsi makanan penambah darah dan melakukan terapi yang diajurkan dokter, seperti mengonsumsi suplemen tambahan.

Anemia yang dibiarkan, bisa berkembang menjadi kondisi berbahaya bagi lansia.

Cara mencegah malnutrisi pada lansia

Meski lansia rentan mengalami malnutrisi, namun tidak semua lansia pasti mengalaminya. Beberapa langkah bisa dilakukan untuk mencegah kondisi ini terjadi, yaitu:

  • Konsumsi banyak makanan sehat disertai snack
  • Hindari penggunaan garam untuk membumbui makanan dan gunakan banyak rempah-rempah sebagai gantinya.
  • Berikan suplemen nutrisi tambahan, seperti pemberian jus buah atau sayur.
  • Biasakan olahraga setiap hari, meski hanya sebentar untuk menstimulasi nafsu makan dan membentuk tulang serta otot yang kuat.
  • Lakukan kumpul-kumpul bersama orang terdekat dengan aktivitas utamanya adalah seputar makan atau berolahraga.

Malnutrisi pada lansia bukanlah masalah individu. Menjaga lansia tetap sehat, membutuhkan peran dari keluarga maupun orang lain yang merawatnya. Karena itu, kondisi ini membutuhkan perhatian berbagai penyakit pada lansia yang disebabkan oleh malnutrisi dapat dihindari.

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2563720/
Diakses pada 8 Agustus 2019

American Society of Hematology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2563720/
Diakses pada 8 Agustus 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/caregivers/in-depth/senior-health/art-20044699
Diakses pada 8 Agustus 2019

Medicinet. https://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=160806
Diakses pada 8 Agustus 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed