Langkah Pertolongan Pertama Sakit Telinga pada Anak Ada di Sini


Pertolongan pertama sakit telinga pada anak sebaiknya diketahui setiap orang tua. Jika gangguan tersebut terjadi, orang tua bisa langsung menerapkannya di rumah.

(0)
07 Dec 2020|Dedi Irawan
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Lakukan pertolongan pertama sakit telinga pada anak sebelum ke dokterSakit telinga pada anak bisa dikenali dari anak yang sering menarik atau menggosok telinganya
Pertolongan pertama sakit telinga pada anak mungkin diperlukan ketika anak merasa tidak nyaman atau telinganya nyeri ringan. Sakit telinga sendiri merupakan kondisi yang sering menimpa anak-anak.Penyebab sakit telinga pada anak beragam. Mulai dari tumpukan cairan di belakang gendang telinga, infeksi teilnga bagian tengah, hingga infeksi teilnga bagian luar alias telinga perenang.Anak-anak usia di bawah lima tahun (balita) lebih berisiko untuk terkena infeksi telinga, terutama ketika menderita infeksi saluran pernapasan aas (ISPA) seperti pilek.

Apa saja gejala sakit telinga pada anak?

Gejala yang dapat terjadi pada anak jika menderita sakit telinga meliputi:
  • Sering menarik atau menggosok telinga
  • Nyeri di telinga, terutama saat mengunyah, mengisap, atau berbaring
  • Bagian luar telinga kemerahan atau bengkak
  • Keluar cairan dari telinga
  • Kesulitan mendengar
  • Telinga terasa penuh atau mendengar udara meletup dalam telinga
  • Lebih rewel dari biasanya
  • Muntah-muntah
  • Sakit kepala
  • Demam

Pertolongan pertama sakit telinga pada anak yang bisa Anda lakukan

Saat Si Kecil merasakan sakit telinga dan berbagai gejala penyertanya, Anda sebaiknya menerapkan langkah pertolongan pertama yang dibutuhkan. Beberapa tindakan yang bisa dilakukan oleh orang tua meliputi:
  • Meminta anak untuk lebih sering menelan

Menelan dapat membantu dalam mengatasi penyumbatan yang terjadi di saluran eustachius. Penyebabnya bisa berupa iritasi ringan di saluran telinga.Jika anak Anda berusia di bawah 12 bulan, memintanya melakukan gerakan menelan mungkin akan lebih sulit. Sebagai alternatif, Anda bisa membiarkan buah hati minum dari botol atau gelas untuk membantu dalam membuka saluran eustachius yang tersumbat.
  • Menidurkan anak dengan posisi tegak

Sebagian bayi atau anak yang menderita gangguan telinga merasa lebih nyaman jika tidur dengan posisi tubuh yang tegak. Anda bisa menggendong atau menyandarkan buah hati ke dada Anda agar tubuh bagian atasnya tegak selama ia terlelap dan tetap nyaman.
  • Menempelkan kompres

Untuk meredakan rasa sakit pada telinga, orang tua dapat menggunakan kompres hangat atau dingin secara bergantian. Misalnya, tiap 10 menit.
  • Memutar leher anak

Melenturkan leher anak juga bisa dilakukan oleh orang tua. Misalnya dengan memutar leher anak secara perlahan-lahan hingga sejajar bahu, ke arah kiri dan kanan secara bergantian. Gerakan ini dapat mengurangi tekanan dalam telinga.
  • Memberikan obat pereda sakit

Anda juga bisa memberikan obat pengurang sakit tanpa resep dokter, seperti paracetamol dan ibuprofen. Obat ini untuk meredakan otitis media akut. Obat tersebut juga berperan untuk .

Kapan anak harus dibawa ke dokter?

Jika pertolongan pertama sakit telinga pada anak tidak dapat mengurangi keluhan, Anda sebaiknya membawa Si Kecil ke dokter THT. Jangan pernah menunggu terlalu lama, terutama jika anak mengalami beberapa gejala berikut:
  • Tetap merasa sakit meski sudah diberi obat
  • Kesulitan mengonsumsi cairan
  • Telinga anak mengeluarkan cairan, nanah, atau darah
  • Sakit pada telinga yang bertambah parah
  • Area di belakang telinga mengalami pembengkakan atau kemerahan
  • Telinga tampak menonjol dari sisi kepala

Cara mengobati sakit telinga pada anak yang dianjurkan dokter

Pengobatan dokter akan disesuaikan dengan pemicu yang mendasari nyeri telinga yang dirasakan oleh Si Kecil. Berdasarkan penyebabnya, langkah-langkah penanganan di bawah ini mungkin diberikan:
  • Obat pereda sakit

Untuk meredakan nyeri pada telinga anak, dokter dapat memberikan analgesik alias obat pereda nyeri. Contohnya, paracetamol atau ibuprofen. Obat ini juga bisa sekaligus meredakan demam.Namun harap diingat bahwa Anda tidak boleh memberikan aspirin pada anak, khususnya yang berusia di bawah 16 tahun. Obat ini dapat menyebabkan sindrom Reye yang membahayakan nyawa karena bisa memicu kerusakan hati dan otak.
  • Obat antibiotik

Saat saluran eustachius tersumbat cairan, bakteri atau virus bisa berkembang dan menyebabkan infeksi. Jika penyebab infeksi adalah bakteri, obat antibiotik akan diresepkan oleh dokter.Sementara bila infeksi pada telinga terjadi sebagai efek lanjutan dari infeksi virus seperti pilek, dokter tidak akan memberikan obat antibiotik.Pada kasus yang jarang, telinga sakit juga bisa disebabkan oleh cedera, masuknya benda asing, penumpukan kotoran, sinusitis, infeksi faring, limfadenopati, dan cedera tulang belakang. Tentu saja penanganan yang diberikan akan berlainan untuk masing-masing penyebab tersebut.Karena kondisi ini umum diderita anak, orang tua sebaiknya mempelajari pertolongan pertama sakit telinga pada anak supaya bisa meringankan gejalanya. Tapi jika kondisi buah hati tidak kunjung membaik atau makin parah, segeralah bawa anak ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.Ingin tahu lebih detail mengenai pertolongan pertama sakit telinga pada anak dan gangguan telinga lainnya? Anda bisa konsultasi langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
infeksi telingaradang telingapenyakit telinga
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/earaches-sheet.html
Diakses pada 7 Desember 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/11-effective-earache-remedies
Diakses pada 7 Desember 2020
Mott Children Hospital. https://www.mottchildren.org/posts/your-child/ear-pain-children
Diakses pada 7 Desember 2020
Michigan Medicine UOM. https://www.uofmhealth.org/health-library/eari3#hw89733
Diakses pada 7 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait