Untuk mengatasi keracunan makanan akibat bakteri perlu pemberian antibiotik
Keracunan makanan bisa disebabkan karena kontaminasi bakteri, virus, maupun parasit

Jika merasa mual atau diare setelah mengonsumsi sesuatu, maka bisa dipastikan Anda menderita keracunan makanan. Makanan atau minuman penyebab keracunan, mengandung bakteri, virus, atau parasit yang dapat mengeluarkan racun.

Saat keracunan makanan terjadi, Anda perlu memerhatikan beberapa langkah pertolongan pertamanya, agar gangguan ini tidak bertambah parah. Sebelum melakukan cara untuk mengatasinya, pastikan dulu bahwa kondisi yang dialami adalah keracunan makanan, dengan mengenali gejalanya di bawah ini.

Perhatikan gejala keracunan makanan ini

Waktu munculnya gejala keracunan makanan sangat beragam, mulai dari satu jam hingga 28 hari setelah makanan tersebut dikonsumsi. Apabila Anda atau orang di sekitar mengalami kondisi-kondisi di bawah ini, maka kemungkinan keracunan makanan sedang terjadi.

  • Diare
  • Mual
  • Muntah
  • Kram perut
  • Tidak nafsu makan
  • Sedikit demam
  • Lemas
  • Pusing

Selain gejala di atas, Anda juga perlu mewaspadai kondisi di bawah ini. Sebab, jika sampai terjadi, maka tandanya keracunan yang dialami cukup parah dan bisa mengancam jiwa.

  • Diare tidak kunjung berhenti setelah tiga hari
  • Demam tinggi lebih dari 38,6°C
  • Sulit bicara atau melihat
  • Mengalami gejala dehidrasi parah, seperti mulut kering, buang air kecil sedikit, dan sulit menelan cairan
  • Urine berdarah

Segera hubungi dokter apabila Anda mengalami gejala-gejala di atas.

Pertolongan pertama yang perlu dilakukan saat keracunan makanan

Saat terjadi keracunan makanan, ada dua hal yang harus Anda lakukan, yaitu mengontrol rasa mual dan muntah, serta menjaga agar tubuh tidak dehidrasi.

1. Cara mengontrol rasa mual dan muntah

Untuk mengontrol rasa mual dan muntah, berikut ini langkah yang bisa Anda lakukan.

  • Jangan mengonsumsi makanan padat hingga muntah berhenti. Saat masih sering muntah, sebaiknya Anda konsumsi makanan ringan yang tawar, seperti roti, pisang, atau nasi.
  • Usahakan tetap minum, untuk membantu meredakan muntah.
  • Jangan konsumsi gorengan, makanan yang berlemak, pedas, atau manis.
  • Jangan langsung mengonsumsi obat antimual atau obat diare tanpa berkonsultasi ke dokter. Sebab, beberapa jenis obat bisa membuat diare justru semakin parah.

2. Cara mencegah dehidrasi saat keracunan makanan

Saat mengalami keracunan makanan, Anda berisiko tinggi terkena dehidrasi akibat muntah dan diare yang terjadi. Karena itu, untuk mencegahnya, konsumsi air putih secara perlahan. Minum dalam jumlah sedikit terlebih dahulu, lalu tingkatkan jumlah konsumsi secara perlahan-lahan.

Jika muntah-muntah dan diare masih terjadi setelah 24 jam, konsumsilah minuman penambah dan pengganti cairan tubuh yang hilang.

Pengobatan lanjutan saat keracunan makanan

Setelah melakukan pertolongan pertama pada keracunan makanan, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter. Untuk mengatasi kondisi ini, doker biasanya akan memberikan perawatan berupa:

• Penggantian cairan yang hilang

Jika mengonsumsi air putih dan cairan lain dinilai tidak cukup untuk mengganti hilangnya cairan dan elektrolit akibat keracunan makanan, dokter akan merekomendasikan untuk memberikan cairan infus.

• Antibiotik

Apabila keracunan makanan terjadi akibat adanya kontaminasi bakteri dan gejala yang Anda alami parah, dokter dapat memberikan obat antibiotik untuk mengatasinya. Obat ini akan diberikan melalui infus, selama Anda menjalani perawatan di rumah sakit.

Namun, obat antibiotik tidak akan membantu apabila keracunan makanan terjadi akibat kontaminasi virus. Oleh karena itu, jangan sembarangan mengonsumsi obat antibiotik saat Anda merasa mengalami keracunan makanan.
Selama masa penyembuhan, Anda juga sebaiknya menghindari makanan dan minuman yang sulit dicerna, seperti:

  • Susu dan produk olahannya, termasuk keju
  • Kafein
  • Alkohol
  • Soda
  • Makanan dengan terlalu banyak bumbu

Cegah keracunan makanan dengan cara ini

Cara terbaik untuk mencegah keracunan makanan adalah dengan mengetahui benar makanan yang Anda makan, mulai dari proses penyimpanan, persiapan, hingga pengolahannya. Berikut ini tips agar bisa terhindar dari keracunan makanan:

  • Cuci sayur dan buah hingga benar-benar bersih.
  • Bersihkan talenan, pisau, maupun permukaan meja dapur, setelah digunakan dan sebelum Anda memakainya untuk mempersiapkan makanan jenis lain.
  • Jangan gunakan pisau yang telah dipakai mengiris ayam, untuk memotong buah atau sayur.
  • Cuci tangan dan peralatan dapur hingga bersih setelah memasak.
  • Jangan simpan makanan matang dan mentah di satu piring atau wadah yang sama.
  • Pastikan untuk mencuci daging sampai bersih, sebelum memasaknya. Apabila Anda memiliki termometer daging, pastikan suhu daging yang dimasak sudah mecapai anjuran, yaitu 82°C untuk ayam, 71°C untuk daging sapi, dan 60°C untuk ikan.
  • Jangan mengonsumsi makanan kemasan yang sudah kedaluwarsa.
  • Buang makanan kaleng yang kemasannya sudah rusak.
  • Jika ada sisa makanan, segera masukkan ke kulkas, apabila belum akan dikonsumsi dalam jangka waktu 4 jam.
  • Jangan mengonsumsi sayur atau buah yang belum dicuci, maupun mengonsumsi air mentah.

Mengalami keracunan makanan tentu sangatlah tidak mengenakkan. Karena itu, kurangi frekuensi Anda jajan di tempat yang tidak terjamin kebersihan makanannya. Lebih baik, konsumsilah makanan yang dimasak sendiri di rumah, untuk memastikan kebersihan serta kesehatannya.

WebMD. https://www.webmd.com/first-aid/food-poisoning-treatment
Diakses pada 11 November 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/food-poisoning/diagnosis-treatment/drc-20356236
Diakses pada 11 November 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/food-poisoning
Diakses pada 11 November 2019

Family Doctor. https://familydoctor.org/condition/food-poisoning/
Diakses pada 11 November 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed