Cara Merawat Luka Besar dan Luka Pasca-Operasi yang Tepat


Cara merawat luka yang baik bisa membuat luka terhindar dari infeksi terutama luka besar dan luka pasca-operasi. Untuk mendapatkan manfaat tersebut, Anda perlu menggunakan bahan-bahan yang tepat, seperti plester steril, kasa steril, plester kedap air, dan plester berukuran besar, dan melakukan tahap perawatan luka yang tepat.

(0)
11 Dec 2020|Nina Hertiwi Putri
Perawatan luka dapat berlangsung optimal dengan HansaplastPerawatan luka dapat memberikan hasil lebih baik dengan pemakaian rangkaian produk Hansaplast
Salah satu halangan yang merepotkan ketika melakukan perawatan luka di rumah adalah menjaganya tetap kering dan steril. Baik itu luka ringan maupun yang lebih serius seperti luka sayatan atau jahitan pasca-operasi, sama-sama perlu dilindungi dari paparan bakteri, kotoran, dan air agar risiko infeksi bisa dihindari.Jika selama ini Anda masih kesulitan mencari cara agar luka yang dialami bisa tetap kering dan bersih saat mandi atau berkegiatan lainnya, Hansaplast Plester bisa jadi solusinya.Dengan menggunakan varian terbaru Plester Steril Aqua Protect XL dan XXL, Plester Steril Sensitive XL dan XXL, Kasa Steril, Kasa Rol, dan Cohesive Rol, luka di tubuh akan terjaga kebersihannya. Proses penyembuhan pun dapat berlangsung baik dan tidak berisiko infeksi.

Cara merawat luka yang baik dan benar

Setelah mengalami luka, baik itu akibat goresan, sayatan, ataupun operasi, perawatan selanjutnya merupakan langkah penanganan awal sebagai tahap penting yang menentukan penyembuhan luka dalam jangka panjang.
Gunakan rangkaian produk Hansaplast untuk merawat luka
Perawatan luka yang tepat akan mengurangi risiko infeksi, mengurangi kemungkinan timbulnya bekas luka di kemudian hari, dan membantu meredakan nyeri.Berikut ini tahapan-tahapan yang tepat untuk merawat luka di rumah.
  1. Cuci tangan hingga bersih menggunakan sabun dan air mengalir sebelum menyentuh luka.
  2. Bersihkan luka dengan Hansaplast spray antiseptik untuk mencegah kontaminasi dan infeksi akibat kotoran dan bakteri.
  3. Usap luka perlahan dengan kasa steril hingga kering. Penting untuk menggunakan bahan steril untuk memastikan luka tetap aman.
  4. Oleskan salep luka Hansaplast untuk mempercepat penyembuhan dan mengurangi kemungkinan terbentuknya bekas luka.
  5. Tutup luka menggunakan Hansplast Plester Steril Sensitive XL & XXL yang cocok untuk kulit sensitif, atau Hansaplast Plester Steril Aqua Protect XL & XXL yang kedap air untuk luka di area rawan basah untuk memastikan luka tetap kering.
  6. Tempelkan permukaan plester secara berhati-hati.
  7. Ganti plester setiap hari untuk mendapatkan manfaat yang maksimal.
Hansaplast plester dapat membantu penyembuhan luka besar
Penggunaan plester ini direkomendasikan untuk luka berukuran besar di area tubuh yang datar seperti punggung dan perut. Sementara itu apabila luka ada di area-area tubuh lain yang permukaannya tidak rata seperti persendian, penggunaan Kasa Rol dan Cohesive Rol dari Hansaplast bisa jadi pilihan untuk fiksasi balutan luka yang sebelumnya telah dilindungi dengan Kasa Steril.
Gunakan Hansaplast Kasa Rol atau Cohesive Rol untuk fiksasi
Cara tercepat mengaplikasikannya adalah dengan menggunakan Hansaplast Kasa Steril untuk menutup luka yang telah dibersihkan, lalu balutkan Hansaplast Kasa Rol atau Cohesive Rol sebagai fiksasi yang direkatkan dengan bantuan Hansaplast Rol Kain.Saat menggunakan Plester XL & XXL maupun Kasa Steril Hansaplast, Anda tidak perlu khawatir akan risiko kontaminasi. Sebab, semuanya sudah diproduksi dengan kualitas yang tinggi dan disterilisasi menggunakan metode Sterilized EO.
Hansaplast cohesive rol aman digunakan setiap usia
Selain itu, sifatnya yang hypoallergenic juga membuat Hansaplast aman digunakan oleh hampir semua orang, termasuk anak-anak dan orang tua, karena risiko munculnya alergi di kulit sangat rendah.

Apa yang bisa terjadi jika luka tidak dirawat dengan benar?

Apabila luka yang ada di tubuh tidak dirawat atau ditutup dengan benar, maka infeksi bisa saja terjadi. Selain itu, luka yang seharusnya kering dan menutup, bisa saja justru tambah melebar dan perdarahan yang terjadi tak kunjung berhenti.Segera periksakan diri Anda ke dokter apabila tanda-tanda infeksi seperti di bawah ini mulai muncul.
  • Luka terus-menerus mengeluarkan darah
  • Terlihat ada nanah, baik itu berbau maupun tidak
  • Demam lebih dari empat jam
  • Terasa ada benjolan lunak di ketiak atau selangkangan
  • Luka tidak kunjung sembuh atau kering
Apabila luka yang infeksi masih terus dibiarkan dan tidak dirawat dengan baik, maka risiko terjadinya beberapa penyakit di bawah ini, juga akan meningkat.
  • Tetanus

    Kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri dan kekakuan otot di rahang serta leher.
  • Necrotizing fasciitis

    Infeksi bakteri cukup parah ini menyerang jaringan lunak dan dapat menyebabkan sepsis.
  • Selulitis

    Ini adalah suatu infeksi di kulit.
Setelah mengetahui cara merawat luka yang baik, Anda diharapkan bisa mengikutinya sesuai dengan saran dari dokter maupun para ahli. Semakin cepat luka ditangani, maka penyembuhannya akan semakin cepat dan risiko infeksinya pun akan berkurang.
luka bakarinfeksi luka pasca operasiluka diabetesbekas lukaadv hansaplast
Michigan Medicine University of Michigan. https://www.uofmhealth.org/health-library/tc4128spec
Diakses pada 7 Desember 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/open-wound
Diakses pada 7 Desember 2020
Hansaplast. https://www.hansaplast.id/products/perawatan-luka
Diakses pada 7 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait