5 Langkah Pencegahan Penyakit Gonore untuk Hindari Infeksi Kelamin Ini

(0)
29 Jun 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Pencegahan gonore dapat dilakukan dengan penggunaan kondomKondom dapat membantu pencegahan gonore
Seks tak lagi menyenangkan jika kita terinfeksi penyakit menular seksual. Salah satunya yakni gonore atau kencing nanah, infeksi yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Penularannya bisa terjadi melalui hubungan seksual, termasuk secara vaginal, anal, dan oral. Pencegahan penyakit gonore penting untuk dipahami karena infeksi ini sejatinya dapat kita hindari. Gonore pun tak bisa diremehkan karena dapat menimbulkan komplikasi serius jika tak ditangani.

5 Pencegahan penyakit gonore yang perlu diterapkan

Agar seks tak menjadi mimpi buruk, pencegahan gonore ini perlu diperhatikan dan diterapkan:

1. Setia pada satu pasangan

Seks bebas dan bergonta-ganti pasangan dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena penyakit menular seksual, termasuk gonore. Dengan demikian, cara terbaik melakukan pencegahan penyakit gonore adalah tidak sembarangan berhubungan seks atau senantiasa setia pada satu pasangan.Anda mungkin pernah mendengar ungkapan bahwa jika kita berhubungan seks dengan seseorang, otomatis kita juga berhubungan seks dengan partnernya di masa lalu. Semakin sering Anda bergonta-ganti pasangan, semakin besar pula kemungkinan risiko penyakit menular seksual dari partner Anda tersebut.

2. Gunakan kondom

Kondom membantu mencegah berbagai infeksi menular seksual seperti gonore, bahkan hingga 98%. Penggunaan kondom pun semakin wajib jika Anda tidak mengetahui status kesehatan partner seksual Anda. Tak dipungkiri, banyak orang yang tidak jujur dan terbuka dengan kondisi kesehatannya saat berhubungan seks sehingga penggunaan kondom menjadi wajib.

3. Cek rutin status kesehatan Anda dan pasangan

Semua kalangan yang aktif berhubungan seksual sangat dianjurkan melakukan pemeriksaan gonore secara berkala. Kelompok yang berisiko mengalami penyakit ini termasuk individu yang baru menjalani hubungan dan akan berhubungan seks, individu yang memiliki banyak pasangan, atau individu yang pasangannya menderita IMS tertentu.Lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki (LSL) juga dianjurkan untuk mengecek kesehatannya secara rutin, termasuk pemeriksaan gonore.

4. Terbuka pada pasangan

Mengetahui status Anda dan pasangan membantu menurunkan risiko penularan penyakit menular seksual, tak terkecuali gonore. Hal ini harus dengan catatan bahwa Anda dan pasangan saling terbuka satu sama lain.

5. Tidak berhubungan seks jika pasangan menunjukkan gejala

Apabila pasangan dan partner Anda menunjukkan gejala infeksi menular seksual, Anda sangat disarankan untuk menunda hubungan intim terlebih dahulu. Gejala yang dapat diidentifikasi yakni ruam dan luka pada area genital pasangan, atau pasangan mengaku mengalami sensasi terbakar saat buang air kecil.

Gejala gonore yang bisa diidentifikasi bersama pasangan

Seperti yang disampaikan di atas, salah satu cara pencegahan penyakit gonore adalah memahami kondisi pasangan. Dengan begitu, jika pasangan Anda menunjukkan gejala yang mengarah pada gonore, Anda bisa menunda hubungan seksual dan membantu pasangan mencari bantuan medis.

1. Gejala gonore pada laki-laki

Pada laki-laki, gejala gonore yang bisa diidentifikasi dapat berupa:
  • Pasangan mengeluhkan rasa sakit saat buang air kecil
  • Keluarnya cairan seperti nanah dari ujung penis pasangan
  • Nyeri atau pembengkakan pada salah satu testis pasangan

2. Gejala gonore pada wanita

Wanita yang mengalami gonore juga akan menunjukkan gejala yang khas. Beberapa gejala tersebut, termasuk:
  • Peningkatan keluarnya cairan dari vagina atau keputihan
  • Pasangan mengeluhkan rasa sakit saat buang air kecil
  • Perdarahan dari vagina walau tidak sedang menjalani haid. Perdarahan dapat terjadi seperti setelah berhubungan seks secara vaginal.
  • Nyeri pada perut atau bagian panggul
vagina sakit
Nyeri perut atau bagian panggul dapat menjadi gejala gonore pada wanita

Pengobatan gonore dari dokter

Gonore diobati dengan kombinasi antibiotik ceftriaxone injeksi dengan azithromycin oral. Apabila Anda atau pasangan alergi terhadap antibiotik sefalosporin, seperti ceftriaxone, Anda mungkin diberikan gemifloxacin oral atau injeksi gentamisin dan azithromycin oral.Pasangan dari pasien gonore juga akan menerima pengobatan yang sama, walau ia tak menunjukkan gejala apa pun. Sebab, jika tak diobati, pasangannya yang tak bergejala tersebut berisiko menularkan bakteri penyebab gonore.

Catatan dari SehatQ

Cara pencegahan penyakit gonore sebenarnya sederhana, yakni setia pada satu pasangan. Apabila Anda berhubungan seks dengan orang yang belum jelas riwayatnya, hubungan seks sebaiknya ditunda setelah tahu status kesehatan masing-masing.
penyakit menular seksualgonorrheainfeksi menular seksual
Get the Fact Western of Australia. https://www.getthefacts.health.wa.gov.au/faqs/do-condoms-protect-against-all-stis
Diakses pada 17 Juni 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/treatment-chlamydial-infection
Diakses pada 17 Juni 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gonorrhea
Diakses pada 17 Juni 2020
Web MD. https://www.webmd.com/sex/whats-risky-sex
Diakses pada 17 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait