Anak-anak dalam kelompok usia prasekolah tidak perlu tidur siang setiap hari
Jam tidur anak disesuaikan dengan usianya agar tumbuh kembangnya berjalan dengan baik.

Membuat anak prasekolah tidur menjadi tantangan tersendiri bagi orangtua. Ketika anak-anak tidak cukup tidur, hal itu dapat memengaruhi suasana hati, perilaku, kebiasaan makan, dan kemampuan untuk fokus pada siang hari.

Jam tidur anak harus dipenuhi untuk tumbuh kembang yang sehat. Berikut ini cara mengatasi anak yang susah tidur:

Jumlah Jam Tidur Anak

Sebelum membahas langkah memenuhi kebutuhan jumlah tidur anak prasekolah, orangtua harus terlebih dahulu mengetahui pedoman menurut The American Academy of Sleep Medicine berikut:

  • Bayi usia 4-12 bulan harus mendapatkan 12 sampai 16 jam tidur setiap hari
  • Usia 1-2 tahun 11 sampai 14 jam setiap hari
  • Usia 3-5 tahun 10 sampai 13 jam setiap hari
  • Usia 6-12 tahun 9 sampai 12 jam setiap hari
  • Remaja usia 13-18 tahun harus mendapatkan 8 sampai 10 jam setiap hari

Sementara itu Harriet Hiscock, profesor di Murdoch Childrens Research Institute Australia, menambahkan bila digambarkan menurut jam, maka rekomendasi The American Academy of Sleep Medicine menjadi:

  • Bayi harus tidur pada jam 19:00
  • Balita harus tidur pada jam 19:30
  • Anak-anak usia awal sekolah harus istirahat pada jam 20:00
  • Praremaja (6-12 tahun) pada jam 20:30
  • Remaja (13-18) antara jam 21:00 – 21:30

Menetapkan Kebiasaan Tidur yang Baik

Para ahli mengatakan setiap anak prasekolah memiliki rutinitas tidur siang yang berbeda dari hari-hari ketika mereka masih bayi. Anak-anak akan mulai menolak tidur ketika mereka mencapai tahun-tahun prasekolah. Hal ini tentu akan menggangu kebutuhan jam tidur anak prasekolah.

Triknya adalah konsisten, tetap tenang, dan pastikan anak prasekolah mendapatkan setidaknya 11 jam tidur per malam disertai waktu istirahat atau tidur siang, pada waktu yang sama setiap hari.

1. Istirahat Sebentar di Siang Hari

Apabila anak menolak tidur siang, jangan khawatir. Anak-anak dalam kelompok usia prasekolah tidak perlu tidur siang setiap hari. Namun mereka harus memiliki waktu downtime yang dapat diprediksi. Maksudnya, waktu yang dijadwalkan pada titik yang sama setiap hari khusus untuk beristirahat.

Dalam hal ini para ahli setuju yang paling penting adalah menetapkan rutinitas istirahat anak prasekolah dan tetap konsisten, karena anak-anak prasekolah berkembang sesuai jadwal yang ditetapkan.

2. Ajak ke Tempat Tidur

Biasanya kelelahan menjadi masalah tersendiri bagi anak prasekolah untuk tidur. Mereka akan cenderung rewel dan butuh perjuangan ekstra untuk membuatnya tertidur. Namun jangan khawatir, panik atau memarahi mereka.

Buat suasana tenang, ajak ke kamar tidur dan baringkan. Anda bisa menceritakan dongeng sebelum tidur untuk membuatnya tenang.

3. Biarkan Anak Tidur Sepanjang Malam

Anak-anak usia prasekolah memiliki imajinasi aktif, jadi tidak mengherankan jika mereka bangun dengan mudah di malam hari entah karena mimpi buruk atau hanya karena mereka takut. Untuk menghindari hal itu, pastikan lingkungan tidur malam anak tenang, gelap, dan tanpa TV.

Sementara itu, jika mereka tiba-tiba terbangun di malam hari, jangan lantas menawarinya camilan atau apapun. Cukup tenangkan mereka lagi dan buat mereka kembali tertidur.

WebMD. https://www.webmd.com/parenting/guide/sleep-children#1
Diakses pada Maret 2019

Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/healthy-living/sleep/Pages/Healthy-Sleep-Habits-How-Many-Hours-Does-Your-Child-Need.aspx
Diakses pada Maret 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed