Payudara Bengkak saat Menyusui, Ikuti 6 Langkah Meredakannya


Payudara bengkak saat menyusui disebabkan oleh pengosongan air susu yang tidak sempurna. Anda bisa mengatasi hal ini dengan beberapa cara, di antaranya memerah ASI hingga ubah posisi menyusui

(0)
16 Jul 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Payudara bengkak saat menyusui akibat saluran ASI tersumbatPayudara bengkak saat menyusui biasanya diakibatkan pengosongan payudara yang kurang baik
Payudara bengkak saat menyusui bisa terasa menyakitkan bagi setiap ibu yang mengalaminya. Ini bahkan bisa menghambat proses menyusui. Kondisi ini sebetulnya bisa dicegah. Bila terjadi, ini dapat diatasi dengan berbagai langkah yang mudah dilakukan di rumah.Payudara keras dan sakit pada ibu menyusui terjadi akibat adanya peningkatan aliran darah dan suplai air susu ke payudara Anda. Hal ini normal terjadi di hari-hari pertama kelahiran bayi, terutama 3-5 hari setelah melahirkan. Sebab, di saat itulah kolostrum (ASI perdana) mulai berganti dengan ASI, termasuk ASI eksklusif, yang terdiri dari foremilk dan hindmilk.Ini merupakan sinyal yang baik bagi ibu yang ingin segera menyusui bayinya dengan lancar. Hanya saja, jika manajemen ASI Anda tidak baik, payudara keras dan sakit pada ibu menyusui kadang tidak terhindarkan.

Apa saja penyebab payudara bengkak saat menyusui?

Payudara bengkak saat menyusui bayi jarang menyusui langsung
Meski biasanya terjadi pada awal masa menyusui, payudara keras bisa terjadi kapan saja, terutama ketika Anda tidak mengosongkan payudara secara rutin. Pada ibu menyusui, umumnya, payudara menjadi bengkak akibat saluran susu tidak mampu mengalirkan ASI dengan lancar. Beberapa hal yang dapat menyebabkan payudara bengkak saat menyusui adalah:
  • Anda jarang menyusui bayi secara langsung.
  • Jadwal memompa ASI kurang rutin.
  • Jeda di antara dua sesi menyusui langsung terlalu jauh.
  • Anda juga memberikan susu formula pada bayi sehingga sesi menyusui langsungnya kurang.
  • Bayi Anda menolak untuk menyusu langsung.
  • Terdapat jamur (oral thrush) yang ditemukan pada lidah dan mulut bayi.
  • Posisi menyusu yang tidak tepat pada bayi.
  • Bayi Anda tidur sepanjang malam.
  • Bayi mengalami sakit yang mengakibatkan rasa ingin menyusunya berkurang, misalnya pilek, infeksi telinga, dan lain-lain.
  • Anda memutuskan untuk menyapih terlalu dini.
  • Terdapat implan di payudara Anda sehingga aliran ASI menjadi tersumbat.
Payudara bengkak saat menyusui akibat ASI tidak dikosongkan
Mengosongkan payudara, baik lewat menyusui langsung maupun memompa ASI, merupakan kunci agar payudara tidak bengkak saat menyusui.Melakukan kedua hal ini bukan hanya menghindarkan Anda dari payudara keras dan nyeri, namun juga menambah pasokan ASI ke buah hati mengingat semakin sering payudara dikosongkan, semakin banyak pula produksi ASI.

Bagaimana cara meredakan payudara bengkak saat menyusui?

Ketika payudara keras saat menyusui, bukan hanya Anda yang tersiksa. Buah hati Anda juga akan kesulitan menyusu. Sebab, puting bisa menjadi lebih datar sehingga pelekatan bayi tidak sempurna maupun aliran ASI yang terlalu deras. Hal ini menyebabkan bayi minum ASI lebih sedikit dari biasanya.Jika dibiarkan terlalu lama, bisa terjadi penyumbatan saluran ASI maupun infeksi bakteri yang masuk melalui puting lecet disertai demam alias mastitis.Menurut riset yang terbit pada jurnal Geburtshilfe und Frauenheilkunde, penyumbatan saluran ASI ini membuat payudara sangat nyeri, kemerahan, panas, dan bengkak di area tertentu.Oleh karena itu, inilah cara mengatasi payudara bengkak saat menyusui:

1. Perah ASI sebelum menyusui langsung

Kurangi payudara bengkak saat menyusui dengan pompa
Hal ini bertujuan membuat payudara lebih lembek sehingga puting tidak lagi kaku dan mengganggu pelekatan bayi. ASI bisa dikeluarkan dengan menggunakan tangan atau pompa ASI hingga payudara tidak lagi keras. Namun, jangan sampai ASI benar-benar kosong.

2. Gunakan kompres hangat atau dingin

Kompres redakan nyeri pada payudara bengkak saat menyusui
Kompres hangat pada area payudara bertujuan melancarkan aliran ASI sehingga pengosongan payudara dapat berjalan lebih baik. Sementara itu, kompres dingin dilakukan untuk mengurangi payudara keras dan sakit pada ibu menyusui.

3. Pijat payudara

Sebelum melakukan pijat payudara yang bertujuan meredakan payudara keras saat menyusui, Anda sebaiknya menanggalkan bra. Lakukan gerakan pijat lembut mulai dari dada turun ke payudara agar aliran ASI lebih lancar. Anda juga bisa melakukan pijat ini sambil menyusui bayi.

4. Perah ASI setelah menyusui

Perah sisa ASI ke botol untuk cegah payudara bengkak saat menyusui
Jika payudara Anda masih terasa penuh setelah menyusui langsung bayi, kosongkan kembali dengan menggunakan tangan atau pompa ASI.Kadang, Anda membutuhkan bantuan pompa ASI elektrik dengan daya hisap yang lebih baik. Tujuannya, agar payudara dapat benar-benar kosong dan menghindari payudara bengkak saat menyusui di kemudian hari.Anda selalu bisa meminta bantuan konselor laktasi atau dokter untuk mengetahui lebih lanjut ketika mengalami payudara keras dan sakit pada ibu menyusui. Jangan tunggu hingga terjadi mastitis. Sebab, kondisi tersebut hanya bisa diredakan dengan antibiotik.

5. Ubah posisi menyusui

Posisi menyusui atasi payudara bengkak saat menyusui
Lakukan cara menyusui dengan mengubah posisi yang benar berguna untuk membantu mengurangi penyumbatan saluran susu. Oleh karena itu, payudara keras dan sakit pada ibu menyusui pun terhindari.

6. Tunda pemberian susu formula atau air

Pemberian susu formula picu payudara bengkak saat menyusui
Memberikan asupan selain ASI hanya membuat bayi kenyang lebih cepat. Akhirnya, bayi pun tidak banyak mengonsumsi ASI sehingga pengosongan ASI pun lebih lambat. Efeknya, payudara bengkak dan tersumbat.

Cara mencegah payudara bengkak saat menyusui

Beri ASI 8-12 kali sehari cegah payudara bengkak saat menyusui
Untuk mencegah payudara bengkak, Anda harus menyusui bayi langsung sesuai kemauannya (on demand), bukan sesuai jam karena kondisi setiap bayi berbeda-beda. Anda juga sebaiknya tidak memberi bayi susu formula dari dot maupun empeng, kecuali dengan alasan medis.Normalnya, bayi akan menyusu sebanyak 8-12 kali dalam 24 jam. Namun, jangan batasi frekuensi menyusui si kecil untuk menghindari payudara bengkak saat menyusui.

Catatan dari SehatQ

Payudara bengkak saat menyusui umumnya terjadi akibat ASI tidak sepenuhnya dikosongkan dari payudara. Hal ini membuat aliran darah dan pasokan air meningkat di dalam payudara.Untuk mengatasinya, Anda harus rutin menyusui maupun mengosongkan ASI dengan pompa air susu. Selain itu, Anda bisa mengurangi rasa sakit dengan pijat maupun kompres payudara Anda.Jika Anda merasa payudara keras dan sakit, segera hubungi dokter melalui chat dokter anak di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Jika Anda ingin melengkapi keperluan untuk ibu dan anak, kunjungi untuk mendapatkan penawaran menarik.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
menyusuipayudaraproduksi asiibu menyusuimastitis
Healthline. https://www.healthline.com/health/breast-engorgement
Diakses pada 2 Juli 2020
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/breast-engorgement-causes-treatments-complications-431580
Diakses pada 2 Juli 2020
Michigan Medicine. https://www.uofmhealth.org/health-library/hw133953
Diakses pada 2 Juli 2020
Pregnancy Birth Baby Australia. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/breast-engorgement
Diakses pada 2 Juli 2020
IDAI. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/payudara-bengkak
Diakses pada 2 Juli 2020
Geburtshilfe und Frauenheilkunde. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3964351/
Diakses pada 30 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait