Wajib Tahu, Lama Waktu Merebus Telur Sesuai Tingkat Kematangan yang Diinginkan

Lama waktu merebus telur akan menghasilkan tingkat kematangan telur yang berbeda
Ada yang menyukai telur rebus dengan bagian kuning yang masih encer, ada yang menyukai telur rebus matang sempurna

Telur merupakan salah satu sumber protein yang harganya terjangkau dan mengandung gizi yang tinggi. Tak heran jika telur menjadi begitu digemari. Banyak cara mengolah telur menjadi lauk yang lezat. Salah satunya adalah dengan direbus. Berapa lama waktu merebus telur agar memiliki tingkat kematangan yang sesuai keinginan?

Ada yang suka setengah matang dengan kuning telur yang cair, sebagian orang memilih telur rebus yang matang sempurna. Apa pun jenis kematangannya, kuncinya ada pada lama waktu merebus telur. Berapa lama durasi merebus telur yang paling baik? 

Teknik merebus telur

Dalam hal merebus telur, waktu memasak yang optimal sebenarnya bergantung pada pilihan rasa dan tujuan Anda memasaknya.

Misalnya, telur rebus yang matang sempurna sangat ideal untuk dimakan langsung atau dicampurkan ke dalam salad.  Sebaliknya, telur rebus dengan kuning telur yang masih encer dapat dinikmati bersama roti panggang, atau ditambahkan di atas semangkuk mie instan buatan sendiri.

Terlepas dari hasil yang Anda tuju, Anda bisa mengikuti panduan sederhana berikut untuk mendapatkan telur rebus yang Anda inginkan: 

  • Siapkan panci besar dengan air yang cukup agar telur terendam air. Tidak ada batasan berapa banyak telur yang bisa Anda rebus sekaligus, asalkan masing-masing telur terendam air sepenuhnya saat direbus.
  • Panaskan air hingga mendidih, lalu kecilkan apinya saat air sudah mendidih. Dengan hati-hati, masukkan telur ke  dalam air dan besarkan apinya agar air mendidih kembali.
  • Pastikan air tidak menggelembung terlalu kuat untuk mencegah retaknya cangkang telur.
  • Setelah matang, segera pindahkan telur ke baskom berisi es untuk menghentikan proses pematangan.

Lama waktu merebus telur

Gunakan panduan berikut untuk memutuskan berapa lama merebus telur Anda:

  • 7 menit: Jika Anda menginginkan telur setengah matang dengan kuning telur yang lembut dan encer
  • 8 menit: Jika Anda menginginkan kuning telur bertekstur lembek dan lunak tetapi tidak cair
  • 10 menit: Dalam waktu 10 menit, telur sebagian besar telah matang tetapi sedikit lunak di bagian tengah
  • 12–13 menit: Telur rebus matang sempurna

Waktu memasak yang disarankan di atas berlaku untuk telur dengan ukuran yang standar. Telur yang lebih kecil membutuhkan waktu merebus lebih cepat. Sebaliknya, telur yang lebih besar membutuhkan waktu lebih lama untuk merebusnya. 

Amankah mengonsumsi telur setengah matang?

Telur setengah matang atau bahkan telur mentah memang merupakan makanan yang umum bagi kita. Namun di balik tingkat kematangannya, ternyata ada sejumlah fakta yang memengaruhi kesehatan tubuh, seperti:

  • Memengaruhi kadar gizi

Memasak telur hingga matang membuat telur lebih aman untuk dimakan. Telur yang matang gizinya lebih mudah dicerna. Suatu studi telah menunjukkan bahwa protein lebih mudah dicerna ketika dipanaskan. Dalam penelitian lainnya ditemukan fakta bahwa tubuh manusia dapat mencerna protein sebesar 91% pada telur yang dimasak, sedangkan pada telur mentah protein yang terserap hanya sekitar 51%. 

Adanya perbedaan ini diduga terjadi karena panas menyebabkan perubahan struktur protein telur. Dalam telur mentah, senyawa protein terpisah satu sama lain. Saat telur dimasak, panas memecah ikatan protein dan  kemudian membentuk ikatan baru dengan protein lain di sekitarnya. Ikatan baru dalam telur yang dimasak ini lebih mudah dicerna oleh tubuh Anda.

Selain itu, protein dalam telur mentah juga dapat mengganggu ketersediaan vitamin B7 atau biotin di dalam telur yang digunakan dalam mencerna lemak dan gula. 

  • Sumber infeksi bakteri 

Selain kadar gizi yang menurun, alasan keamanan juga menjadi faktor yang patut diperhatikan jika ingin memakan telur mentah atau setengah matang. Pasalnya, ada bahaya dari suatu bakteri yang dinamakan Salmonella enteritidis. 

Bakteri ini dapat menyusup melalui cangkang telur dan berada dalam kuning atau putih telur. Sehingga pada telur yang tidak dimasak dengan baik ada kemungkinan bakteri ini masih ada dan jika seseorang mengonsumsinya bisa terjadi keracunan.

Seseorang yang terinfeksi bakteri Salmonella akan menderita gejala seperti flu berat. Pada orang yang sistem kekebalan tubuhnya lemah, misalnya wanita hamil dan anak-anak di bawah 5 tahun, gejala keracunan bisa lebih parah.

Cara aman konsumsi telur setengah matang 

Telur setengah matang memang dapat memberikan kenikmatan rasa yang kaya pada penikmatnya. Jika Anda khawatir bahaya di baliknya, Anda dapat melakukan cara berikut:

  • Pilih telur yang telah dipasteurisasi

Untuk menghindari adanya Salmonella yang menyusup pada telur yang akan dikonsumsi, pilihlah telur yang telah dipasteurisasi. Jenis telur ini sudah melalui proses pemanasan cepat pada suhu minimum yang diperlukan untuk menghancurkan salmonella tetapi tidak cukup tinggi untuk menjadikan telur matang. Telur yang telah dipasteurisasi tidak akan mengalami perubahan warna, rasa, dan nilai gizinya. 

Beberapa produk telur di pasaran telah dipasteurisasi dengan pemanasan kering. Anda bisa melihat label kemasan telur jika membelinya di pusat perbelanjaan modern. Anda juga dapat langsung menanyakannya pada penjual telur untuk memastikan apakah telur tersebut telah melalui proses pasteurisasi atau belum.

  • Perhatikan kondisi telur 

Selain memastikan sudah dipasteurisasi, jangan membeli telur yang cangkangnya sudah retak atau melewati tanggal kedaluwarsa.

  • Persiapkan telur dengan benar sebelum diolah

Cuci cangkang telur dengan air mengalir dan sabun bertaraf food grade sebelum disimpan. Departemen Pertanian Amerika, USDA, menyarankan agar telur disimpan di lemari es. Telur yang diletakkan pada suhu ruang yang lembap dapat membuat bakteri lebih mudah masuk ke cangkang telur.

Untuk orang yang sedang hamil dan anak-anak, hindari mengonsumsi telur setengah matang atau bahkan telur mentah. Pastikan lama waktu merebusnya sudah sesuai agar tingkat kematangannya sempurna.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/how-long-to-boil-an-egg#boiling-time
Diakses pada 26 April 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/9772141
Diakses pada 26 April 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24584862
Diakses pada 26 April 2020

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/how-long-to-boil-an-egg#boiling-time
Diakses pada 26 April 2020

USDA. https://www.fsis.usda.gov/wps/portal/fsis/topics/food-safety-education/get-answers/food-safety-fact-sheets/egg-products-preparation/shell-eggs-from-farm-to-table/CT_Index/!ut/p/a1/jZFRT4MwEMc_DY-lRebCfCMkZqADl6nreFkKXAtJoaTtRP301vk0s-muL3e93z93_ReXmOJyYG-dYLZTA5PfdTnfkzWZB4uEZMUiuCdp_rouHpKERJtbB-z-APLwSv2FiMl_-uyKATd6lawELkdmW9QNXGEqwCI2mAm0wZQr1SDDONgPxFltkWkBrGuAEGjUqjnU1rgERqaPxmDqCCmR6xvEteqdTPfIKmRZJQHT5HmfDg284y0uTxckgTtpHm5myywPSTH7DZxx8Ae4bJHzQEhVHb9rFw9VGLnHauCgQfs
Diakses pada 26 April 2020

CDC. https://www.cdc.gov/media/matte/2010/09_eggsafety.pdf
Diakses pada 26 April 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/283659#risks
Diakses pada 26 April 2020

Artikel Terkait