Lakukan 8 Pertolongan Pertama Ini pada Penderita Patah Tulang

Patah tulang dapat terjadi pada siapa saja, ketahui dan pelajari pertolongan pertama untuk patah tulang
Pelajari pertolongan pertama untuk patah tulang agar Anda selalu siap sedia.

Patah tulang merupakan mimpi buruk bagi semua atlet. Beberapa atlet tersohor pun pernah mengalaminya, seperti pesepak bola Aaron Ramsey dari Juventus dan Djibril Cisse asal Prancis, yang menderita patah kaki.

Meski begitu, Anda tidak harus menjadi seorang atlet untuk ‘merasakan’ patah tulang. Faktanya, kondisi ini lebih banyak disebabkan oleh insiden, seperti terjatuh maupun kecelakaan, yang bisa menimpa siapa saja.

[[artikel-terkait]]

Meski demikian, seperti halnya Ramsey dan Cisse, patah tulang bisa disembuhkan jika cepat ditangani. Tidak ada salahnya juga bagi Anda untuk mengetahui pertolongan pertama pada patah tulang yang benar.

Apa tanda-tanda seseorang mengalami patah tulang?

Secara kasatmata, patah tulang bisa diidentifikasi dengan mencermati gejala-gejala berikut:

  • Tampak ada perubahan bentuk pada kaki atau tangan.
  • Muncul pembengkakan atau memar di area yang disinyalir mengalami patah tulang.
  • Terdapat rasa sakit di area patah tulang. Gejala ini akan bertambah parah ketika area tersebut digeser atau ditekan.

Bila patah tulang terjadi pada kaki, kaki menjadi tidak mampu menahan beban tubuh.

  • Bagian patah tulang yang kehilangan fungsi normalnya, misalnya patah kaki yang menyebabkan seseorang tidak mampu berjalan).
  • Pada kondisi patah tulang terbuka, tulang akan mencuat dan menonjol keluar dari kulit.

Ketika Anda menemukan gejala seperti di atas, segera telepon ambulans. Sambil menunggu petugas medis datang, Anda bisa melakukan sederet pertolongan pertama pada penderita patah tulang tersebut.

8 langkah pertolongan pertama patah tulang

Setelah Anda menguhubungi ambulans, berikut langkah-langkah yang bisa lakukan sambil menunggu kedatangan ambulans dan petugas medis profesional:

  1. Cek jalan napas orang yang menderita patah tulang, serta pastikan ada atau tidaknya perdarahan yang menyertainya.
  2. Bila terdapat penurunan kesadaran pada penderita, lakukan cardiopulmonary resuscitation (CPR) atau napas buatan. Namun langkah ini hanya boleh dilakukan jika Anda sudah terlatih.
  3. Pastikan orang yang menderita patah tulang tetap tenang dan tidak bergerak.
  4. Periksa apakah pasien mengalami luka terbuka pada area patah tulang.
  5. Jika terdapat luka menganga, bersihkan kotoran di sekitar luka untuk mencegah infeksi. Namun caranya tidak boleh sembarangan. Anda tidak boleh menyiramkan air atau menggosok luka dengan benda apapun. Anda sebaiknya mengambil kain kasa atau kain bersih untuk menutupi luka tersebut.
  6. Bila diperlukan, gunakan kayu atau tongkat untuk diikat pada area yang terindikasi patah tulang agar tulang tidak bergeser-geser. Tapi jangan sekali-kali mencoba untuk meluruskan tulang yang patah.
  7. Bila tersedia, tempelkan kompres dingin untuk mengurangi sakit dan bengkak. Harap diingat bahwa es batu tidak boleh langsung ditempelkan pada kulit. Bungkus es batu dalam kain atau handuk jika ingin menggunakannya sebagai kompres.
  8. Lakukan langkah pencegahan syok. Caranya adalah membaringkan penderita dengan posisi kaki lebih tinggi sekitar 30 cm dari kepala, lalu selimuti penderita agar tetap hangat.

Yang perlu diingat adalah langkah di atas hanya bersifat sementara sebelum adanya penanganan medis secara profesional. Ketika ambulans dan tenaga medis sudah tiba, serahkan perawatan pada mereka yang lebih kompeten.

Jangan lakukan hal-hal ini

Sekalipun berniat baik untuk memberikan pertolongan pertama pada penderita patah tulang, Anda tetap harus mengetahui hal-hal yang tidak boleh dilakukan. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi komplikasi akibat ketidaktahuan Anda. Beberapa larangan tersebut meliputi:

  • Jangan memindahkan orang yang diduga menderita patah tulang, kecuali bagian tulang yagn patah sudah stabil.
  • Dilarang mengubah posisi atau memindahkan orang yang menderita patah tulang pada bagian panggul maupun kaki bagian atas, kecuali tindakan itu memang perlu dilakukan. Kalaupun Anda harus melakukannya karena alasan keamanan, tariklah pakaian penderita untuk memindahkannya. Jangan langsung menarik bagian tubuhnya.
  • Jangan sekali-kali memindahkan orang yang mungkin mengalami patah tulang belakang.
  • Dilarang meluruskan tulang yang tampak patah. Namun langkah ini bisa terpaksa dilakukan bila sirkulasi darah di area patah tulang tampak terhambat dan tidak ada tenaga medis di sekitar Anda.
  • Jangan mencoba untuk menggerakkan bagian tulang yang patah, sekecil apapun gerakannya.

Patah tulang membutuhkan penanganan medis sesegera mungkin. Selain untuk kembali menyambungkan tulang yang patah, penanganan dini juga akan menurunkan risiko komplikasi berupa cacat permanen.

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000001.htm
Diakses pada 23 Mei 2019

WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/understanding-fractures-symptoms
Diakses pada 23 Mei 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/173312.php
Diakses pada 23 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed