logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Langkah-langkah Pencegahan TBC yang Wajib Anda Ketahui!

open-summary

Memahami cara penularan merupakan salah satu upaya awal pencegahan TBC. Selain itu, pasien TBC juga harus mengetahui cara mencegah tuberkulosis agar tidak menular ke orang sehat di sekitarnya, misalnya dengan menerapkan etika batuk dan bersin serta menjaga sirkulasi udara.


close-summary

24 Jun 2020

| Adhenda Madarina

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Pencegahan TBC dapat dilakukan dengan berbagai cara

Etika batuk perlu diperhatikan agar tidak menyebarkan TBC

Table of Content

  • Memahami penularan TBC
  • Pencegahan TBC agar tidak menularkan orang lain
  • Catatan SehatQ

TBC adalah salah satu penyakit pernapasan menular yang disebabkan oleh bakteri M. tuberculosis. Indonesia sendiri kini menempati peringkat ketiga kasus tuberkulosis terbanyak setelah India dan Tiongkok. Mengingat pengobatannya yang sangat lama dan beberapa orang sulit berkomitmen minum obat, melakukan pencegahan TBC adalah langkah paling bijak ketimbang mengobatinya.

Advertisement

Bagaimana cara mencegah penyakit tuberkulosis (TBC)?

Memahami penularan TBC

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan, tuberkulosis telah menginfeksi seperempat populasi dunia. Dari beberapa jenis TBC, TB paru adalah yang paling umum terjadi dan paling menular ketimbang yang lain.

Untuk mengetahui langkah pencegahan TBC, hal pertama yang perlu Anda ketahui adalah cara penularannya. Dengan memahami cara penyakit ini menular, Anda pun tahu cara menghindarinya,

Penularan TBC terjadi dari orang ke orang melalui udara, terutama yang telah terkontaminasi oleh bakteri penyebab TBC, yaitu Mycobacterium tuberculosis. Udara ini dapat terkontaminasi dari droplet yang dikeluarkan oleh penderita TBC lewat batuk, bersin, berbicara, tertawa, bahkan bernapas. 

Seseorang dapat terinfeksi TBC akibat menghirup udara yang telah terkontaminasi bakteri penyebab TBC.

Bakteri penyebab TBC ini dapat bertahan berhari-hari atau berminggu-minggu di ruangan atau area yang memiliki sirkulasi udara buruk. Itu sebabnya, orang yang melakukan kontak dekat sehari-hari berisiko lebih besar untuk tertular tuberkulosis.

Baca Juga

  • Mengenal Penyebab Trombosit Turun Drastis dan Cara Mengatasinya
  • 9 Penyebab Sakit Pinggang Belakang Kanan yang Tidak Boleh Diremehkan
  • 9 Penyebab Benjolan di Pergelangan Tangan yang Perlu Diwaspadai

Pencegahan TBC agar tidak menularkan orang lain

Ada dua fase infeksi dalam penyakit tuberkulosis yang menentukan penularan, yakni TB paru aktif dan TB laten. TB laten tidak disertai gejala TBC dan kemungkinan besar tidak menular, karena bakteri dalam keadaan "tertidur" alias tidak aktif.

Meski begitu, Mayo Clinic menjelaskan, penderita tuberkulosis laten juga perlu melakukan pengobatan TBC. Hal ini dilakukan sebagai cara mencegah dan mengurangi risiko Anda mengalami penyakit TBC aktif.

Pasien tuberkulosis dapat menjalani pengobatan TBC secara rawat jalan. Itu sebabnya, pasien harus tahu cara mencegah penularan TBC ke orang yang sehat di sekitarnya.

Berikut adalah beberapa cara mencegah penularan TBC ke orang sehat lainnya:

1. Tetap di rumah

Apabila Anda menderita TBC, batasi kegiatan Anda keluar rumah, seperti ke sekolah, kantor, ataupun supermarket. Untuk menurunkan risiko orang sehat lain tertular, pastikan Anda membatasi kontak dengan orang lain.

Jika Anda tinggal bersama dengan orang lain, pisahkan diri Anda dari anggota keluarga lainnya, khususnya selama beberapa minggu awal pengobatan. 

2. Menjaga sirkulasi udara

Jika memungkinkan, pilihlah ruangan yang memiliki ventilasi udara yang baik. Sebab, sirkulasi udara yang baik dapat membantu mencegah penularan TBC.

Bakteri tuberkulosis lebih mudah menyebar pada ruangan tertutup. Jadi, coba untuk membuka jendela di rumah secara teratur setiap harinya.

Selain itu, gunakan pula kipas angin untuk membantu pertukaran udara.

3. Tutup hidung dan mulut saat bersin dan batuk

Bakteri TBC menular lewat udara yang terkontaminasi dari droplet atau percikan liur. Itu sebabnya, untuk mencegah banyaknya bakteri M. tuberculosis yang tersebar ke udara pastikan Anda menutup mulut dan hidup ketika bersin dan batuk.

Selalu terapkan etika bersin dan batuk yang benar. Dengan demikian, droplet yang mengandung bakteri penyebab TBC bisa lebih tertahan di tisu, bukannya menyebar di udara.

4. Gunakan masker

Apabila ada orang lain di rumah, pakai masker saat keluar kamar sebagai bentuk pencegahan TBC. Begitu juga saat Anda terpaksa harus keluar rumah. Ingatlah kalau saat tertawa, bersin, atau batuk bisa menularkan TBC ke orang terdekat.

Maka dari itu jangan bersin atau batuk sembarangan di rumah. Saat membuang dahak di kamar mandi, pastikan Anda sudah benar-benar membersihkannya.

5. Minum obat TBC sampai tuntas

Untuk mencegah penyakit tuberkulosis (TBC) menular, pastikan Anda meminum obat TBC sampai tuntas sekalipun Anda sudah merasa jauh lebih baik. Obat TBC sendiri biasanya perlu diminum minimal 6 bulan.

Perbaikan gejala TBC yang Anda rasakan pada minggu-minggu atau bulan pertama pengobatan tidak menandakan Anda sudah sembuh total dan bakteri penyebab TBC sudah mati. Bakteri TBC mungkin saja baru melemah tapi belum mati sepenuhnya.

Ikuti aturan minum obat TBC yang diinstruksikan dokter agar bakteri di dalam tubuh benar-benar mati. Menghentikan pengobatan atau melewatkan dosis obat TBC meningkatkan risiko kebal antibiotik dan TB MDR. Ini membuat TBC lebih sulit disembuhkan dan membutuhkan obat yang lebih kuat.

Cara mencegah tertular TBC

Tuberkulosis termasuk salah satu penyakit menular yang mendapat perhatian khusus, baik dari WHO ataupun Kemenkes RI. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah tertular penyakit TB paru, khususnya bagi Anda yang sedang merawat pasien TBC.

Berikut adalah beberapa cara mencegah tertular penyakit TBC:

1. Hindari kontak langsung

Menghindari kontak langsung dengan penderita adalah salah satu hal terpenting dalam pencegahan TBC.

Jika Anda tidak dapat menghindari kontak dengan mereka, kenakan masker dan sarung tangan. Untuk petugas kesehatan, gunakan APD untuk mencegah risiko penularan TBC. 

Terlebih ketika ada gejala TBC berupa batuk. Pasalnya, bakteri penyebab TBC dapat menular lewat droplet saat batuk. Gantilah masker secara berkala dan buang di tempat sampah setelah melakukan disinfeksi sebelumnya.

2. Konsumsi makanan bergizi

Salah satu langkah pencegahan TBC lainnya adalah menerapkan hidup sehat dengan mengonsumsi makanan sehat dan istirahat yang cukup.

Konsumsilah makanan yang mengandung vitamin C untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Usahakan untuk mengonsumsi setidaknya 4-5 porsi sayuran dan buah setiap hari.

Daya tahan tubuh yang kuat dapat membantu mencegah tertular tuberkulosis.

3. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir

Walaupun penularan TBC tidak melalui jabatan tangan, Anda tetap perlu mencuci tangan yang benar agar bebas kuman. Sebab, bisa saja secara tidak sadar Anda menyentuh barang yang telah terkontaminasi droplet dari pasien TBC.

4. Rajin berolahraga

Usahakan untuk melakukan olahraga setiap hari. Tak perlu olahraga yang berat, Anda cukup melakukan jogging selama 45 menit. Ini bermanfaat agar sirkulasi darah menjadi lancar serta meningkatkan kekebalan tubuh, sehingga menurunkan risiko infeksi penyakit, seperti TBC.

5. Vaksin

Salah satu vaksin TBC untuk mencegah penyakit ini, khususnya pada bayi baru lahir adalah dengan pemberian vaksin BCG. Vaksin BCG umumnya diberikan pada bayi baru lahir sampai maksimal bayi berusia 3 bulan.

Umumnya, pemberian vaksin dilakukan di negara dengan kasus tuberkulosis tinggi.

Vaksin BCG memberikan efek perlindungan terhadap tuberkulosis berat dan radang otak akibat TBC.

Ini bukanlah vaksin rutin untuk orang dewasa. Namun, kemungkinan vaksin pencegah TBC ini bisa diberikan pada orang dewasa usia 16-35 tahun yang memiliki risiko pekerjaan, seperti dokter, dokter hewan, juga staf dokter hewan.

Catatan SehatQ

Itulah beberapa langkah pencegahan TBC yang bisa Anda lakukan. Pada dasarnya, TBC adalah penyakit yang bisa disembuhkan jika pegobatannya tepat. Semakin cepat terdeteksi, semakin besar potensinya untuk sembuh.

Ketika sudah didiagnosis menderita TBC, pasien harus mengikuti semua prosedur pengobatan dengan teratur, walaupun biasanya akan membutuhkan waktu yang cukup lama.

Ingin mengetahui lebih lanjut mengenai pencegahan penyakit TBC? Tanyakan langsung pada dokter di aplikasi Kesehatan keluarga SehatQ.

Download sekarang di App store dan Google Play.

Advertisement

tbctuberkulosispenyakitinfeksi bakteriinfeksi

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved