logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Mental

Lakukan Ini Jika Teman Melela atau Coming Out Sebagai Gay

open-summary

Teman yang coming out atau melela harus tetap didukung dan Anda tidak bisa menghakiminya. Anda pun perlu menjaga rahasia dia ke orang lain.


close-summary

4.04

(23)

25 Jul 2019

| Arif Putra

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Tips untuk teman yang coming out

Tetaplah mendukung keputusan teman dalam mengambil jalan hidupnya

Table of Content

  • Tips menanggapi teman yang coming out
  • Alasan Anda perlu mendukung teman coming out
  • Catatan dari SehatQ

Pernahkah teman dekat Anda coming out dan mengaku dirinya sebagai gay atau lesbian? Jika memang sudah menerima kondisi homoseksual, mungkin Anda tak lagi merasa kebingungan. Sebaiknya Anda tidak perlu menunjukkan kekhawatiran dan cukup melakukan hal yang baik setelah teman coming out.

Advertisement

Ada alasan seorang gay atau lesbian untuk mengakui kondisi tersebut. Mereka mungkin ingin jujur pada diri sendiri, serta ingin diterima dengan jati diri yang sebenarnya. Selain itu, gay yang sudah coming out juga memiliki kondisi mental lebih sehat. Sebab, melela dapat membantu mereka meredakan kondisi depresi maupun gangguan kecemasan.

Tips menanggapi teman yang coming out

Proses coming out atau saat ini dikenal dengan istilah melela bukanlah hal yang mudah untuk kaum LGBT. Beberapa orang akan selektif dalam memilih teman untuk coming out. Boleh dikatakan bahwa Anda adalah orang terpilih saat teman Anda mengaku dirinya lesbian atau gay kepada Anda. Ini yang harus Anda lakukan jika teman Anda coming out sebagai seorang gay.

1. Berterima kasih karena mereka melela kepada Anda

Memiliki orientasi seksual yang berbeda dan mengakui hal tersebut kepada orang lain bukanlah hal yang mudah. Teman yang melela dan coming out sebagai gay telah memercayakan rahasia mereka kepada Anda. Jadi, Anda mungkin telah dianggapnya sebagai teman dekat

2. Jangan mengkonfrontasi, terlepas dari pendapat pribadi Anda

Anda mungkin tidak setuju dengan homoseksual. Hal ini bisa saja karena faktor agama atau logika yang memang menolaknya. Saat teman mengaku sebagai gay, Anda mungkin menjadi dilema karena teman Anda ternyata bagian dari kelompok ini.

Terlepas dari tidak setujunya terhadap homoseksual, hindari konfrontasi terhadap teman Anda yang membuka dirinya sebagai seorang gay maupun lesbian. Sampaikan pula, Anda mungkin membutuhkan waktu untuk mencerna pengakuannya. Hindari ungkapan ekspresi kekecewaan maupun kemarahan karena hal tersebut dapat memengaruhi kesehatan mentalnya.

3. Anda boleh memberikan pertanyaan terkait orientasi seksualnya

Jika Anda tak setuju dengan homoseksual, Anda boleh jadi tidak ingin memeluknya. Walau begitu, Anda tetap dapat mengkonfirmasi atau menyampaikan pertanyaan yang mungkin bermunculan di benak Anda terkait orientasi seksualnya.

Teman melela dan coming out
Ciptakan kondisi yang cair setelah teman coming out

Memberikan pertanyaan seperti, “Siapa saja yang tahu?” atau “Apakah itu bisa disembuhkan?” (Walau homoseksual bukanlah penyakit) bisa Anda tanyakan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut jauh lebih baik daripada Anda mengkonfrontasi dan mengekspresikan marah kepada rekan Anda.

4. Menjaga rahasia teman Anda

Proses coming out bukanlah hal yang mudah, dan mungkin teman Anda menyeleksi orang untuk membuka rahasianya, sebagai seorang lesbian atau gay. Terlepas Anda setuju atau tidak, jangan bocorkan rahasia teman Anda, kepada orang lain. Biarkan ia sendiri yang melakukannya.

5. Selipkan humor untuk mencairkan suasana

Momen-momen coming out atau melela boleh jadi mendebarkan, baik bagi Anda maupun teman yang mengaku dirinya gay atau lesbian. Anda boleh mencairkan suasana dengan menyampaikan humor atau lelucu, agar teman Anda tak dilingkupi rasa tegang.

6. Sampaikan bahwa Anda tetap peduli terhadapnya

Teman Anda mungkin didera rasa takut untuk ditolak dan dijauhi karena melewati proses coming out. Jika memungkinkan, sampaikan bahwa Anda tetap mendukungnya dan tetap ingin berteman dengannya. Anda pun bisa menawarkan bantuan atau waktu untuk mereka mengeluarkan keluh kesahnya.

Baca juga: Ini Penyebab LGBT Menurut Ahli

Alasan Anda perlu mendukung teman coming out

Orang yang mengidentifikasi dirinya sebagai homoseksual lebih rentan untuk terkena gangguan mental daripada kelompok heteroseksual. Diskriminasi terhadap kelompok ini paling berkontribusi terhadap kondisi tersebut.

Teman-teman Anda yang merupakan bagian dari kelompok LGBT lebih berisiko untuk mengidap gangguan psikologis, seperti kondisi depresi, gangguan kecemasan, gangguan obsesif-kompulsif. Mereka mungkin akan mencoba melukai diri sendiri, muncul pikiran bunuh diri, bahkan gangguan penyalahgunaan obat.

Memiliki orientasi seksual yang berbeda kerap membuat gay dan lesbian merasa sendirian. Memberikan respons baik kepada teman Anda yang coming out dan melela sebagai lesbian maupun gay membantu mereka untuk tidak merasa sendiri.

Kembali digarisbawahi, Anda tak harus menerima homoseksual atau biseksual karena hal tersebut merupakan bagian dari prinsip diri sendiri. Walau begitu, Anda sangat disarankan untuk tetap memperlakukan mereka sebagai sesama manusia dan tidak melakukan diskriminasi.

Baca juga: Berbeda dengan Gay, Ini Dia Makna dari Bromance

Catatan dari SehatQ

Anda harus berterima kasih dulu karena dipilih oleh teman untuk melela. Setelah itu, ada baiknya tetap menjaga hubungan dengan teman yang coming out tanpa menceritakannya ke orang lain. Jangan lupa tawarkan bantuan jika teman Anda membutuhkannya.

Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar orientasi seksual, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

kesehatan mentalhomoseksuallgbt

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved