Benarkah Lagu Klasik untuk Janin Bisa Mencerdaskan Si Kecil?

Lagu klasik untuk janin belum terbukti mampu mencerdaskan Si Kecil.
Lagu klasik untuk janin yang dianggap bisa mencerdaskan anak, ternyata tidak terbukti secara ilmiah.

Manfaat lagu klasik untuk janin diyakini dapat meningkatkan kecerdasan bayi sejak dalam kandungan. Semua bermula dari "Efek Mozart" sebuah penelitian yang mengklaim lagu-lagu komponis berkebangsaan Austria, Wolfgang Amadeus Mozart dapat menstimulasi kinerja otak.

Anda mungkin juga banyak menerima saran untuk memperdengarkan lagu musik pada bayi, sejak ia masih di dalam kandungan. Sebelum mempraktikkannya, ketahui dulu mengenai dampak lagu klasik bagi janin.

Lagu klasik untuk janin, sejauh mana dampaknya?

Musik memiliki dampak yang begitu kuat bagi emosi manusia, termasuk bayi. Alunan musik yang tenang, bisa meredakan kerewelan bayi. Selain itu, irama tertentu pada musik, bisa membuat bayi bersemangat.

Penelitian telah melakukan banyak riset mengenai perkembangan otak. Bayi dilahirkan dengan miliaran sel otak yang disebut neuron. Dalam tahun pertama kehidupannya, neuron tersebut saling berhubungan satu sama lain. Seiring bertambahnya usia, neuron yang saling berhubungan itu menjadi semakin kuat.

Anak yang terbiasa mendengarkan musik selama masa tumbuh kembangnya, mengalami peningkatan hubungan antar neuron tersebut. Selain itu, belajar memainkan alat musik pun dipercaya mampu meningkatkan kemampuan berpikir, dalam jangka waktu lama.

Memainkan alat musik favorit, misalnya piano, bisa mendekatkan
Anda dengan Si Kecil secara emosional.

Jika Anda memang menyukai musik klasik, maka dengarkan atau mainkan musik tersebut. Para peneliti percaya, bayi bahkan bisa mendengarkan suara-suara dari luar, ketika masih ada di dalam kandungan ibunya. Oleh karena itu, aktivitas membaca, bernyanyi, atau memainkan alat musik favorit, bisa membuat Anda merasa lebih dekat dengan Si Kecil.

Jangan terbebani dengan tren kekinian, termasuk dalam hal musik klasik untuk janin. Anda sebenarnya tidak perlu memainkan musik, membacakan buku, mengajari Si Kecil bahasa asing, atau hal lainnya untuk membuatnya cerdas. Sebab, tanpa disadari, Anda sudah berperan penting dalam membentuk lingkungan bayi.

Ternyata, musik klasik belum tentu membuat kita semakin pintar

Musik klasik tidak serta-merta membuat manusia menjadi lebih cerdas. Namun memang, musik membuat otak berpikir dengan cara tertentu. Setelah mendengarkan musik klasik, orang dewasa bisa memecahkan masalah dengan lebih cepat. Misalnya ketika menyusun potongan puzzle.

"Keajaiban" ini bisa terjadi karena musik memiliki alur serupa kinerja otak dalam melakukan penalaran. Saat mendengarkan musik klasik, fungsi otak ini menjadi hidup dan siap digunakan. Namun, efek ini ternyata hanya sementara, dan akan meredup satu jam setelah kita berhenti mendengarkan musik.

Lantas, mengapa musik klasik dianggap mencerdaskan janin?

Musik-musik klasik karya komposer dunia, sebut saja Mozart, Beethoven, dan Bach, berbeda dari jenis musik lain, seperti rock maupun country. Musik klasik dinilai memiliki struktur yang lebih kompleks.

Namun ternyata, bayi berusia 3 bulan pun, sudah bisa mengenali struktur tersebut, bahkan menyadari adanya musik klasik yang pernah didengar sebelumnya. Para ilmuwan percaya, kerumitan pada musik klasik bisa membantu otak memecahkan masalah secara lebih cepat. Jadi, mendengarkan musik klasik memang mungkin mampu memberikan dampak berbeda dibandingkan musik lainnya.

Namun, bukan berarti genre musik lainnya tidak bagus. Mendengarkan berbagai musik, apapun genrenya, tetap bisa meningkatkan kekuatan otak. Yang jelas, musik membawa dampak positif untuk mood, dan membuat proses belajar jadi lebih mudah.

Ini cara memperkenalkan musik pada Si Kecil

Anda bisa mulai memperkenalkan musik pada Si Kecil, termasuk musik klasik. Meski cara-cara ini ditujukan ketika anak telah lahir, bukan saat masih berada di kandungan, tak ada salahnya untuk mencoba, bukan?

1. Memainkan alat musik:

Perkenalkanlah bayi pada berbagai jenis musik. Jika Anda memang bisa memainkan alat musik tertentu, berlatihlah di dekat bayi. Tentu saja, sesuaikan volumenya agar tidak mengganggu pendengaran bayi.

2. Menyanyi untuk bayi:

Tak perlu bersuara merdu untuk menyanyikan lagi bagi bayi. Saat mendengarkan Anda bernyanyi, bayi mulai belajar memahami bahasa. Ternyata, bayi menyukai pola dan ritme lagu. Bahkan, bayi bisa mengenali melodi tertentu yang pernah didengar.

3. Bernyanyi bersama anak:

Seiring tumbuh kembangnya, anak mulai menyukai aktivitas bernyanyi bersama Anda. Lirik pada lagu, bisa membantu otak belajar dengan lebih cepat, serta mengingat dalam jangka waktu lama. Itulah sebabnya, kita masih bisa mengingat lirik lagu masa kanak-kanak hingga saat ini.

4. Mendorong anak untuk belajar musik:

Anda tidak perlu menunggu anak masuk SD untuk mulai memperkenalkannya pada pelajaran musik. Otak anak di usia dini yang sedang berkembang, sudah mampu mempelajari musik. Kebanyakan anak berusia 4-5 tahun, menikmati dan mampu mempelajari beberapa jenis instrumen.

Ini efek musik sesungguhnya untuk otak

Generasi terdahulu percaya bahwa musik klasik
bisa meningkatkan IQ.

Kalangan orangtua dan generasi yang sebelumnya, mempercayai adanya "efek Mozart". Mereka percaya, memperdengarkan alunan musik klasik pada bayi, bahkan sejak masih ada di kandungan, bisa meningkatkan IQ dan perkembangan kognitif lainnya. Namun, apakah "efek Mozart" tersebut benar adanya?

Jauh sebelum informasi mengenai manfaat lagu klasik untuk janin merebak, sebuah riset tentang karya musik piano Mozart berjudul Sonata K 448 mengungkapkan, individu yang mendengarkan komposisi tersebut dapat mengalami peningkatan keterampilan dalam penalaran dan memecahkan masalah.

Efek musik pada kinerja otak itu lantas membuat banyak peneliti beramai-ramai melakukan studi kasus untuk mengetahui dampak musik pada kesehatan secara lebih luas.

Sejumlah penelitian membuktikan bahwa bunyi dan tempo yang dihasilkan sebuah musik dapat menstimulus otak untuk memunculkan frekuensi gelombang otak tertentu, yang bisa membuat Anda merasa lebih baik.

Catatan dari SehatQ:

Meski tidak terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan kecerdasan janin, musik klasik tetap bisa menjadi pilihan Anda selama menjalani masa kehamilan. Namun ingat, jangan mendengarkan musik dengan volume terlalu keras.

University of Georgia.
https://extension.uga.edu/publications/detail.html?number=C1053-06&title=The%20Role%20of%20Music
Diakses pada 10 Maret 2020

Sanford Health.
https://news.sanfordhealth.org/childrens/will-listening-to-music-make-your-baby-smarter/
Diakses pada 10 Maret 2020

Parenting Science.
https://www.parentingscience.com/mozart-effect.html
Diakses pada 4 Maret 2020

NCBI.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5586918/
Diakses pada 4 Maret 2020

Artikel Terkait