Lactic acid adalah kandungan dalam produk skincare yang masuk dalam golongan AHA atau asam alfa hidroksi. Fungsi lactic acid atau asam laktat adalah membantu pengelupasan sel kulit mati sehingga merangsang pertumbuhan sel kulit baru.
Ditinjau secara medis oleh dr. Reni Utari
17 Jun 2020
Lactic acic membantu mengeksfoliasi sel kulit mati dan memberi jalan untuk sel kulit di bawahnya
Table of Content
Eksfoliasi adalah proses pengelupasan sel kulit mati agar kulit wajah bebas kusam dan tampak sehat. Lactic acid adalah salah satu kandungan eksfoliasi yang paling dikenal dalam golongan asam alfa hidroksi (alpha hydroxy alpha/AHA).
Advertisement
Lactic acid atau asam laktat yang akan dibahas dalam artikel ini merujuk pada kandungan dalam produk perawatan wajah atau skincare. Apa fungsi lactic acid untuk wajah?
Untuk topik terkait penumpukan asam laktat saat berolahraga, Anda bisa membacanya di artikel ini.
Lactic acid adalah salah satu kandungan yang populer dalam produk skincare.
Lactic acid atau asam laktat adalah salah satu anggota keluarga AHA (alpha-hydroxy acids) atau asam alfa hidroksi, bersama dengan asam glikolat (glycolic acid) hingga asam sitrat.
Bedanya, apabila asam glikolat dibuat dari gula tebu, maka asam laktat dibuat dari susu.
Sebagai salah satu asam golongan AHA, lactic acid memiliki kemampuan untuk mengeksfoliasi sel kulit mati – yang kemudian dapat memberi jalan untuk sel kulit baru. Dengan begitu, kulit akan terlihat lebih cerah, halus, dan sehat.
Salah satu kelebihan lactic acid dibandingkan glycolic acid dan golongan AHA lainnya adalah sifatnya yang lebih ringan.
Dengan demikian, fungsi lactic acid bisa menjadi pilihan yang lebih baik untuk orang-orang dengan kulit sensitif.
Pasalnya, pemilik kulit sensitif biasanya kerap merasa kesulitan dalam memilih produk perawatan kulit yang tepat.
Selain itu, lactic acid juga menjadi kandungan produk perawatan wajah yang tepat bagi Anda yang tidak dapat menggunakan skincare mengandung AHA terlalu kuat.
Baca Juga: Fungsi Alpha-Hydroxy Acids dan Cara Kerjanya
Sebagai salah satu golongan AHA, fungsi lactic acid ternyata beraneka ragam. Berikut adalah manfaat lactic acid untuk kulit yang cerah dan sehat.
Salah satu fungsi lactic acid adalah mengatasi hiperpigmentasi
Hiperpigmentasi adalah kondisi adanya bercak gelap pada kulit akibat produksi melanin yang berlebih.
Melanin sendiri merupakan pigmen pewarna yang membuat kulit menjadi gelap.
Fungsi lactic acid dalam skincare dapat merangsang produksi kolagen sekaligus mengencangkan kulit Anda.
Sebuah penelitian menyebutkan bahwa formula asam laktat sebesar 5% yang digunakan secara rutin dua kali sehari dapat mengencangkan kulit.
Dengan demikian, tanda penuaan, seperti garis halus dan kerutan, dapat tersamarkan.
Eksfoliasi dengan lactic acid atau asam laktat juga membantu mengurangi penampakan bintik hitam akibat penuaan.
Bintik hitam akibat penuaan atau disebut juga dengan senile, lentigo, maupun bintik matahari, juga dapat terjadi karena peningkatan produksi melanin.
Kemunculan bintik hitam ini dapat disebabkan oleh seiring bertambahnya usia seseorang hingga paparan sinar matahari yang berlebihan.
Meratakan warna kulit juga menjadi fungsi lactic acid.
Di samping itu, manfaat lactic acid juga berpotensi untuk mengecilkan pori-pori kulit.
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, fungsi lactic acid adalah mengangkat sel-sel kulit mati penyebab kulit kusam.
Fungsi lactic acid yang mampu mempercepat regenerasi sel inilah yang membuat kulit Anda akan tampak lebih cerah, halus, dan lembut.
Sebagian besar golongan AHA pada skincare memang berfungsi untuk mengangkat sel kulit mati dan meningkatkan tekstur kulit.
Akan tetapi, lactic acid memiliki ekstra manfaat yang mungkin tidak didapat dari golongan AHA lainnya.
Sebab, manfaat lactic acid adalah membantu menjaga kelembapan kulit. Dengan ini, masalah kulit kering tak lagi mengganggu Anda.
Fungsi lactic acid juga bisa mencegah jerawat muncul. Bagaimana bisa?
Proses eksfoliasi dapat menjaga pori-pori kulit tetap bersih dengan cara mengangkat sel-sel kulit mati dan minyak alami yang berlebih yang menjadi penyebab jerawat muncul.
Dengan ini, komedo dan jerawat dapat terhindarkan.
Walau cenderung lebih ringan dibandingkan glycolic acid dan golongan AHA lainnya, lactic acid tetaplah kandungan yang bisa mengeksfoliasi kulit dengan kemampuan yang menakjubkan.
Akan tetapi, sama seperti penggunaan skincare yang mengandung AHA lainnya, penggunaan lactic acid atau asam laktat dapat menimbulkan sejumlah efek samping.
Apa saja efek samping penggunaan skincare yang mengandung lactic acid?
Salah satu efek samping lactic acid adalah peningkatan sensitivitas kulit terhadap sinar matahari.
Seiring dengan sel-sel kulit mati yang telah dihilangkan, kulit baru yang muncul menjadi lebih rentan terhadap kerusakan akibat sinar ultraviolet (UV) yang berasal dari matahari.
Sejumlah penelitian mengungkapkan bahwa sensitivitas kulit terhadap matahari ini dapat bertahan hingga 4 minggu atau bahkan lebih lama, sampai Anda berhenti menggunakan produk skincare mengandung lactic acid.
Oleh karena itu, penggunaan sunscreen atau tabir surya secara rutin sangat penting digunakan bagi Anda yang menggunakan skincare dengan kandungan lactic acid pada pagi dan malam hari.
Anda bisa menggunakan sunscreen dengan SPF 30 atau lebih tinggi sebelum beraktivitas di luar ruangan untuk melindungi kulit dari efek terbakar sinar matahari (sunburn) dan masalah kulit akibat paparan sinar matahari lainnya.
Jika sunscreen tidak digunakan, maka Anda berisiko memperparah masalah kulit yang sudah ada, seperti hiperpigmentasi hingga kanker kulit.
Efek samping lactic acid berikutnya adalah iritasi kulit.
Gejala iritasi kulit yang mungkin timbul akibat penggunaan lactic acid adalah kulit kering, mengelupas, kemerahan, gatal, ada sensasi rasa terbakar, hingga pembengkakan.
Kulit kemerahan, gatal, dan sensasi rasa terbakar ringan mungkin terjadi beberapa saat setelah Anda mengoleskan skincare mengandung lactic acid.
Jika satu jam setelah penggunaan tidak muncul gejala yang parah, maka Anda aman-aman menggunakannya.
Namun, jika gejala iritasi tergolong sedang hingga parah, serta tidak kunjung hilang atau disertai ruam dan pembengkakan, sebaiknya segera bilas kulit Anda.
Hentikan penggunaannya dan segera temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Orang dengan kondisi kulit tertentu, seperti eksim, psoriasis, atau rosacea, disarankan untuk tidak melakukan eksfoliasi kulit menggunakan lactic acid.
Bagi perempuan yang sedang hamil, penggunaan skincare yang mengandung lactic acid tergolong aman dilakukan.
Dokter Anda mungkin menyarankan Anda untuk melewati penggunaan beberapa kandungan skincare tertentu, termasuk retinoid.
Nah, lactic acid bisa menjadi pilihan kandungan yang tepat sebagai solusinya.
Baca Juga: Kandungan Skincare yang Tidak Boleh Digunakan Bersamaan
Jika Anda tertarik untuk menggunakan skincare yang mengandung lactic acid, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Apa sajakah itu?
Sebelum menggunakan lactic acid atau kandungan pada produk perawatan kulit lainnya, pastikan Anda selalu menggunakan tes pada kulit terlebih dahulu.
Anda bisa mengoleskan sedikit skincare yang mengandung lactic acid pada area kulit di bawah dagu atau siku untuk melihat reaksinya pada kulit Anda.
Bila Anda mengalami reaksi kulit yang ekstrem, sebaiknya hentikan penggunaannya dan konsultasikan ke dokter kulit.
Apa pun jenis kandungan skincare yang akan Anda gunakan pertama kali, pastikan untuk memakainya secara perlahan.
Pastikan Anda selalu membaca aturan penggunaan yang tertera pada kemasan produk.
Apabila merasa ragu, gunakan konsentrasi lactic acid yang rendah, yakni sekitar 5%, selama beberapa minggu.
Selanjutnya, Anda bisa melihat reaksi penggunaan lactic acid pada kulit.
Untuk lactic acid dengan konsentrasi yang lebih tinggi, Anda bisa menemui dokter terlebih dahulu guna mendapatkan rekomendasi yang tepat.
Kandungan lactic acid dapat ditemui pada berbagai produk perawatan kulit. Misalnya:
Penggunaan lactic acid tidak disarankan dicampur dengan salah satu golongan AHA, kecuali Anda menggunakan skincare lain yang terdapat formulasi dua jenis AHA di dalamnya. MIsalnya, lactic acid dan hyaluronic acid.
Lactic acid juga tidak boleh dicampur dengan kandungan BHA dan retinol.
Hal ini dapat membuat kulit terlalu kering karena terlalu berlebihan dalam mengeksfoliasi kulit.
Pastikan Anda selalu menggunakan sunscreen pada keesokan pagi harinya sebelum beraktivitas, bila malam harinya menggunakan skincare lactic acid.
Penggunaan sunscreen dapat melindungi kulit baru yang tumbuh dari paparan sinar matahari sekaligus menjaga kesehatan kulit.
Baca Juga
Lactic acid adalah salah satu asam alfa hidroksi atau AHA yang berfungsi untuk mengeksfoliasi sel kulit mati.
Selalu lakukan patch test sebelum Anda menggunakan produk skincare apa pun, termasuk yang mengandung lactic acid.
Selain itu, sertai penggunaan lactic acid dengan sunscreen dalam rutinitas perawatan kulit Anda.
Jika Anda masih ada pertanyaan seputar manfaat lactic acid atau asam laktat untuk kulit, tanyakan langsung dengan dokter lewat aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Caranya, download sekarang di App Store dan Google Play.
Advertisement
Ditulis oleh Arif Putra
Referensi
Artikel Terkait
Akupresur adalah teknik pengobatan tradisional Tiongkok yang mirip dengan akupuntur. Jika akupuntur menggunakan jarum, maka akupresur dilakukan tanpa jarum dan hanya menggunakan tekanan jari saja.
7 Apr 2023
Cara mencerahkan wajah kusam harus sesuai dengan penyebabnya. Anda bisa melakukan perawatan sehari-hari yang mudah dilakukan hingga bahan alami untuk mengatasi kulit kusam.
15 Sep 2023
Cara merawat rambut kering dan rontok antara lain dengan menggunakan masker rambut yang terbuat dari minyak kelapa dan minyak jojoba. Selain itu mengatur waktu keramas dan mengonsumsi makanan yang baik untuk rambut juga berguna mengatasi rambut kering dan rontok.
23 Nov 2020
Diskusi Terkait di Forum
Dijawab oleh dr. Farahdissa
Dijawab oleh dr. Dwiana Ardianti
Dijawab oleh dr. Dwiana Ardianti
Advertisement
Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.
© SehatQ, 2023. All Rights Reserved