Labia mayora berbentuk kulit memanjang dari bagian depan vulva hingga belakang dekat anus
Labia mayora berfungsi sebagai pelindung utama organ reproduksi perempuan

Sepasang “bibir” yang ada di vagina – lebih tepatnya vulva – disebut dengan labia mayora. Disebut “bibir” sebenarnya bukan hanya karena bentuknya saja, tapi mengulik arti “labia” dari bahasa Latin memang berarti bibir, sementara “mayora” berarti besar.

Area tempat tumbuhnya rambut kemaluan ini berfungsi melindungi bagian dalam vulva yang lebih lembut dan sensitif. 

Fungsi labia mayora

Labia mayora berbentuk kulit memanjang dari bagian depan vulva hingga belakang dekat anus. Pada labia mayora, ada jaringan adiposa atau lemak yang membuatnya fleksibel. Sebagai pelindung vulva bagian dalam, itulah mengapa rambut kemaluan tumbuh di labia mayora sehingga terhindar dari gesekan dan tekanan.

Sama seperti skrotum pada pria, labia mayora berfungsi sebagai pelindung utama organ reproduksi perempuan. Selain itu, labia mayora juga mengandung keringat dan kelenjar minyak yang dapat melubrikasi area sekitarnya. 

Masalah yang perlu diwaspadai

Sama seperti bagian organ reproduksi perempuan lainnya, labia mayora juga bisa mengalami beberapa masalah. Gejala awal yang muncul biasanya labia mayora terasa gatal, nyeri, bahkan mengeluarkan cairan keputihan yang tidak biasa.

Masalah seputar labia mayora di antaranya:

  • Folikulitis

Folikel rambut bisa mengalami radang akibat infeksi bakteri, disebut folikulitis. Bentuk folikulitis mirip seperti jerawat di kulit. Pada labia mayora, folikulitis bisa terjadi ketika ada lapisan kulit yang rusak saat mencukur rambut kemaluan. Selain itu, gesekan dengan pakaian yang terlalu ketat juga rentan menyebabkan folikulitis.

Itulah mengapa disarankan tidak pakai celana dalam saat tidur supaya memberi waktu bagi kulit seperti labia mayora untuk bernapas. Gejala folikulitis adalah kulit kemerahan, nyeri, bahkan bisa muncul nanah.

  • Herpes genital

Penyakit menular seksual herpes genital juga bisa terjadi di labia mayora. Gejalanya adalah muncul luka melepuh di bibir vagina. Penderitanya juga akan merasakan nyeri saat buang air kecil serta keluarnya keputihan dengan warna dan bau yang tidak biasa.

  • Kutil kelamin

Gejala kutil kelamin adalah munculnya benjolan kecil di sekitar kelamin, tak terkecuali labia mayora. Kutil kelamin disebabkan oleh virus HPV. Penderitanya akan merasa tidak nyaman karena sensasi gatal terus-menerus.

  • Vulvovaginitis

Vagina dan vulva bisa mengalami peradangan akibat infeksi bakteri, yaitu vulvovaginitis. Selain itu, vulvovaginitis juga bisa terjadi karena virus, parasit, iritasi, atau penyakit menular seksual.

Gejala lainnya adalah muncul keputihan dengan bau dan warna tidak normal, nyeri, dan gatal di labia mayora.

  • Hipertrofi labia

Kondisi ini terjadi apabila salah satu labia lebih besar dari yang seharusnya. Meskipun tidak berbahaya, kondisi ini bisa membuat upaya membersihkan labia mayora menjadi lebih sulit. Selain itu, meskipun ini bukan masalah medis namun perlu dijaga agar tidak ada iritasi karena gesekan.

  • Kista Bartholin

Kelenjar Bartholin terletak di setiap sisi vagina. Apabila ada sumbatan akibat minyak atau keringat, maka bisa terbentuk kista. Semakin parah apabila kista terinfeksi bakteri sehingga harus ditangani dengan konsumsi atau salep antibiotik.

  • Psoriasis

Psoriasis terjadi ketika sel-sel kulit tumbuh dengan tidak normal sehingga memicu penumpukan kulit. Psoriasis bisa terjadi di labia mayora. Gejalanya adalah kulit menebal, sensasi gatal, kemerahan, dan bisa meluas hingga ke anus. 

Masih ada beberapa masalah yang rentan terjadi di sekitar labia mayora. Ketika merasakan gejala yang tidak nyaman, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri untuk tahu pemicunya. 

Jika dibiarkan, masalah pada area labia mayora bisa berdampak pada sistem reproduksi. Untuk itu, selalu prioritaskan kebersihan labia mayora dan bagian organ kewanitaan lainnya.

Bagaimana menjaga kesehatan labia mayora?

Area vulva dan vagina termasuk bagian tubuh yang rentan dalam kondisi lembap, untuk itu perlu dijaga betul kebersihannya. Beberapa cara menjaga kesehatan labia mayora adalah:

  • Tidak memakai celana dalam atau celana yang terlalu ketat
  • Memakai pakaian dalam dengan bahan menyerap keringat
  • Tidak disarankan memakai sabun pembersih kewanitaan karena dapat mengganggu pH alami. Basuh hanya dengan air mengalir biasa.
  • Selalu mengeringkan vulva seusai membasuhnya sebelum memakai celana dalam kembali
  • Jika mencukur rambut kemaluan atau brazilian waxing, pastikan benar-benar higienis

Tubuh setiap individu unik, oleh karena itu kenalilah bagian yang paling “tersembunyi” sekalipun, seperti labia mayora. Tak usah malu menyisihkan waktu sejenak untuk melihat seperti apa bentuk labia mayora Anda, sehingga bisa tahu jika ada masalah atau ketika ada perbedaan yang muncul.

Jaga kebersihan labia mayora, baik dengan merawat diri sendiri maupun waspada saat menggunakan fasilitas publik seperti toilet umum. Siapkan tisu atau toilet sanitizer untuk membantu mensterilkan area yang mengalami kontak langsung dengan area sekitar vulva.

Health Direct. https://www.healthdirect.gov.au/labia-problems
Diakses 24 Februari 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326403#appearance
Diakses 24 Februari 2020

National Vulvodynia Association. https://www.nva.org/what-is-vulvodynia/vulvar-anatomy/
Diakses 24 Februari 2020

Inner Body. https://www.innerbody.com/image_dige04/repo19.html#continued
Diakses 24 Februari 2020

Artikel Terkait