logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Wanita

Mengenal Labia Mayora, Bibir Pelindung Area Kewanitaan

open-summary

Labia mayora adalah sepasang kulit tempat tumbuhnya rambut kemaluan yang berfungsi melindungi bagian dalam vulva. Labia mayora juga menghasilkan keringat dan minyak yang bisa melubrikasi serta mengeluarkan aroma khas dari organ kemaluan yang menarik pasangan saat melakukan hubungan seksual.


close-summary

3.86

(28)

4 Mar 2020

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Fungsi labia mayora adalah untuk melindungi organ reproduksi perempuan

Labia mayora berfungsi sebagai pelindung utama organ reproduksi perempuan

Table of Content

  • Apa itu labia mayora?
  • Fungsi labia mayora
  • Bentuk-bentuk dan ukuran labia mayora
  • Masalah di labia mayora yang perlu diwaspadai
  • Bagaimana menjaga kesehatan labia mayora?

Labia mayora adalah bagian dari vulva yang merupakan salah satu organ inti reproduksi wanita. Ini adalah bagian yang pertama kali terlihat saat Anda mengamati area intim wanita. Labia mayora memiliki banyak peran penting dalam kesehatan. Berikut penjelasan lengkapnya.

Advertisement

Apa itu labia mayora?

Gambar vulva tempat labia mayora berada
Gambar anatomi vulva tempat labia mayora berada

Dalam organ reproduksi wanita, ada organ yang sering disebut sebagai vagina, padahal secara anatomis, organ tersebut bernama vulva. Vagina adalah bagian yang berada lebih dalam dari vulva.

Saat Anda membayangkan organ intim wanita, ada bagian yang berbentuk seperti bibir di bagian luar. Inilah yang dinamakan sebagai labia mayora.

Labia mayora disebut sebagai “bibir” sebenarnya bukan hanya karena bentuknya saja, tapi mengulik arti “labia” dari bahasa Latin memang berarti bibir, sementara “mayora” berarti besar.

Labia mayora adalah area tempat tumbuhnya rambut kemaluan dan berfungsi melindungi bagian dalam vulva yang lebih lembut dan sensitif. 

Di dalam labia mayora, ada labia minora, "bibir" yang lebih tipis dengan bentuk berkerut yang berada di antara klirotis dan lubang vagina. 

Sebagian wanita ada yang memiliki labia mayora lebih besar dibanding labia minora, namun sebagian lagi sebaliknya. Baik ukuran maupun warna labia setiap wanita bisa berbeda, dan keduanya akan sama-sama membengkak saat terangsang.

Fungsi labia mayora

Labia mayora memiliki beberapa fungsi penting untuk kesehatan reproduksi wanita, seperti:

  • Sebagai pelindung utama organ reproduksi perempuan.
  • Melubrikasi area vulva dan sekitarnya karena labia mayora mengandung kelenjar keringat dan minyak 
  • Melindungi organ reproduksi dari gesekan dan tekanan karena pada labia mayora terdapat jaringan adiposa atau lemak yang membuatnya fleksibel dan lapisan luarnya menjadi tempat tumbuhnya rambut kemaluan. 
  • Memproduksi aroma khas yang dinilai bisa menarik lawan jenis saat melakukan kegiatan seksual

BACA JUGA: Bagian Dalam Vagina dan Perannya Bagi Reproduksi Wanita

Bentuk-bentuk dan ukuran labia mayora

Bibir vagina atau labia mayora memiliki beragam bentuk yang berbeda-beda. Beberapa bentuk berikut ini merupakan bentuk yang cukup umum dimiliki para wanita di dunia.

  • Asymmetrical Inner Lips. Bentuk ini merupakan jenis yang memiliki labia minora lebih panjang, tebal, dan besar dari bentuk lainnya. Karena ukuran antara labia mayora dan minora yang sama, maka jenis ini disebut asimetris.
  • Curved outer lips. Labia mayora satu ini berbentuk lubang vagina yang lebih lebar bagian atasnya sehingga memperlihatkan bagian labia minora. Bentuknya menyerupai tapal kuda.
  • Prominent inner lips. Bentuk yang satu ini menunjukkan labia minora lebih panjang dan menonjol dari si labia mayora. Namun, perbedaan panjangnya tidak terlalu mencolok.
  • Prominent outer lips. Kebalikan dari bentuk sebelumnya, bentuk satu ini memiliki labia mayora yang lebih menonjol dan rendah dari vulva.
  • Long dangling inner lips. Berbentuk bibir vagina bagian dalam yang menonjol.
  • Long dangling outer lips. Berbentuk bibir luar vagina yang lebih menonjol
  • Small open lips. Berbentuk labia mayora rata dan juga saling menempel pada tulang kemaluan.
  • Small closed lips. Labia mayora terkesan sangat rapat dan tertutup.
  • Visible inner lips. Berbentuk bibir bagian dalam yang tidak terlihat karena menggantung di bagian lipatan luarnya.

Masalah di labia mayora yang perlu diwaspadai

Penyakit yang bisa menyerang labia mayora salah satunya herpes genital
Labia mayora bisa terserang beberapa jenis penyakit

Sama seperti bagian organ reproduksi perempuan lainnya, labia mayora juga bisa mengalami beberapa masalah. Gejala awal yang muncul biasanya labia mayora terasa gatal, nyeri, bahkan mengeluarkan cairan keputihan yang tidak biasa.

Penyakit yang dapat terjadi di labia mayora antara lain:

1. Folikulitis

Folikel rambut bisa mengalami radang akibat infeksi bakteri, disebut folikulitis. Bentuk folikulitis mirip seperti jerawat di kulit. Pada labia mayora, folikulitis bisa terjadi ketika ada lapisan kulit yang rusak saat mencukur rambut kemaluan. Selain itu, gesekan dengan pakaian yang terlalu ketat juga rentan menyebabkan folikulitis.

Itulah mengapa disarankan tidak pakai celana dalam saat tidur supaya memberi waktu bagi kulit seperti labia mayora untuk bernapas. Gejala folikulitis adalah kulit kemerahan, nyeri, bahkan bisa muncul nanah.

2. Herpes genital

Penyakit menular seksual herpes genital juga bisa terjadi di labia mayora. Gejalanya adalah muncul luka melepuh di bibir vagina. Penderitanya juga akan merasakan nyeri saat buang air kecil serta keluarnya keputihan dengan warna dan bau yang tidak biasa.

3. Kutil kelamin

Gejala kutil kelamin adalah munculnya benjolan kecil di sekitar kelamin, tak terkecuali labia mayora. Kutil kelamin disebabkan oleh virus HPV. Penderitanya akan merasa tidak nyaman karena sensasi gatal terus-menerus.

4. Vulvovaginitis

Vagina dan vulva bisa mengalami peradangan akibat infeksi bakteri, yaitu vulvovaginitis. Selain itu, vulvovaginitis juga bisa terjadi karena virus, parasit, iritasi, atau penyakit menular seksual.

Gejala lainnya adalah muncul keputihan dengan bau dan warna tidak normal, nyeri, dan gatal di labia mayora.

5. Hipertrofi labia

Kondisi ini terjadi apabila salah satu labia lebih besar dari yang seharusnya. Meskipun tidak berbahaya, kondisi ini bisa membuat upaya membersihkan labia mayora menjadi lebih sulit. Selain itu, meskipun ini bukan masalah medis namun perlu dijaga agar tidak ada iritasi karena gesekan.

6. Kista Bartholin

Kelenjar Bartholin terletak di setiap sisi vagina. Apabila ada sumbatan akibat minyak atau keringat, maka bisa terbentuk kista. Semakin parah apabila kista terinfeksi bakteri sehingga harus ditangani dengan konsumsi atau salep antibiotik.

7. Psoriasis

Psoriasis terjadi ketika sel-sel kulit tumbuh dengan tidak normal sehingga memicu penumpukan kulit. Psoriasis bisa terjadi di labia mayora. Gejalanya adalah kulit menebal, sensasi gatal, kemerahan, dan bisa meluas hingga ke anus. 

Masih ada beberapa masalah yang rentan terjadi di sekitar labia mayora. Ketika merasakan gejala yang tidak nyaman, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri untuk tahu pemicunya. 

Jika dibiarkan, masalah pada area labia mayora bisa berdampak pada sistem reproduksi. Untuk itu, selalu prioritaskan kebersihan labia mayora dan bagian organ kewanitaan lainnya.

Baca Juga

  • Apa Fungsi Skrotum dalam Sistem Reproduksi Pria?
  • Penyebab Bintik Putih di Penis dan Cara Mengatasinya dengan Tepat
  • Bentol di Vagina Terasa Gatal, Kenali Sebab dan Cara Mengatasinya

Bagaimana menjaga kesehatan labia mayora?

Area vulva dan vagina termasuk bagian tubuh yang rentan dalam kondisi lembap, untuk itu perlu dijaga betul kebersihannya. Beberapa cara menjaga kesehatan labia mayora adalah:

  • Tidak memakai celana dalam atau celana yang terlalu ketat
  • Memakai pakaian dalam dengan bahan menyerap keringat
  • Tidak disarankan memakai sabun pembersih kewanitaan karena dapat mengganggu pH alami. Basuh hanya dengan air mengalir biasa.
  • Selalu mengeringkan vulva seusai membasuhnya sebelum memakai celana dalam kembali
  • Jika mencukur rambut kemaluan menggunakan metode brazilian waxing, pastikan benar-benar higienis

Tubuh setiap individu unik, oleh karena itu kenalilah bagian yang paling “tersembunyi” sekalipun, seperti labia mayora. Tak usah malu menyisihkan waktu sejenak untuk melihat seperti apa bentuk labia mayora Anda, sehingga bisa tahu jika ada masalah atau ketika ada perbedaan yang muncul.

Jaga kebersihan labia mayora, baik dengan merawat diri sendiri maupun waspada saat menggunakan fasilitas publik seperti toilet umum. Siapkan tisu atau toilet sanitizer untuk membantu mensterilkan area yang mengalami kontak langsung dengan area sekitar vulva.

Jika Anda masih punya pertanyaan seputar labia mayora atau kesehatan organ reproduksi secara umum, konsultasikan langsung ke dokter lewat fitur Chat Dokter yang ada di aplikasi SehatQ. Unduh gratis di App Store dan Google Play.

Advertisement

kesehatan organ intimkutil kelaminherpes genitalvulvovaginitisorgan intim wanitakesehatan vagina

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved