logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Kwashiorkor, Malnutrisi pada Anak karena Kurangnya Asupan Protein

open-summary

Kekurangan protein dapat memicu penyakit kwashiorkor. Kondisi ini juga dikenal sebagai salah satu penyebab busung lapar atau malnutrisi pada anak-anak dan orang dewasa.


close-summary

7 Feb 2020

| Anita Djie

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Kekurangan protein bisa sebabkan kwashiorkor

Kwashiorkor menyebabkan anak mudah kelelahan dan lemas

Table of Content

  • Apa itu kekurangan protein (kwashiorkor)?
  • Penyebab kwashiorkor
  • Bagaimana mencegah kwashiorkor?
  • Catatan dari SehatQ

Gizi buruk adalah salah satu masalah besar yang sering terjadi di negara-negara Afrika. Di televisi, kita bisamelihat banyak anak dengan perut yang terlihat besar namun tangan dan kaki sangat kurus.

Advertisement

Salah satu faktor yang memungkinkan kondisi tersebut adalah kwashiorkor. Kondisi ini umumnya terjadi di negara-negara berkembang yang kekurangan pasokan makanan. Kondisi ini juga bisa terjadi di wilayah yang terkena bencana alam besar.

Namun, Anda dapat mengalaminya jika mempunyai pola makan yang dominan karbohidrat dan rendah protein atau vitamin dan mineral lainnya. seperti apakah sebenarnya kondisi kwashiorkor itu?

Baca Juga

  • Mengenal Ramsay Hunt Syndrome, Reinfeksi Cacar Air yang Memengaruhi Saraf Wajah
  • Kulit Pucat Tiba-Tiba, Bisa Terjadi Akibat Stres Hingga Penyakit
  • Trihexyphenidyl Adalah Obat yang Biasa Digunakan Oleh Penderita Parkinson

Apa itu kekurangan protein (kwashiorkor)?

Kwashiorkor sebenarnya adalah salah satu bentuk dari malnutrisi atau kekurangan gizi yang dapat memicu busung lapar.

Kondisi ini dapat dicirikan dengan perut buncit dan biasanya terjadi karena penderitanya kekurangan protein dan kebanyakan hanya mengonsumsi karbohidrat. Membesarnya perut diakibatkan oleh oedema atau penumpukan cairan dalam tubuh.

Penumpukan cairan dalam tubuh tidak hanya berdampak pada perut, tetapi juga bisa ke seluruh tubuh, termasuk di bagian wajah. Seringnya, penumpukan cairan terjadi pertama kali di bagian paha.

Kwashiorkor sering terjadi pada anak-anak. Namun tidak berarti orang dewasa bisa luput dari kondisi ini. Menurut ahli, beberapa gejala lain yang dapat timbul akibat kondisi kwashiorkor meliputi:

  • Diare
  • Kegagalan untuk bertumbuh atau menaikkan berat badan
  • Perubahan pada warna dan tekstur kulit serta rambut
  • Rambut kering dan mudah rontok
  • Hilangnya massa otot
  • Kelelahan
  • Kuku yang bergerigi atau retak
  • Mudah kesal
  • Ruam-ruam kemerahan di kulit yang menggelap dan mengelupas
  • Penurunan daya tahan tubuh yang membuat penderita rentan mengalami infeksi

Kondisi kwashiorkor harus segera ditangani karena jika tidak, penderita akan sangat rentan untuk mengalami infeksi-infeksi yang bisa membahayakan tubuh.

Penderitanya berpotensi mengalami masalah kesehatan dan komplikasi serius, seperti koma, cacat fisik dan mental yang pemanen, kegagalan organ tubuh, bahkan kematian. Bila segera ditangani, penderitanya bisa sembuh secara total.

Anak-anak yang menderita kondisi ini tidak dapat bertumbuh dengan semestinya. Hasilnya, bisa memiliki ukuran tubuh yang kecil dan pendek seumur hidupnya.

Penyebab kwashiorkor

Kondisi ini utamanya diakibatkan oleh kurangnya konsumsi protein atau vitamin dan mineral tertentu. Oleh karenanya, kondisi ini sangat sering ditemui di negara-negara yang memiliki kesulitan pangan dan kurangnya edukasi mengenai gizi imbang untuk anak.

Saat tubuh kekurangan protein atau vitamin dan mineral tertentu yang dibutuhkan oleh sel tubuh, maka tubuh akan kesulitan untuk memperbaiki dan membuat sel-sel baru, akhirnya tubuh tidak bisa berfungsi secara optimal dan memicu kwashiorkor.

Meskipun kwashiorkor umumnya menandakan malnutrisi, tetapi terkadang kondisi ini juga dapat mengindikasikan adanya kondisi medis tertentu, seperti HIV.

Bagaimana mencegah kwashiorkor?

Kwashiorkor tentunya dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan yang bergizi imbang dan bernutrsi. Konsumsi makanan tidak hanya ditekankan pada karbohidrat, tetapi juga jenis makanan lainnya seperti protein, serat, dan sebagainya.

Selain menyeimbangkan kadar gizi dalam makanan, Anda juga harus memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi dalam satu hari tersebut sudah dapat mencukupi kalori harian yang dibutuhkan.

Secara umum, orang dewasa memerlukan sebanyak 10 sampai 35 persen protein dalam makanannya hariannya.

Sementara anak yang masih berusia muda memerlukan lima sampai 20 persen protein dan anak yang lebih tua membutuhkan 10 sampai 30 persen protein dalam makanan per harinya.

Lengkapi kebutuhan makan anak Anda dengan gizi seimbang. Untuk memperoleh gizi yang seimbang diperlukan konsumsi dari berbagai kelompok makanan yang terdiri beragam jenis nutrisi, termasuk protein, karbohidrat, lemak, mineral, serat dan vitamin.

Catatan dari SehatQ

Anda tidak perlu khawatir mengidap kwashiorkor jika Anda sudah menerapkan pola makanan sehat yang bergizi imbang.

Namun, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter bila Anda mengalami gejalanya meskipun sudah mengonsusmi makanan yang sesuai dengan kebutuhan harian Anda.

Advertisement

penyakitmalnutrisipola hidup sehat

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved