Kunjungi Dokter Perinatologi untuk Masalah Kehamilan Berisiko Tinggi

Jantung janin akan dicek oleh dokter perinatologi di tiap pemeriksaan prenatal
Dokter perinatologi akan mengecek detak jantung janin secara berkala

Perinatologi adalah bidang medis yang khusus menangani berbagai masalah kehamilan yang berisiko tinggi. Perinatologi termasuk subspesialisasi dari kebidanan dan ginekologi.

Untuk menjadi ahli perinatologi, seorang dokter kandungan perlu melanjutkan pendidikan yang berfokus pada komplikasi kehamilan selama tiga tahun. Komplikasi kehamilan ini tak hanya berkisar pada ibu hamil, tapi juga perawatan janin serta bayi baru lahir yang memiliki kondisi medis tertentu.

Apa saja tindakan yang dilakukan oleh dokter perinatologi?

Dengan latar belakang pendidikan tersebut, seorang dokter spesialis perinatologi memiliki kompetensi untuk melakukan tindakan-tindakan berikut:

  • Merawat ibu dan bayi sebelum, selama, dan setelah kehamilan
  • Melakukan USG, amniosentesis, dan prosedur khusus lainnya
  • Memberikan konsultasi pada dokter kandungan dan praktisi kehamilan untuk masalah kehamilan
  • Memantau asupan obat pasien
  • Bekerja dengan dokter bedah yang khusus menangani operasi janin

Sementara kondisi-kondisi medis atau masalah pada kehamilan yang dapat ditangani oleh dokter perinatologi meliputi:

Kapan calon ibu harus memeriksakan diri ke dokter perinatologi?

Bagi wanita yang tengah merencanakan program hamil, disarankan untuk melakukan serangkaian pemeriksaan kesehatan. Hal ini penting untuk mengetahui ada tidaknya kondisi yang mungkin dapat menghambat kehamilan atau membahayakan janin di kemudian hari.

Anda juga direkomendasikan untuk berkonsultasi dengan dokter perinatologi jika memiliki penyakit atau kondisi medis di bawah ini:

Dokter perinatologi dapat memberikan bantuan dengan mengubah obat Anda untuk mencegah efek buruk pada ibu maupun janin. Jika Anda mengidap diabetes, dokter dapat membantu untuk mengontrol kadar gula darah sebelum kehamilan guna menghindari cacat lahir pada bayi.

Sementara jika keluarga Anda memiliki penyakit tertentu, skrining dan konseling genetik dapat membantu mengetahui apakah Anda dan pasangan berisiko sebagai pembawa (carrier) penyakit tersebut.

Begitu pula jika Anda memiliki anak dengan kelainan genetik, dokter perinatologi dapat memberikan konseling mengenai tindakan yang harus dilakukan serta dampak kondisi tersebut pada kehamilan Anda selanjutnya.

Apa itu kehamilan berisiko tinggi?

Kehamilan disebut berisiko tinggi jika dapat membahayakan ibu maupun janin. Terkadang,  kehamilan ini terjadi akibat kondisi medis yang sudah ada sebelumnya.

Namun ada pula sebagian wanita yang baru mengalami kehamilan berisiko tinggi saat sudah mengandung. Jika kehamilan Anda termasuk berisiko tinggi, Anda memerlukan perawatan dan pemantauan ekstra dari dokter.

Terdapat beberapa faktor yang bisa menyebabkan seorang wanita mengalami kehamilan risiko tinggi. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Usia

Kehamilan pada usia remaja dan di atas usia 35 dapat dianggap sebagai kehamilan yang berisiko. Keduanya bisa meningkatkan risiko preeklamsia.

  • Kondisi medis tertentu

Beberapa kondisi medis seperti diabetes, lupus, atau depresi dapat menyebabkan seorang wanita mengalami kehamilan risiko tinggi.

  • Obesitas

Tak hanya preeklamsia, obesitas saat hamil juga dapat meningkatkan risiko diabetes gestasional serta bayi meninggal dalam kandungan.

  • Hamil kembar

Bayi kembar berisiko untuk lahir lebih awal (prematur). Jika tidak diantisipasi, hal ini bisa membahayakan kondisi ibu maupun bayi. Jadi jangan ragu untuk membicarakannya dengan dokter perinatologi.

  • Kecanduan

Masalah kecanduan dapat memicu kehamilan risiko tinggi. Apabila Anda memiliki ketergantungan terhadap alkohol, rokok, atau obat-obatan, bicarakan dengan dokter secara jujur agar dapat ditangani.

  • Faktor lainnya

Anda juga perlu berkonsultasi dengan dokter perinatologi jika memiliki riwayat kesehatan tertentu. Misalnya, pernah mengidap gangguan makan, keguguran, operasi mulut rahim, atau kelainan darah.

Mengalami kehamilan yang berisiko tinggi memang bukan hal mudah. Tapi tidak berarti Anda pasti mengalaminya kembali di kehamilan selanjutnya.

Dengan berkonsultasi pada dokter perinatologi dan mengikuti perawatan dengan baik, Anda tetap memiliki kemungkinan untuk menjalani kehamilan yang lebih sehat di masa depan.

Jika Anda memiliki masalah kesehatan sebelum, selama, dan sesudah kehamilan, dokter kandungan biasanya akan merujuk Anda ke dokter perinatologi.

Dokter spesialis perinatologi dapat memberikan konseling serta penanganan yang tepat untuk membantu ibu melewati kondisi yang dialami. Dengan ini, ibu dan janin tetap sehat hingga persalinan tiba.

Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/what-is-a-perinatologist-4173850
Diakses pada 31 Maret 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/intrapartum-care-physician
Diakses pada 31 Maret 2020

John Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/staying-healthy-during-pregnancy/high-risk-pregnancy-what-you-need-to-know
Diakses pada 31 Maret 2020

BabyCenter. https://www.babycenter.com/0_what-is-a-high-risk-pregnancy_10414223.bc
Diakses pada 31 Maret 2020

Artikel Terkait