3 Kunci Agar Anak Tumbuh Tinggi: Nutrisi, Waktu Tidur, dan Aktivitas Fisik

Agar anak tumbuh tinggi, orangtua perlu mencukupi kebutuhan nutrisi sekaligus memerhatikan aktivitas fisiknya
Anak akan mengalami pertumbuhan tinggi badan cukup signifikan saat berusia antara 6-8 tahun

Memang benar bahwa faktor genetik turut menentukan tinggi atau pendeknya seorang anak. Meski demikian, bukan berarti orangtua yang bertubuh pendek tak bisa mencoba cara agar anak tumbuh tinggi. Selain 80% faktor genetik, 20% pertumbuhan tubuh anak ditentukan hal lainnya seperti nutrisi dan stimulus fisik.

Seumur hidup, tinggi badan anak selalu menjadi tolok ukur orangtua untuk mengetahui perkembangannya. Belum lagi sikap menghakimi dari sekitar yang kerap ditujukan untuk hal fisik, seperti anak yang tinggi dan pendek, atau anak yang gemuk dan kurus.

Namun hal yang jauh lebih penting dari semua stereotip itu adalah bagaimana kecukupan nutrisi anak yang juga berpengaruh pada tinggi badan mereka. Semakin memadai nutrisi yang diterima seorang anak, tentu hal ini juga berdampak positif bagi semua aktivitasnya.

Nutrisi agar anak tumbuh tinggi

Salah satu aspek krusial agar anak tumbuh tinggi adalah asupan nutrisi. Anak akan mengalami pertumbuhan tinggi badan cukup signifikan saat berusia antara 6 hingga 8 tahun. Setelah itu, sekitar 25% pertumbuhan badan dilanjutkan saat fase pubertas.

Ada 2 hormon yang turut andil dalam hal ini yaitu Human Growth Hormone (HGH) dan Insulin-like Growth Factor-1 (IGF-1). Kedua hormon tersebut menentukan panjang tulang dan menjaga massa tulang seseorang.

Ada beberapa asupan nutrisi penting agar anak tumbuh tinggi seperti:

1. Telur

Sebagai sumber protein, zat besi, riboflavin, dan biotin, telur sangat penting untuk perkembangan tinggi badan anak. Utamanya adalah putih telur yang mengandung konsentrasi protein tinggi.

Anda bisa memberikan telur dengan olahan omelet atau telur rebus sebagai menu sarapan. Meski demikian, perhatikan pula apakah ada reaksi alergi dari anak saat makan telur.

2. Produk olahan susu

Susu mengandung kalsium dan protein yang bisa membantu pertumbuhan tulang dan membuatnya semakin kuat. Produk olahan susu seperti keju dan yogurt sangat tinggi akan kalsium dan vitamin sehingga membantu mineralisasi tulang anak. Bahkan, penelitian menemukan bahwa susu pertumbuhan bisa mengurangi jumlah anak stunting.

3. Kedelai

Nutrisi agar anak tumbuh tinggi lainnya adalah kedelai, yang mengandung protein cukup tinggi. Memberikan menu anak dengan bahan baku kedelai bisa membantu mengoptimalkan kesehatan tulang mereka.

4. Ayam

Selain protein dan vitamin B, ayam juga menjadi pilihan protein hewani yang mudah diolah dan rasanya disukai anak. Terbukti dari penelitian, protein dari ayam bisa membuat pertumbuhan tubuh anak menjadi lebih cepat serta optimal.

5. Sayuran hijau

Tak hanya kaya zat besi, sayuran hijau juga mengandung kalsium yang membantu pembentukan tulang terutama bagi anak-anak dan remaja. Konsumsi sayuran seperti kubis, kale, brokoli, atau bayam. Jika ingin menambah nafsu makan anak, olah sayuran dengan menu favorit mereka.

Aktivitas agar anak tumbuh tinggi

Selain nutrisi dari makanan, beri stimulus pada anak melalui aktivitas fisik. Memang benar bahwa ada mitos tentang olahraga bikin tinggi meski seseorang telah dewasa seperti berenang atau bermain basket.

Nyatanya, olahraga semacam itu hanya membuat postur lebih baik dan memberi kesan tinggi. Beberapa aktivitas lain yang bisa menjadi referensi agar anak tumbuh tinggi di antaranya:

  • Pose yoga seperti surya namaskar bisa membantu membuat tulang belakang lebih panjang
  • Bermain basket atau voli menjadi stimulus bagi otak untuk memproduksi growth hormone (GH)
  • Berenang akan melatih kekuatan otot anak sekaligus membentuk postur tubuh semakin baik
  • Tidur cukup dan berkualitas agar produksi GH mendapat stimulus optimal
  • Biasakan anak menjaga postur tubuh dengan baik seperti duduk dan berdiri tegak

Jangan lupa untuk selalu melakukan pemeriksaan berkala tentang pertumbuhan tubuh anak, tak hanya soal tinggi badannya saja. Observasi pertumbuhan anak dapat membantu mendeteksi apakah ada yang terhambat.

Ajak anak berpartisipasi dalam aktivitas fisik dengan orangtua atau teman-teman mereka. Jangan pula menjadikan target tinggi badan tertentu sebagai beban yang harus dipenuhi anak, karena ada yang jauh lebih penting ketimbang anak tinggi atau pendek: yaitu anak tumbuh sehat.

First Cry Parenting. https://parenting.firstcry.com/articles/top-8-ways-to-increase-height-in-children/
Diakses 6 Desember 2019

Hello Motherhood. https://www.hellomotherhood.com/toddlers-required-caloric-intake-6121.html
Diakses 6 Desember 2019

Live Strong. https://www.livestrong.com/article/69870-kids-grow-taller/
Diakses 6 Desember 2019

Style Craze. https://www.stylecraze.com/articles/best-foods-for-kids-to-grow-taller/#gref
Diakses 6 Desember 2019

The Asian Parent. https://sg.theasianparent.com/how-to-grow-taller-for-kids
Diakses 6 Desember 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed