Kumur Air Garam Bisa Cegah Virus Corona, Apakah Benar Terbukti?

Kumur air garam bisa cegah virus corona adalah mitos
Kumur dengan air garam tidak terbukti bisa mencegah virus corona.

Media sosial ataupun grup chat menjadi salah satu tempat untuk berbagi informasi terkini mengenai virus corona atau Covid-19 yang tengah meresahkan pikiran banyak orang di dunia.

Mungkin Anda pernah mendengar "kabar burung" tentang berkumur dengan air garam untuk mencegah masuknya virus corona ke dalam tubuh. Namun, apakah anjuran ini sudah dibuktikan dengan penelitian? Mari telusuri penjelasan ilmiahnya ini.

Kumur air garam bisa cegah virus corona, mitos atau fakta?

Banyak orang yang percaya bahwa virus corona akan “bertahan” di tenggorokan, sebelum akhirnya masuk ke tubuh dan menyerang paru-paru. Itulah sebabnya, berkumur dengan air garam dianggap sebagai cara untuk mencegah masuknya virus corona ke dalam tubuh.

Tidak hanya air garam, kabar burung yang beredar di media sosial dan grup chat ini juga menyebutkan bahwa cuka bisa digunakan untuk berkumur, sehingga virus corona yang ada di tenggorokan bisa terangkat kembali, dan tidak masuk ke dalam tubuh.

Biasanya virus corona masuk ke tubuh lewat cairan tubuh atau droplet yang terhirup lewat hidung. Cara umum lainnya adalah ketika tangan yang sudah terkontaminasi, menyentuh hidung, sehingga virus corona akan terhirup.

Itulah sebabnya, para dokter tidak percaya kalau air garam bisa mengangkat virus corona yang ada di tenggorokan. Sebab, virus yang telah merenggut belasan ribu nyawa ini dipercaya tidak “berkunjung” ke tenggorokan.

Selain itu, lembaga kesehatan publik nasional Amerika Serikat, The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) juga menegaskan, berkumur dengan air garam memang menjadi cara yang ampuh untuk meredakan sakit tenggorokan. Namun, belum ada bukti bahwa berkumur dengan air garam bisa mencegah masuknya virus corona ke dalam tubuh.

Terlebih lagi, menurut seorang dokter dari University of Pennsylvania, Amerika Serikat, berkumur dengan air garam hanya bisa meredakan peradangan tenggorokan, tapi tidak mencegah masuknya virus corona ke dalam tubuh hingga paru-paru.

Oleh karena itu air garam bisa cegah virus corona dapat dikatakan sebagai mitos.

Bahaya membilas hidung dengan air garam

Kumur air garam
Membilas hidung dengan air garam

Lagi-lagi, ada kabar beredar mengenai air garam. Kali ini bukan untuk berkumur, tapi membilas hidung dan kedua lubangnya, untuk mencegah virus corona masuk lebih dalam ke saluran pernapasan.

Badan kesehatan dunia, World Health Organization (WHO) dengan tegas mengatakan bahwa hal ini hanyalah mitos belaka.

Tidak ada bukti kuat bahwa kalau membilas hidung dengan air garam dapat mengeluarkan kembali atau mencegah masuknya virus corona dari hidung.

Selain itu, membilas hidung dengan air garam juga dianggap tidak ampuh dalam mencegah infeksi saluran pernapasan.

virus corona

Jangan mau tertipu mitos, kenali fakta virus corona di sini.

Apakah virus corona bisa tertular pada anak-anak? Telusuri jawabannya di sini.

Obat HIV bisa menyembuhkan virus corona, mitos atau fakta?

Cara mencegah virus corona yang sudah terbukti

Sejauh ini, para peneliti dan dokter di seluruh dunia sedang berusaha keras dalam mencari obat yang bisa menyembuhkan virus corona. Selagi menunggu hasil perjuangan mereka, ada berbagai cara mencegah virus corona yang terbukti ampuh dan bisa Anda coba. Apa saja?

  • Mencuci tangan secara rutin

Mencuci tangan menjadi salah satu bagian tubuh yang bisa menjadi tempat tinggal virus corona. Jika menyentuh wajah dalam keadaan tangan terkontaminasi, Anda bisa menjadi pasien virus corona selanjutnya.

Itulah sebabnya seluruh badan kesehatan di dunia meminta masyarakat untuk rajin mencuci tangan dengan baik dan benar. Terlebih lagi menggunakan air bersih yang mengalir serta sabun.

Setiap bagian tangan, mulai dari punggung tangan, sela-sela jari, hingga kuku, harus bersih.

  • Menerapkan physical distancing

Menerapkan physical distancing menjadi cara mencegah virus corona yang vital. Physical distancing dapat dilakukan dengan menjaga jarak antara Anda dengan orang lain, setidaknya 1 meter.

Sebab, jika ada orang lain yang bersin atau batuk, cairan tubuhnya bisa tersebar dan terhirup oleh orang di dekatnya.

  • Tidak menyentuh wajah

Tidak menyentuh wajah bisa menurunkan risiko penyebaran virus corona. Sebab, sangat sulit untuk mengingat yang telah disentuh oleh tangan Anda. Itulah sebabnya, Anda tidak pernah tahu apakah tangan Anda sudah terkontaminasi virus corona atau belum.

  • Tidak berbagi barang pribadi

Hindari bertukar barang pribadi seperti handuk, alat makan, perhiasan, dan sisir sebagai antisipasi. Virus corona bisa saja muncul tanpa gejala atau justru menjadi carrier di sekitar Anda. Oleh karena itu hal kecil seperti ini perlu diperhatikan untuk meminimalisir penyebaran.

  • Menutup mulut saat batuk dan bersin

Virus corona dengan jumlah tinggi ditemukan tertular dari hidung dan mulut. Hal ini menyebabkan virus dapat tertular ke orang lain saat Anda batuk atau bersin. Virus yang dikeluarkan melalui batuk dan bersin Anda juga dapat mendarat di permukaan keras dan melekat hingga 3 hari.

Gunakan tisu atau tutupi dengan siku ketika Anda bersin untuk menjaga tangan selalu bersih. Pastikan untuk langsung mencuci tangan dengan hati-hati setelah bersin atau batuk.

  • Bersihkan permukaan barang dengan disinfektan

Gunakan disinfektan berbasis alkohol 70% untuk membersihkan permukaan yang sering Anda pegang di rumah seperti meja, gagang pintu, furnitur, handphone, laptop dan mainan anak. 

  • Gunakan masker jika terpaksa keluar rumah

Jika terpaksa keluar rumah, gunakan masker sebagai pencegahan virus corona yang mungkin saja masuk melalui sistem pernapasan Anda.

Sebelum menyentuh wajah, pastikan Anda sudah mencuci tangan menggunakan sabun sampai bersih.
Beberapa cara mencegah virus corona sudah terbukti ampuh dalam menjaga tubuh Anda dari Covid-19. Dibandingkan berkumur dengan air garam, lakukan saja beberapa cara mencegah virus corona di atas!

Web MD. https://www.webmd.com/lung/qa/can-gargling-with-salt-water-or-vinegar-eliminate-coronavirus
Diakses pada 31 Maret 2020

The Centers for Disease Control and Prevention (CDC). https://www.cdc.gov/h1n1flu/homecare/treatsymptoms.htm
Diakses pada 31 Maret 2020

NY Times. https://www.nytimes.com/2020/03/18/health/coronavirus-cure-gargle-water.html
Diakses pada 31 Maret 2020

WHO. https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public/myth-busters
Diakses pada 31 Maret 2020

Artikel Terkait