Kulit Terbakar Matahari Bikin Perih, Ini 7 Cara Mengatasinya

Mengatasi kulit terbakar matahari bisa dilakukan dengan mengoleskan krim pelembap
Mengoleskan krim pelembap bisa menjadi salah satu cara untuk mengatasi kulit terbakar matahari

Kulit terbakar matahari atau yang biasa dikenal dengan istilah sunburn merupakan kondisi yang disebabkan oleh paparan sinar ultraviolet (UV) secara berlebihan. Akibatnya, kulit mengalami kerusakan. Mulai dari kemerahan, bengkak, dan terasa perih.

Harap diingat bahwa pada beberapa kasus, paparan sinar matahari yang terlalu kuat dan berulang dapat menjadi faktor risiko terjadinya kanker kulit. 

Kenali gejala kulit terbakar matahari

Bagian tubuh yang rentan terbakar matahari meliputi area yang kerap terbuka. Contohnya, kulit kepala, daun telinga, bibir, hingga mata.

Area tubuh yang tertutup pun bisa saja terbakar matahari. Misalnya, saat Anda mengenakan pakaian yang tipis dan longgar, sehingga memungkinkan sinar UV untuk masuk.

Gejala kulit terbakar matahari bisa bervariasi pada setiap orang. Secara umum, beberapa tandanya dapat berupa:

  • Kulit berwarna kemerahan.
  • Kulit terasa hangat atau panas saat disentuh. 
  • Nyeri dan gatal. 
  • Pembengkakan.
  • Lepuhan kulit berisi cairan.
  • Sakit kepala, demam, mual, hingga pingsan. Gejala ini terjadi apabila sunburn cukup parah. 

Anda mungkin tidak akan melihat tanda kemerahan pada kulit segera setelah luka bakar terjadi. Apa alasannya?

Butuh beberapa jam untuk gejala kulit memerah tersebut mulai terasa. Puncak kemerahan kulit yang disertai nyeri akan terjadi dalam waktu 12 hingga 24 jam. 

Kondisi sunburn kemudian terus berkembang dalam waktu 24 hingga 72 jam, dan kerap diikuti dengan pengelupasan kulit dalam waktu tiga sampai delapan hari. Kulit mengelupas dan gatal-gatal bisa berlanjut selama beberapa minggu berikutnya. 

Tips mudah mengatasi kulit terbakar sinar matahari

Saat kulit terbakar sinar matahari, tak perlu panik. Kuncinya, Anda harus mengobatinya sesegera mungkin. 

Berikut adalah beberapa tips mudah yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi kulit terbakar sinar matahari:

1. Tempelkan kompres dingin

Pada dasarnya, sunburn merupakan peradangan di kulit. Salah satu cara mudah untuk mengatasinya adalah dengan mendinginkan area kulit yang terbakar matahari tersebut. 

Anda bisa mengompres kulit terbakar matahari dengan handuk yang sudah dibasahi air es. Anda juga dapat menggunakan es batu yang telah dibungkus handuk atau kain. Namun ingatlah, jangan menempelkan es batu langsung ke kulit Anda. 

Sebagai alternatif, Anda bisa mandi dengan air dingin. Tapi hindari penggunaan produk sabun yang mengandung bahan kimia yang keras, untuk mencegah iritasi kulit yang makin parah.

Jika Anda berada di dekat kolam renang atau laut, segera dinginkan tubuh Anda dengan merendam tubuh selama beberapa detik. Lalu, Anda bisa menggunakan kain untuk menutupi tubuh Anda dari sinar matahari dan berlindung ke tempat yang teduh.

2. Banyak minum air putih

Ketika mengalami kulit terbakar matahari, cairan dalam tubuh akan tertarik ke permukaan kulit dan akhirnya menguap. Kondisi ini bisa saja memicu kekurangan cairan atau dehidrasi.

Anda bisa mengatasi sekaligus mencegah dehidrasi dengan mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Misalnya, banyak minum air putih

Selain air putih, Anda juga dapat mengganti elektrolit-elektrolit tubuh yang hilang dengan konsumsi jenis minuman lain, khususnya minuman olahraga (sport drink). 

3. Oleskan lidah buaya

Mengoleskan lidah buaya juga dapat menjadi pilihan untuk mengatasi luka bakar dengan segera. 

Cara terbaik adalah dengan mengoleskan gel lidah buaya segar langsung dari tanamannya ke area kulit terbakar matahari. Namun bila tanaman aloe vera tidak tersedia, Anda bisa mengoleskan produk gel yang terbuat dari lidah buaya murni. Pastikan kandungan lidah buayanya setinggi mungkin. 

4. Gunakan krim pelembap

Untuk mencegah kulit mengelupas, Anda bisa mengoleskan pelembap secara rutin pada area kulit terbakar matahari. Namun hindari mengatasi kulit terbakar matahari dengan produk yang mengandung bahan aktif tertentu, seperti benzocaine. Pasalnya, bahan aktif ini dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan reaksi alergi. 

5. Oleskan krim hidrokortison

Jika ada area kulit yang terasa nyeri, Anda bisa mengoleskan krim hidrokortison pada kulit yang terbakar matahari. Krim ini dapat Anda beli menggunakan resep dokter di apotek-apotek terdekat.

6. Jangan pecahkan gelembung kulit yang melepuh

Jika sunburn menimbulkan luka melepuh, jangan pernah memencet atau memecahkan lepuhan. Hal ini malah dapat memperlambat proses penyembuhan dan meningkatkan risiko infeksi. 

Apabila lepuhan tak sengaja pecah, Anda cukup membersihkan area luka dengan air bersih dan sabun berbahan ringan. Setelah itu, keringkan luka perlahan-lahan.

Sesudah luka kering, Anda bisa mengoleskan salep antibiotik pada luka dan menutupnya dengan perban. Pastikan Anda memakai perban antilengket agar mudah nantinya dibuka. 

Apabila Anda mengalami ruam di area luka bakar setelah menggunakan obat antibiotik oles tersebut, mungkin saja krim ini tidak cocok untuk kulit Anda. Karena itu, Anda sebaiknya berhenti menggunakannya dan segera berkonsultasi ke dokter

7. Konsumsi OAINS

OAINS atau obat antiinflamasi nonsteroid adalah obat yang dapat mengurangi radang, pembengkakan, dan rasa nyeri. Ibuprofen dan naproxen termasuk contohnya. Obat ini akan lebih efektif bila diminum tak lama setelah sunburn terjadi.

Mengonsumsi OAINS dapat membantu dalam mengatasi rasa tidak nyaman dan peradangan akibat kulit terbakar matahari. 

8. Oleskan pelembap pada kulit yang mengelupas

Dalam waktu beberapa hari, kulit pada area luka bakar akan mulai mengelupas agar jaringan kulit yang rusak bisa tersingkir. Ketika pengelupasan mulai terjadi, Anda sebaiknya tetap mengoleskan pelembap pada bekas kulit yang terbakar matahari.

Apabila kulit terbakar matahari yang Anda alami disertai demam tinggi, pembengkakan, rasa sakit yang teramat sangat, sakit kepala, mual, dan kulit mengeluarkan nanah, Anda sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter kulit

Dokter akan membantu Anda dalam menentukan pengobatan kulit terbakar matahari yang sesuai dengan tingkat keparahannya. Semoga cepat sembuh!

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/176441.php
Diakses pada 22 Oktober 2019

American Academy of Dermatology. https://www.aad.org/injured-skin/treat-sunburn
Diakses pada 22 Oktober 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/sunburn#cool-water
Diakses pada 22 Oktober 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sunburn/symptoms-causes/syc-20355922
Diakses pada 22 Oktober 2019

Skin Cancer Foundation. https://www.skincancer.org/risk-factors/sunburn/
Diakses pada 22 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed