Kulit Melepuh dan Mengelupas Bisa Saja Berkaitan dengan Alergi Antibiotik

Reaksi alergi dari antibiotik dapat menyebabkan kulit melepuh dan mengelupas
Reaksi alergi yang parah bisa berupa kulit yang melepuh hingga mengelupas

Stevens-Johnson syndrome (SJS) mungkin bukanlah jenis penyakit yang asing di telinga Anda. Pasalnya, penyakit ini beberapa kali pernah menjadi bahan pemberitaan di media massa nasional.

Stevens-Johnson syndrome tergolong penyakit yang berat karena dapat membuat kulit penderita melepuh dan mengelupas seperti korban luka bakar. Sebagian besar kasus dipicu oleh reaksi alergi obat, termasuk alergi antibiotik. 

Alergi antibiotik dan Stevens-Johnson syndrome

Stevens-Johnson syndrome adalah reaksi alergi obat yang sangat parah. Sebagian besar kasusnya disebabkan oleh alergi terhadap obat. Sederet jenis obat yang paling sering menimbulkan reaksi alergi meliputi:

  • Antibiotik.
  • Obat antibakteri jenis sulfa.
  • Obat-obatan untuk mengatasi kejang atau epilepsi.
  • Pereda rasa sakit jenis obat antiinflamasi non-steroid (OAINS)
  • Obat untuk mengatasi infeksi HIV.

Jika disebabkan oleh alergi obat, gejala SJS akan muncul dalam waktu satu sampai tiga minggu setelah Anda mulai menggunakan obat. Gejala bahkan masih bisa terjadi setelah dua minggu Anda berhenti menggunakan obat tersebut.

Gejala alergi antibiotik pada penderita SJS

Pada umumnya, alergi antibiotik akan menimbulkan gejala seperti ruam-ruam dan bengkak di wajah. Namun indikasi Stevens-Johnson syndrome berawal dengan batuk, sakit tenggorokan, dan pegal-pegal, yang mirip seperti gejala flu biasa.

Beberapa hari kemudian, gejala lain akan muncul. Mulai dari ruam-ruam merah keunguan, lepuhan, dan kulit yang mengelupas seperti menderita luka bakar. 

Membran mukosa di mulut, mata, genital, dan saluran cerna juga bisa terpengaruh. Contohnya berupa mata terasa gatal dan sakit serta sakit pada tenggorokan saat menelan.

Luasnya area tubuh yang terkena gejala alergi obat berbeda pada tiap penderita. Jika kondisi kulit mengelupas terjadi di bawah 10 persen dari luas permukaan tubuh, kondisi ini termasuk dalam Stevens-Johnson syndrome. Sementara kondisi pengelupasan kulit yang lebih dari 10 persen disebut toxic epidermal necrolysis

Untuk mengetahui perbedaan tersebut, bantuan dokter sangat dibutuhkan. Segera periksakan diri ke dokter bila mengalami gejala alergi antibiotik atau obat lain yang mencurigakan.

Selain akibat alergi obat, beberapa infeksi, seperti mycoplasma pneumonia, difteri, hepatitis, dan herpes juga berisiko memicu munculnya SJS.

Stevens-Johnson syndrome harus ditangani secepat mungkin

Alergi obat yang menimbulkan Stevens-Johnson syndrome termasuk kondisi yang mengancam nyawa. Karena itu, penderita harus sesegera mungkin dibawa ke rumah sakit.

Para dokter akan menentukan tingkat keparahan gejala guna memutuskan penanganan yang tepat. Karena gejalanya mirip korban luka bakar, penderita mungkin ditempatkan di unit luka bakar selama perawatan. 

Perawatan bertujuan meringankan gejala dan mencegah terjadinya komplikasi. Jika SJS diketahui muncul akibat alergi antibiotik, penggunaan obat tersebut harus segera dihentikan. 

Selama perawatan di rumah sakit, penanganan pada kulit yang melepuh dan mengelupas serupa dengan penanganan luka bakar. Mulai dari menjaga luka tetap bersih agar tidak terkena infeksi, mengurangi rasa sakit, dan memberikan cairan serta elektrolit.

Pemantauan kondisi pasien secara cermat juga akan dilakukan. Langkah ini untuk berjaga-jaga seandainya ada gejala-gejala yang memburuk atau muncul komplikasi. 

Jika mata penderita juga terkena dampaknya dan meradang, kondisi pasien bisa memburuk dengan cepat. Karena itu, gejala pada mata sangat penting untuk segera ditangani demi mencegah kerusakan permanen atau kebutaan. 

Dengan perawatan tepat, gejala akan mereda dan kulit yang mengelupas akan tumbuh kembali. Namun harap diingat bahwa masa pemulihan bisa berlangsung berbulan-bulan. Kemungkinan komplikasi lanjutan juga tetap ada dan bisa saja memengaruhi kualitas hidup penderita di kemudian hari.

Karena alergi antibiotik dan obat dapat memicu penyakit yang demikian berat, seperti Stevens-Johnson syndrome, sangatlah penting untuk mengetahui kecenderungan alergi yang dimiliki dan memberitahukannya pada dokter saat berobat. Jangan ragu pula untuk menjalani tes alergi bila dirasa perlu. 

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17656-stevens-johnson-syndrome
Diakses pada 18 Juni 2019

Genetic and rare disease information center. https://rarediseases.info.nih.gov/diseases/7700/stevens-johnson-syndrometoxic-epidermal-necrolysis
Diakses pada 18 Juni 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed