Kulit Melepuh Setelah Konsumsi Obat? Jangan Tunda Mengobatinya

27 Agt 2019 | Oleh
Salah satu gejala alergi obat adalah kulit yang melepuh setelah mengonsumsi obat
Bila kulit melepuh setelah mengonsumsi obat, segera hentikan pemberian obat dan berkonsultasi dengan dokter

Ketika seseorang mengonsumsi obat untuk mengatasi penyakit tertentu, selalu ada efek samping yang membayangi. Salah satunya adalah kulit melepuh sebagai reaksi atas konsumsi obat tertentu.

Pada penderita Stevens-Johnson syndrome, gejalanya bisa dimulai dengan flu. Kemudian, kulit berwarna merah dan keunguan. Pada akhirnya, penderitanya akan merasakan kulit melepuh.

Jika dibiarkan, hal ini dapat mengancam nyawa penderitanya. Langkah pertama adalah menghentikan konsumsi obat yang memicu kulit melepuh yang memicu Stevens-Johnson syndrome.

Bukan hanya berhenti mengonsumsi obat tersebut untuk sementara waktu, penderita sindrom ini harus menghindari obat tersebut secara permanen.

Kulit melepuh akibat obat 

Idealnya, mengonsumsi obat akan meredakan gejala penyakit yang menghambat aktivitas seseorang. Namun jika yang terjadi justru sebaliknya, bisa saja yang terjadi adalah Stevens-Johnson syndrome.

Berbeda dengan ruam akibat masalah kulit lainnya, penderita Stevens-Johnson syndrome akan mendapati ruam kemerahan di kulit mereka yang terus bertambah dalam hitungan hari bahkan jam.

Bukan hanya di permukaan kulit yang terlihat saja, kulit melepuh ini juga bisa terjadi di selaput lendir seperti rongga mulut hingga saluran pencernaan. Sebagai contoh, ketika ada kulit melepuh di rongga mulut, pasien Stevens-Johnson syndrome akan merasa sakit menelan. Konsekuensinya adalah dehidrasi, kesulitan bernapas bahkan kematian.

Mengatasi kulit melepuh

Sama seperti luka bakar, setiap detik begitu krusial dalam mengatasi kulit melepuh pada penderita Stevens-Johnson syndrome. Ketika muncul gejala-gejala kulit melepuh, segera bawa pasien ke rumah sakit.

Langkah pertama yang perlu dilakukan tentu mencari tahu obat apa yang memicu reaksi kulit melepuh ini. Hentikan konsumsi obat tersebut atau obat lain dengan kandungan serupa.

Apabila sulit menentukan obat mana yang memicu kulit melepuh, sebaiknya hentikan semua pengobatan untuk sementara dan segera bawa pasien ke rumah sakit.

Ingat, tidak ada pengobatan yang dapat dilakukan di rumah untuk mengatasi kondisi Stevens-Johnson syndrome.

Di rumah sakit, penderita Stevens-Johnson syndrome akan mendapat perawatan intensif seperti:

  • Pereda nyeri mengingat kulit melepuh ini menimbulkan rasa sakit luar biasa
  • Kompres dingin untuk mengangkat kulit yang mengelupas dan melapisinya dengan kain steril
  • Secara berkala mengoleskan pelembap khusus tanpa pewangi ke area yang mengalami luka
  • Memastikan asupan cairan tercukupi (jika pasien tidak bisa menelan, bisa lewat selang di hidung atau perut)
  • Obat kumur yang mengandung antiseptik atau anestetik untuk membuat mulut mati rasa sehingga pasien bisa menelan
  • Antibiotik (apabila diketahui ada potensi infeksi atau infeksi yang sudah ada di peredaran darah)
  • Obat tetes mata apabila muncul reaksi alergi pada mata

Pada reaksi yang parah, penderitanya bisa saja dirawat di Instalasi Gawat Darurat atau khusus luka bakar di rumah sakit.

Berapa lama proses penyembuhannya?

Sebenarnya, gejala Stevens-Johnson syndrome akan hilang dengan sendirinya ketika pemicunya telah teridentifikasi. Kulit melepuh akan mengelupas dan berganti dengan kulit baru setelah beberapa hari.

Meski demikian, tidak ada patokan waktu berapa lama seseorang dapat sembuh dari Stevens-Johnson syndrome. Semuanya bergantung pada seberapa parah reaksi pada kulit penderita.

Proses penyembuhannya bisa mencapai hitungan minggu bahkan bulan. Penderitanya biasanya akan merasa mudah lelah dan merasa tidak berenergi dalam periode ini.

Antisipasi Stevens-Johnson syndrome

Hal penting yang perlu diingat, apabila Steven-Johnson syndrome yang diderita terjadi karena reaksi terhadap obat tertentu, hindari obat tersebut. Bukan hanya spesifik pada satu nama obat, melainkan juga obat-obatan lain dengan kandungan atau zat aktif serupa.

Konsultasikan pada dokter dan selalu sampaikan potensi alergi ini setiap kali berurusan dengan dunia medis.

Tak hanya pasien, anggota keluarga lain juga perlu memerhatikan lebih detil kemungkinan mengalami reaksi keras terhadap obat tertentu.

Tak hanya karena obat

Reaksi kulit melepuh pada penderita Stevens-Johnson syndrome tidak melulu terjadi hanya karena mengonsumsi obat tertentu. Ada beberapa faktor risiko lain yang bisa menyebabkan kulit melepuh, seperti:

  • Infeksi virus seperti hepatitis, herpes, pneumonia, atau HIV
  • Penyakit autoimun seperti lupus, HIV, AIDS
  • Kondisi kekebalan tubuh rendah karena kemoterapi atau transplantasi organ

Komplikasi Stevens-Johnson syndrome

Kulit melepuh sebagai reaksi Stevens-Johnson syndrome mungkin sekilas terlihat menular. Meski demikian, kondisi ini tak bisa ditularkan ke orang lain. Kulit melepuh ini hanya bisa dipicu karena reaksi obat atau infeksi penyakit lainnya.

Meski demikian, penderitanya bisa saja mengalami komplikasi akibat reaksi ini. Beberapa contohnya adalah:

  • Terjadi perbedaan warna kulit akibat perubahan warna kulit yang baru tumbuh menggantikan kulit yang rusak
  • Masalah organ dalam yang menimbulkan penyakit pada paru-paru, jantung, ginjal, atau hati
  • Pada penderita yang mengalami reaksi alergi di tenggorokan, bisa terjadi luka (oesophageal stricture) sehingga mengakibatkan kesulitan menelan
  • Masalah mata mulai dari iritasi, peradangan, hingga kebutaan
  • Luka di organ seksual seperti vagina dan penis

Penanganan darurat bagi reaksi Stevens-Johnson syndrome adalah hal yang krusial. Semakin cepat penanganan diberikan, semakin besar kemungkinan menghindari gejala seperti kulit melepuh menjadi semakin parah.

Untuk itu, jangan pandang sebelah mata gejala sesepele apapun. Ketika ada reaksi alergi setelah mengonsumsi obat tertentu, jangan tunda untuk mendapatkan penanganan medis secepatnya.

Referensi

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17656-stevens-johnson-syndrome/management-and-treatment
Diakses pada 24 Juni 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/stevens-johnson-syndrome/
Diakses pada 24 Juni 2019

WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/stevens-johnson-syndrome
Diakses pada 24 Juni 2019

Yang juga penting untuk Anda
Baca Juga
Diskusi Terkait:
Lihat pertanyaan lainnya
Back to Top