logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kulit & Kecantikan

Perbedaan Kulit Dehidrasi dan Kulit Kering Serta Cara Mengeceknya

open-summary

Kulit dehidrasi adalah kondisi ketika kulit kekurangan cairan. Kulit pun jadi terasa kering, gatal, kusam, dan muncul kerutan. Perbedaan kulit kering dan kulit dehidrasi pun perlu diketahui agar penanganannya bisa tepat dan sesuai.


close-summary

14 Okt 2020

| Dina Rahmawati

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Kulit dehidrasi terjadi akibat kekurangan cairan tubuh

Mencubit area kulit tertentu bisa jadi cara untuk mengetahui kulit dehidrasi atau tidak

Table of Content

  • Perbedaan kulit kering dan kulit dehidrasi
  • Bagaimana cara mengetahui kulit dehidrasi?
  • Bagaimana cara mengatasi kulit dehidrasi lainnya?
  • Catatan dari SehatQ

Kulit dehidrasi adalah kondisi ketika kulit kekurangan cairan. Akibatnya, kulit jadi terasa kering, gatal, dan tampak kusam. Tak hanya itu, warna kulit secara keseluruhan juga bisa tampak tidak merata dan garis-garis halus bisa semakin terlihat. 

Advertisement

Kondisi kulit wajah dehidrasi berbeda dengan kulit wajah kering. Anda bisa menerapkan berbagai cara mengatasi kulit dehidrasi dan kering asalkan tahu perbedaan keduanya dengan tepat. 

Perbedaan kulit kering dan kulit dehidrasi

Kulit dehidrasi bisa dialami oleh siapa saja. Ini artinya, kulit wajah dehidrasi dapat menimpa pemilik kulit berminyak, kulit kombinasi, hingga kulit normal sekalipun. 

Jadi, kulit wajah dehidrasi berbeda dengan kondisi kulit kering. Untuk mengatasinya, Anda perlu tahu perbedaan kulit kering dan kulit dehidrasi terlebih dahulu di bawah ini. 

1. Pengertian

Salah satu perbedaan kulit kering dan kulit dehidrasi bisa dilihat dari pengertiannya. Kulit kering adalah salah satu jenis kulit.

Sedangkan, kulit dehidrasi adalah suatu masalah kulit yang disebabkan oleh kekurangan cairan tubuh. 

2. Penyebab

Perbedaan kulit kering dan dehidrasi juga merujuk pada penyebabnya. Kulit kering disebabkan oleh kekurangan minyak alami atau sebum

Jika Anda punya kulit kering, kelenjar sebasea (minyak) tidak mampu menghasilkan minyak alami untuk melembapkan kulit. 

Penyebab kulit kering bisa pula karena usia hingga gangguan kulit tertentu, seperti psoriasis dan eksim.

Sedangkan, kulit wajah dehidrasi bisa terjadi akibat tubuh kekurangan cairan akibat konsumsi minuman diuretik berlebihan, seperti kafein atau alkohol, paparan suhu panas atau dingin, atau terlalu banyak berkeringat saat berolahraga.

3. Ciri-ciri atau tanda

Perbedaan kulit kering dan dehidrasi yang mencolok dapat dilihat melalui ciri-ciri atau tanda-tandanya.

Ciri-ciri kulit kering adalah kulit kemerahan, gatal, mengelupas atau terdapat lapisan kulit mati berwarna putih, dan iritasi. 

Sementara, tanda kulit dehidrasi adalah kulit terasa kencang, pori-pori terlihat jelas, gatal, kasar, bersisik, serta mudah terbentuk serpihan kulit. 

Ciri-ciri kulit wajah dehidrasi juga disertai dengan tampak kusam, ada lingkaran gelap di bawah mata, mata terlihat cekung, serta munculnya garis-garis halus dan kerutan pada area permukaan kulit wajah. 

Pada kasus yang parah, ciri kulit dehidrasi bisa disertai pusing, mulut kering, lemas, jarang buang air kecil, urine berwarna gelap, bahkan pingsan.

4. Kandungan produk perawatan kulit yang dibutuhkan

Perbedaan kulit kering dan dehidrasi lainnya adalah kandungan produk perawatan kulit yang dibutuhkan. 

Bagi pemilik kulit kering, ada sejumlah kandungan produk perawatan kulit yang bisa digunakan, seperti hyaluronic acid, ceramide, minyak mineral, lanolin, shea butter, squalene, dan minyak kelapa atau minyak almond. 

Pada kulit dehidrasi, selain hyaluronic acid dan ceramide, Anda juga dapat menggunakan produk perawatan kulit yang mengandung gliserin, lactic acid, citric acid, aloe vera, lendir siput, dan madu. 

Bagaimana cara mengetahui kulit dehidrasi?

tes untuk mengetahui kulit dehidrasi
Cubit area kulit wajah untuk mengetahui kulit dehidrasi atau tidak

Setelah mengetahui perbedaan kulit kering dan kulit dehidrasi, kini Anda bisa mengecek kulit Anda apakah mengalami dehidrasi atau tidak dengan mudah. 

Tes untuk mengetahui kulit dehidrasi, yakni cukup cubit sebagian kecil di sekitar pipi dan tahan selama beberapa detik. 

Jika kulit kembali ke bentuk semula dengan cepat, maka kulit Anda tidak mengalami dehidrasi. 

Sebaliknya, bentuk kulit yang baru kembali setelah beberapa detik mungkin menandakan Anda mengalami kulit dehidrasi. 

Selain melakukan cara mengecek kulit tersebut, berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit atau ahli kecantikan juga dapat membantu Anda mengetahui kulit sedang dehidrasi atau tidak.

Bagaimana cara mengatasi kulit dehidrasi lainnya?

Selain menggunakan produk perawatan kulit yang mengandung hyaluronic acid, ceramide, gliserin, lactic acid, citric acid, aloe vera, lendir siput, dan madu, Anda juga dapat melakukan berbagai cara mengatasi kulit dehidrasi di bawah ini.

1. Minum lebih banyak air putih

Kulit dehidrasi biasa diatasi dengan banyak minum air putih
Minum banyak air putih agar kulit terhidrasi kembali

Salah satu cara mengatasi kulit dehidrasi yang ampuh adalah dengan minum lebih banyak air putih. 

Anda disarankan minum air putih 8 gelas per hari untuk membantu kulit terhidrasi kembali sekaligus memenuhi kebutuhan cairan tubuh. 

Namun, kebutuhan tubuh bisa lebih dari itu, tergantung pada berat badan dan tingkat aktivitas Anda. Selain itu, di sela-sela maupun setelah berolahraga jangan lupa pula untuk minum.

2. Konsumsi asupan makanan yang mengandung air

Semangka bisa jadi cara atasi kulit dehidrasi
Semangka mengandung banyak cairan baik untuk tubuh

Makan sayur dan buah yang kaya akan air, seperti semangka, melon, apel, seledri, hingga sup sayuran dapat membantu mengembalikan hidrasi kulit.

Anda juga dapat mengonsumsi kacang-kacangan sebagai salah satu jenis makanan untuk kulit yang baik. 

3. Batasi atau berhenti minum alkohol dan kafein

Berhenti konsumsi alkohol sebagai cara atasi kulit dehidrasi
Konsumsi alkohol berlebihan bisa buat kulit dehidrasi

Alkohol dan kafein merupakan jenis minuman diuretik sehingga rentan membuat tubuh mengeluarkan cairan.

Jika dikonsumsi secara berlebihan, bukan tidak mungkin membuat kulit semakin dehidrasi.  

Maka dari itu, Anda sebaiknya membatasi atau menghentikan minum alkohol dan kafein sama sekali. 

Baca Juga

  • Cara Memanjangkan Kuku Secara Alami dengan Cepat dan Mudah
  • Anak Rambut Mempersulit Hairstyling? Ini Dia Solusinya
  • Sebelum Threading Alis, Ketahui Cara dan Efek Sampingnya Dulu

Catatan dari SehatQ

Sama halnya dengan tubuh, kulit dehidrasi bisa saja dialami oleh sebagian besar orang. Sayangnya, masih banyak orang yang menganggap kulit dehidrasi adalah kulit kering. Padahal, keduanya merupakan kondisi yang berbeda. 

Jika kulit wajah dehidrasi terasa mengganggu, sebaiknya periksakan diri ke dokter kulit untuk mendapatkan rekomendasi penanganan yang tepat. 

Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter lewat aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.

Caranya, download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

kulit keringdehidrasikulit dan kecantikanmasalah kulit

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved