4 Tanda Kulit Bayi Sensitif, dan Cara Tepat Merawatnya


Kulit bayi sensitif membuat Si Kecil rentan terkena masalah kulit. Kulit bayi Anda mungkin sensitif jika tampak kering dan mudah iritasi setelah terpapar produk perawatan tertentu.

0,0
Kulit bayi sensitifKulit bayi sensitif
Perawatan kulit bayi sensitif menjadi salah satu hal yang patut dipahami oleh orangtua. Sebab, kondisi kulit ini rentan memicu penyakit kulit pada bayi jika cara merawatnya tidak tepat.Maka itu, Anda harus mengetahui seluk-beluk mengenai kulit sensitif pada bayi.

Penyebab kulit bayi sensitif

Lapisan kulit terluar bayi yang tipis membuat kulit bayi sensitif
Lapisan kulit terluar bayi yang tipis membuat kulit bayi sensitif
Mengapa kulit bayi lebih sensitif daripada orang dewasa? Melansir riset terbitan Archives of Dermatological Research, penyebabnya adalah karena lapisan kulit terluar (stratum korneum) bayi lebih tipis daripada kulit orang dewasa.Bila diibaratkan, stratum korneum adalah sebuah tembok bata yang melindungi bagian dalam kulit dari paparan benda asing di lingkungan sekitar.Lapisan stratum korneum yang tipis juga karena kulit bayi masih memiliki sedikit lipid, alias lemak pelembap alami kulit. Di sisi lain, kulit bayi yang masih tipis juga belum mampu menahan air sebanyak pada orang dewasa sehingga mudah mengalami kekeringan.Selain itu, penyebab kulit bayi sensitif adalah karena sudah tidak mendapatkan sokongan hormon kehamilan dari Ibu. Sebab sewaktu masih dalam kandungan, bayi masih mendapat pasokan hormon dari ibu yang merangsang produksi minyak di kulitnya. Setelah dilahirkan, bayi tidak lagi menerima “bantuan” ini sehingga kulitnya rentan kering.Oleh karena itu, kulit bayi lebih mudah mengalami iritasi, peradangan, dan terasa kering karena struktur kulitnya belum memiliki perlindungan yang cukup kuat terhadap paparan luar.

Tanda-tanda kulit bayi sensitif

Kulit bayi memang cenderung lebih sensitif daripada orang dewasa sehingga memerlukan perawatan ekstra daripada biasanya.Berikut adalah beberapa ciri kulit bayi sensitif yang bisa Anda perhatikan:

1. Kulitnya kering

Ciri-ciri kulit bayi sensitif adalah kulitnya yang kering
Ciri-ciri kulit bayi sensitif adalah kulitnya yang kering
Kulit yang kering dan bersisik atau muncul bercak bertekstur kasar, dan bahkan mungkin pecah-pecah adalah tanda kulit bayi sensitif. Biasanya, ciri-ciri ini lebih sering ditemukan pada wajah, siku, dan lutut.

2. Kulitnya kemerahan

Salah satu ciri kulit bayi sensitif adalah timbulnya ruam kulit dan kemerahan
Salah satu ciri kulit bayi sensitif adalah timbulnya ruam kulit dan kemerahan
Kulit kemerahan juga menjadi tanda kulit sensitif pada bayi, yang biasanya muncul menyertai bercak-bercak kering. Artinya jika kulit bayi kering, kulitnya juga cenderung kemerahan.Di sisi lain, kulit kemerahan pada bayi bisa jadi menandakan adanya ruam kulit yang bukan disebabkan oleh sensitivitas. Ruam ini bisa diakibatkan faktor luar, seperti suhu, cuaca, gesekan kulit dengan pakaian.Kemunculan ruam tidak selalu menandakan bahwa kulit bayi sensitif bisa saja diakibatkan karena gigitan serangga atau alergi makanan. Namun, kulit sensitif pada bayi selalu tampak kering dan kemerahan.

3. Kulit mudah bereaksi

Iritasi setelah menggunakan sabun bayi juga menjadi tanda kulit bayi sensitif
Iritasi setelah menggunakan sabun juga menjadi tanda kulit bayi sensitif
Kulit beberapa bayi yang sensitif akan mudah memerah karena iritasi setelah terkena kandungan tertentu, seperti setelah mandi dengan sabun atau setelah menggunakan lotion yang mengandung pewangi atau zat iritan lainnya, misal alkohol.Kulit beberapa bayi juga bisa memerah karena iritasi sesudah menggunakan pakaian atau kain yang dicuci dengan deterjen tertentu atau yang mengandung pewarna.Singkatnya, bila terdapat reaksi kulit saat atau setelah kulit bayi bersentuhan dengan pewangi, pewarna, sabun, atau deterjen, ini adalah tanda kulit bayi sensitif.

4. Bayi mudah terkena masalah dan penyakit kulit

Kulit bayi sensitif rentan alami biang keringat
Kulit bayi sensitif rentan alami biang keringat
Saat kulit sensitif pada bayi terjadi, biasanya kulit juga mengalami iritasi. Kondisi ini bisa memunculkan masalah kulit pada bayi, di antaranya:

Cara merawat kulit bayi yang sensitif

Sebenarnya, tidak ada cara mengatasi kulit bayi sensitif. Sebab, ini adalah kondisi bawaan. Hal yang bisa Anda lakukan hanyalah merawat kulitnya ketika muncul reaksi mengganggu agar kondisinya tidak makin parah dan si Kecil tidak rewel.Berikut adalah perawatan kulit sensitif bayi yang bisa Anda coba:

1. Mandikan bayi dengan air hangat

Memandikan bayi dengan air hangat suam kuku membantu menenangkan kulit bayi sensitif
Mandi air hangat membantu menenangkan kulit bayi yang sensitif
Saat Anda memandikan Si Kecil, gunakan air hangat suam kuku. Bukan air panas atau yang terlalu dingin. Usahakan juga agar menyabuni badannya dengan usapan lembut, jangan digosok.Pastikan Anda juga menggunakan sabun dan shampoo lembut tanpa pewangi dan diformulasikan khusus untuk kulit bayi sensitif. Setelah mandi, keringkan dengan handuk perlahan-lahan dengan cara ditepuk ringan, bukan digosok.

2. Oleskan pelembap kulit khusus bayi

Lotion khusus bayi membantu melembapkan dan mencegah reaksi kulit bayi sensitif semakin parah
Lotion khusus bayi membantu melembapkan kulit bayi yang sensitif
Oleskan lotion khusus bayi atau petroleum jelly setiap saat kulit bayi iritasi dan terlihat kering. Akan lebih baik lagi jika Anda rutin mengoleskan lotion setelah mandi ketika kulitnya masih lembap. Ini berguna untuk mengunci kelembapan.Namun, pilihlah produk pelembap yang tepat agar tidak semakin memperparah reaksi pada kulit bayi. Hindarilah menggunakan pelembap yang mengandung pewangi atau parfum dan paraben untuk merawat kulit sensitif pada bayi. Riset terbitan National Center of Biotechnology Information menyatakan bahwa salah satu jenis paraben, yaitu methylparaben, mampu memicu dermatitis kontak atau eksim. Terutama bila lotion dioles pada kulit bayi yang luka karena pecah-pecah.

3. Gunakan skincare bayi dengan bahan khusus

Lotion bayi dengan ekstrak bunga calendula cocok untuk kulit bayi sensitif
Lotion bayi dengan ekstrak bunga calendula cocok untuk kulit bayi sensitif
Pastikan Anda memilih skincare untuk bayi yang dengan pH yang sesuai dengan kulit bayi (pH balance), tidak menyumbat pori dan memicu jerawat, dan tidak memicu reaksi alergi atau hypoallergenic.Anda juga bisa menggunakan produk perawatan kulit dengan kandungan ekstrak bunga calendula maupun oat untuk menenangkan kulit sensitifnyaRiset yang terbit pada jurnal Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine menemukan bahwa ekstrak bunga calendula mampu bekerja melawan bakteri sekaligus mengurangi peradangan pada kulit.Selain itu, ekstrak bunga calendula juga mampu mempercepat penyembuhan luka. Bahkan, studi lain terbitan IOP Conference Series: Materials Science and Engineering juga membuktikan bahwa ekstrak bunga calendula juga cocok untuk mengatasi ruam, eksim, jerawat, dan psoriasis.Sementara itu, sabun dan lotion dengan kandungan oat juga membantu menenangkan kulit iritasi dan melembapkan kulit kering.Penelitian dari Journal of Drugs in Dermatology menyatakan bahwa ekstrak oat membantu memperbaiki lapisan pelindung kulit  pada bayi dengan eksim, kulit kering, dan ruam. Riset ini menemukan bahwa ekstrak oat mampu mengatur kadar lipid pada kulit sehingga memperbaiki lapisan kulit yang rusak akibat iritasi pada kulit bayi sensitif.

Cara menjaga kesehatan kulit bayi

Pilih popok dengan ukuran yang pas agar tidak memicu reaksi pada kulit bayi sensitif
Pilih popok dengan ukuran yang pas agar tidak memicu reaksi pada kulit bayi sensitif
Semua jenis kulit bayi, apalagi kulit bayi sensitif, harus dirawat sebaik mungkin. Hal ini mencegah timbulnya masalah baru yang bahkan membuat kulit bayi rusak.Berikut ini adalah cara merawat kulit bayi yang bisa Anda lakukan:
  • Mandi secukupnya, sebaiknya bayi mandi sebanyak 3 sampai 4 kali seminggu agar tidak mengurangi kadar minyak alami kulitnya.
  • Gunakan tabir surya dengan SPF 30 dengan jenis mineral sunscreen, yaitu yang terbuat dari zinc oxide atau titanium dioxide.
  • Selalu bersihkan air liur bayi dari kulit dan pakaiannya agar tidak menimbulkan ruam.
  • Ganti popok bayi rutin setiap 2 sampai 3 jam atau sesegera mungkin jika ia buang air kecil atau besar.
  • Keringkan tubuh bayi dengan menepuk pelan, menggosok hanya menyebabkan gesekan sehingga kulit mengelupas dan pecah-pecah.
  • Kenakan pakaian longgar yang terbuat dari katun agar tidak iritasi akibat gesekan pada kulit dan menyerap keringat dengan baik.
  • Beli popok yang pas, popok kekecilan hanya membuat daerah selangkangan bayi lembap dan tergesek sehingga menyebabkan ruam popok.

Catatan dari SehatQ

Kulit bayi sensitif membuatnya rentan mengalami iritasi dan beragam masalah kulit lainnya. Untuk itu, selalu rawat kulit bayi sebaik mungkin. Jangan lupa untuk selalu baca label dan komposisi produk perawatan kulit bayi agar tidak memicu reaksi iritasi.Segera bawa bayi ke dokter kulit atau dokter anak bila mengalami kondisi di bawah ini:
  • Ruam, kering, dan kulit pecah-pecah yang semakin parah
  • Demam mencapai 38 derajat Celcius atau lebih setelah ditemukan ruam
  • Ruam mengalami infeksi.
Bila Anda punya pertanyaan lebih lanjut terkait cara merawat kulit bayi sensitif maupun cara merawat bayi baru lahir secara umum, Anda juga bisa chat di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
kulit sehatperawatan kulitkesehatan kulitkulit sensitifpenyakit kulitkulit keringmasalah kulitruam kulit
Archives of Dermatological Research. http://ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5606948/
Diakses pada 17 Juni 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/stratum-corneum
Diakses pada 17 Juni 2021
What to Expect. https://www.whattoexpect.com/first-year/photo-gallery/surprising-facts-about-babys-skin.aspx
Diakses pada 17 Juni 2021
Healthgrades. https://www.healthgrades.com/right-care/skin-hair-and-nails/7-signs-your-newborn-has-sensitive-skin
Diakses pada 17 Juni 2021
Raising Children. https://raisingchildren.net.au/guides/a-z-health-reference/dry-skin
Diakses pada 17 Juni 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/baby/signs-of-sensitive-baby-skin
Diakses pada 17 Juni 2021
Healthgrades. https://www.healthgrades.com/right-care/skin-hair-and-nails/8-tips-for-soothing-your-childs-sensitive-skin
Diakses pada 17 Juni 2021
National Center of Biotechnology Information. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Methylparaben#section=Toxicity-Summary
Diakses pada 17 Juni 2021
Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3270572/
Diakses pada 17 Juni 2021
IOP Conference Series: Materials Science and Engineering. https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1757-899X/571/1/012082/pdf
Diakses pada 17 Juni 2021
Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/how-to-make-your-own-oatmeal-bath-289466
Diakses pada 17 Juni 2021
Journal of Drugs in Dermatology. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/27272074/
Diakses pada 17 Juni 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325036
Diakses pada 17 Juni 2021
Healthgdrades. https://www.healthgrades.com/right-care/skin-hair-and-nails/8-tips-for-soothing-your-childs-sensitive-skin
Diakses pada 17 Juni 2021
American Pregnancy Association. https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/first-year-of-life/changing-a-diaper-71020/
Diakses pada 17 Juni 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/baby/tips-for-protecting-baby-skin
Diakses pada 17 Juni 2021
WebMD. https://www.webmd.com/parenting/baby/baby-eczema-questions-answers
Diakses pada 17 Juni 2021
Verywell. https://www.verywellfamily.com/how-to-change-a-diaper-289239
Diakses pada 17 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait