Koriokarsinoma, Tumor Langka yang Berkaitan dengan Kehamilan


Koriokarsinoma adalah jenis tumor langka yang umumnya bisa dialami ibu hamil. Asal mulanya dari rahim namun bisa menyebar hingga bagian tubuh lainnya. Ini termasuk penyakit trofoblastik gestasional yaitu kelompok penyakit yang terjadi pada kehamilan.

(0)
20 Apr 2021|Azelia Trifiana
Koriokarsinoma adalah jenis tumor langka yang umumnya bisa dialami ibu hamilKoriokarsinoma adalah jenis tumor langka yang umumnya bisa dialami ibu hamil
Koriokarsinoma adalah jenis tumor langka yang umumnya bisa dialami ibu hamil. Asal mulanya dari rahim namun bisa menyebar hingga bagian tubuh lainnya. Ini termasuk penyakit trofoblastik gestasional yaitu kelompok penyakit yang terjadi pada kehamilan.Gejala yang muncul bergantung dari titik mana tumor ini berada. Untuk penanganannya, dokter akan memeriksa tahapan tumor bergantung pada ukuran serta penyebarannya.

Mengenal penyebab dan gejala koriokarsinoma

Koriokarsinoma terbentuk ketika sel-sel yang merupakan bagian dari plasenta dalam kehamilan normal berubah menjadi berpotensi menjadi sel kanker. Ini bisa terjadi setelah keguguran, aborsi, hingga kehamilan ektopik.Koriokarsinoma juga bisa terjadi pada kehamilan molar atau hamil anggur yaitu ketika sel telur dibuahi, namun plasenta justru tumbuh menjadi kista berukuran besar, bukan janin.Gejala koriokarsinoma berbeda-beda, bergantung pada penyebarannya. Sebagai contoh apabila menyebar ke vagina, bisa menyebabkan perdarahan. Sementara jika menyebar ke abdomen, bisa terasa ada nyeri atau tekanan di sana.Kemudian apabila koriokarsinoma telah menyebar ke bagian tubuh lain seperti otak atau paru-paru, mungkin saja muncul gejala seperti:
  • Batuk
  • Kesulitan bernapas
  • Nyeri dada
  • Sakit kepala
  • Pusing

Diagnosis dan penanganan koriokarsinoma

Apabila seseorang menunjukkan gejala koriokarsinoma, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan berupa:
  • Pemeriksaan panggul untuk melihat adanya benjolan atau perubahan tidak wajar
  • Tes untuk melihat hormon hCG dalam tubuh
  • Pemeriksaan darah
  • Pemeriksaan sampel urine
  • Pemeriksaan imaging seperti CT scan, MRI, USG, atau X-ray
Berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter akan mencari tahu koriokarsinoma sudah berada di tahap apa. Dokter bisa memberikan skor berdasarkan ukuran dan penyebaran tumor.Apabila tumornya masih berukuran kecil dan belum menyebar ke bagian tubuh lainnya, penanganan paling utama adalah kemoterapi. Sesi terapi akan terus dilakukan hingga tidak ada lagi tanda-tanda kanker dalam tubuh, dilihat dari kadar hCG dalam tubuh.Sementara apabila sel kankernya berisiko cukup tinggi, mungkin diperlukan kemoterapi dan juga operasi. Selain itu, terapi radiasi juga mungkin menjadi pilihan.Sebagian besar perempuan yang terdiagnosis dengan koriokarsinoma dapat sembuh setelah menjalani pengobatan. Namun, akan berbeda kemungkinan sembuh apabila sel tumor telah menyebar hingga ke liver dan otak.Meski demikian, setiap kasus tentu unik dan berbeda antara satu orang dan lainnya. Dokter akan mendiskusikan apa saja alternatif yang bisa jadi pilihan.

Kemungkinan hamil

Perempuan yang mengalami choriocarcinoma akan mengalami perubahan cukup signifikan terkait siklus haidnya. Besar kemungkinan haid akan berhenti karena kadar hCG yang tinggi dalam tubuh.Apabila sedang menjalani kemoterapi, ada kemungkinan haid yang telah normal perlahan kembali berhenti. Umumnya, haid menjadi normal kembali sekitar 3-6 bulan setelah kemoterapi berakhir.Mengenai kemungkinan hamil, sangat kecil apabila pernah menjalani histerektomi untuk mengangkat tumor. Meski demikian, kemungkinan penanganan dengan cara histerektomi untuk mengatasi penyakit trofoblastik gestasional sangat langka.Peluang hamil tidak lagi ada karena histerektomi berarti operasi pengangkatan rahim demi menghilangkan tumor.Sementara bagi perempuan yang pernah menjalani kemoterapi, kemungkinan bisa hamil tetap ada. Diskusikan bersama dokter untuk tahu berapa lama jeda yang tepat untuk mulai program kehamilan sejak penanganan usai.

Kemungkinan terjadi berulang

Ada kondisi medis ketika penyakit trofoblastik terjadi berulang. Artinya, di tubuh perempuan yang telah menjalani prosedur untuk mengatasi hamil anggur masih tertinggal jaringan tumornya. Ini terjadi pada 1 dari tiap 12 (8%) perempuan yang pernah mengalami kehamilan anggur.Lebih jauh lagi, hamil anggur terjadi ketika pembuahan sel telur oleh sperma tidak berjalan sebagaimana mestinya. Akibatnya, tumbuh sel-sel abnormal atau kantung berisi air di dalam rahim.Bahkan, jaringan molar dalam jumlah kecil di bagian tubuh manapun bisa tumbuh dan menimbulkan masalah. Ketika terjadi berulang, bagian lain bisa terdampak. Namun kabar baiknya, tingkat kesembuhan hampir 100% lewat kemoterapi.

Meski demikian, koriokarsinoma bisa muncul beberapa bulan atau bahkan tahunan setelah kehamilan. Kemunculannya tidak terduga dan menyebabkan sulit untuk didiagnosis.Koriokarsinoma bisa tumbuh dengan cepat dan menimbulkan gejala dalam rentang waktu yang cukup singkat.Untuk berdiskusi lebih lanjut tentang gejala dan penanganan koriokarsinoma, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kesehatan wanitamasalah kehamilankanker rahim
WebMD. https://www.webmd.com/cancer/what-is-choriocarcinoma
Diakses pada 5 April 2021
National Cancer Institute. https://www.cancer.gov/types/gestational-trophoblastic/patient/gtd-treatment-pdq
Diakses pada 5 April 2021
Cancer Research. https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/gestational-trophoblastic-disease-gtd/persistent-trophoblastic-disease-ptd-choriocarcinoma/about
Diakses pada 5 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait