Kontroversi Yoga Bikram di Ruangan Panas, Berbahayakah?

Ciri khas yoga bikram adalah dilakukan di ruangan bersuhu panas
Bikram yoga dilakukan di ruangan bersuhu tinggi

Yoga bikram bukan hal asing di dunia olahraga meditasi ini, termasuk di Indonesia. Ada kontroversi berkembang terkait yoga bikram; dianggap membuat pesertanya kewalahan berada di ruangan bersuhu tinggi dalam durasi lama hingga tak tahu lagi batas kemampuan dirinya. Di sisi lain, ada yang menganggap yoga bikram bermanfaat bagi kesehatan.

Mengulik sejarah yoga bikram

Yoga bikram adalah sebuah metode yoga diambil dari Bikram Choudhury, guru yoga yang mulai mengajar sejak 50 tahun lalu. Yoga bikram berdasar pada 26 postur (asana) dan dua teknik pernapasan. Hal yang paling membedakan yoga bikram dengan latihan yoga lain adalah peserta harus berada di ruangan bertemperatur sekitar 40 derajat Celsius dengan kelembapan 40-60%.

Kontroversi yoga bikram

Sorotan terhadap yoga bikram tentu bukannya tanpa dasar. Ada banyak penelitian dan studi yang dilakukan untuk mengetahui apakah teknik dalam yoga bikram benar-benar bermanfaat atau justru membuat pesertanya kewalahan.

Beberapa kontroversi dan sorotan terhadap yoga bikram di antaranya:

  • Bertentangan dengan yoga klasik

Melakukan yoga di ruangan dengan temperatur tinggi adalah sebuah kontradiksi karena membuat kondisinya menjadi serba ekstrem. Padahal, esensi yoga klasik adalah mendengarkan tubuh tanpa adanya distraksi. Menurut pandangan orang yang menyoroti yoga bikram, ketika seseorang berkeringat berlebihan maka sesi yoga akan membuat kewalahan.

Seharusnya, yoga bertujuan untuk mengolah energi (prana) bukan membangkitkannya secara berlebihan. Bahkan kontroversi ini juga merujuk pada apa yang dikatakan Dalai Lama, bahwa segala sesuatu yang tidak berlebihan justru bisa didalami.

  • Tak perlu suhu tinggi

Dalam sebuah penelitian Texas State University, ditemukan bahwa yoga bikram tidak perlu dilakukan dalam ruangan bersuhu tinggi untuk mendapatkan manfaatnya terutama bagi kesehatan jantung. Menurut tim peneliti, perubahan dinding arteri yang berhubungan dengan jantung tetap bisa ditemukan meski yoga dilakukan dalam suhu normal.

  • Intoleransi panas

Bagi orang yang kondisinya sedang tidak fit atau tidak terbiasa melakukan yoga bikram, ada kemungkinan mengalami intoleransi suhu terlalu tinggi atau situasi panas. Terlebih, dalam kelas yang berdurasi 90 menit peserta berada di ruangan tertutup dengan temperatur 40 derajat Celsius.

Jika tidak bisa tertahankan, ada kemungkinan orang yang mengalami intoleransi panas akan merasakan sakit kepala, disorientasi, hingga mual.

  • Tak tahu batasan diri

Kritik lain terhadap yoga bikram adalah peserta tak bisa mendengarkan batasan tubuh mereka apabila instruktur bikram terus menerus menyuruh melakukan pose hingga tidak boleh meninggalkan ruangan hingga kelas usai. Tentu tidak semua kelas seperti ini, namun mereka yang mengkritisi menyebut kondisi ini membuat peserta tak bisa mendengarkan batasan diri mereka.

Bagaimana dengan kelebihan yoga bikram?

Tapi tentu yoga bikram tak melulu soal kontroversinya. Jika hingga kini kelas-kelas yoga bikram masih berlangsung dengan peminat yang cukup banyak, artinya ada orang yang merasakan manfaat dari yoga bikram. Apa saja?

  • Baik untuk kesehatan jantung

Melakukan yoga bikram selama kurang lebih 60-90 menit dapat membuat pembuluh darah di jantung aktif memompa dan lebih ellastis. Penelitian lain juga menyebutkan bahwa yoga bikram bermanfaat untuk kesehatan jantung terutama bagi mereka yang berusia paruh baya.

  • Membakar kalori

Sama seperti jenis olahraga lain, peserta yoga bikram mengakui mereka membakar 460 kalori dalam satu sesi kelas dalam ruangan bersuhu tinggi. Meski demikian, perlu diketahui bahwa pada beberapa orang detak jantung mereka bisa menembus 150 per menit saat sesi kelas yang paling sulit. Ini menandakan respons tubuh terhadap suhu sekitar, bukan pembakaran kalori akibat gerakan yoga.

Perhatikan hal berikut sebelum mencoba yoga Bikram

Terlepas dari kontroversi dan manfaat dari yoga bikram, kenali dulu diri sendiri. Berolahraga dalam durasi lama di ruangan bersuhu tinggi mungkin bukan untuk semua orang. Utamanya, bagi mereka yang memiliki masalah medis seperti penyakit jantung, nyeri tulang belakang, asma, dan diabetes.

Belum lagi ibu hamil yang harus ekstra hati-hati terhadap pilihan olahraga selama mengandung. Ketimbang mengikuti yoga bikram di ruangan panas yang bisa mengurangi asupan oksigen pada janin, ada pilihan yang lebih aman seperti yoga kehamilan atau prenatal yoga.

Seharusnya, yoga menjadi olahraga yang membuat seseorang bisa mendengarkan tubuh mereka tanpa ada distraksi berlebihan. Bagi beberapa orang, yoga bikram adalah jawabannya. Namun bagi orang lain, bisa jadi yoga bikram dirasa membuat kewalahan.

Apabila saat mencoba sesi yoga bikram Anda merasa kelelahan, sulit bernapas, hingga sulit menjaga konsentrasi, sebaiknya beri jeda bagi tubuh. Mungkin, jenis yoga lain – ada banyak sekali yang bisa dipelajari – lebih cocok untuk Anda.

Healthline. https://www.healthline.com/health-news/hot-yoga-booming-but-it-may-be-bad-for-you-051515#3

Diakses 23 April 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320674#Heat-not-necessary-for-vascular-improvement

Diakses 23 April 2020

Washington Post. https://www.washingtonpost.com/national/health-science/the-heat-of-hot-yoga-can-be-very-good--but-also-risky-for-some-people/2017/12/29/150db00a-e1a3-11e7-bbd0-9dfb2e37492a_story.html?noredirect=on

Diakses 23 April 2020

Artikel Terkait