logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Sex & Relationship

Kontroversi Robot Seks yang Sebabkan Dampak Negatif pada Manusia

open-summary

Meski konsepnya belum familiar, robot seks atau sexbot terus berkembang begitu nyata. Seperti halnya boneka seks, hanya saja sex robot atau sexbot ini penampakannya benar-benar realistis. Namuh kehadirannya dapat memberikan efek negatif terhadap mental manusia


close-summary

26 Mei 2020

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Sex robot diduga dapat menyebabkan penyimpangan seksual

Kehadiran sex robot dapat menimbulkan penyimpangan seksual

Table of Content

  • Kontroversi seputar robot seks
  • Bisa mengubah persepsi hal yang normal

Meski konsepnya belum familiar, robot seks atau sexbot terus berkembang begitu nyata. Seperti halnya boneka seks, hanya saja sex robot atau sexbot ini penampakannya benar-benar realistis. Bahkan, robot seks bisa dibuat sesuai kebutuhan dan selera pemiliknya.

Advertisement

Tak jarang, teknologi memungkinkan robot seks dilengkapi dengan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan bisa berbincang-bincang sederhana. Harganya tentu saja tidak terjangkau. Lebih jauh lagi, ada banyak kontroversi seputar robot seks karena dianggap lebih banyak risiko ketimbang manfaatnya.

Kontroversi seputar robot seks

Robot seks atau sexbot masih menuai kontroversi. Para penciptanya mengklaim bahwa robot seks tidak berbahaya sama sekali. Bahkan, adanya robot seks ini bisa mencegah terjadinya pelecehan seksual dengan memastikan hasrat seksual pemiliknya “terpenuhi”.

Itulah sebabnya, robot seks didesain tidak terbatas gender. Bukan hanya untuk laki-laki saja, tapi juga perempuan. Namun benarkah klaim ini sepadan dan didukung dengan bukti ilmiah?

Tim peneliti dari NHS London dan King’s College London berkolaborasi untuk menjawabnya. Mereka adalah Chantal Cox-George dan Susan Bewley yang mengumpulkan database segala informasi terkait klaim benarkah robot seks memiliki therapeutic effect.

Didukung dengan riset komprehensif dan diskusi bersama pakar lain, hingga kini tak ada bukti bahwa sexbot berdampak pada kesehatan mental seseorang. Di sisi lain, beberapa keuntungan dari memiliki robot seks yang disebutkan dalam hasil penelitian mereka di antaranya:

  • Seks lebih aman
  • Mengubah norma masyarakat
  • Potensi menjadi terapi
  • Potensi untuk menyembuhkan pedofil dan pelaku kekerasan seksual

Klaim yang ada saat ini adalah bahwa sex robot mereduksi keinginan pemiliknya untuk terlibat dalam sex trafficking atau sex tourism. Sementara untuk parameter seks lebih aman, ini karena robot seks lebih aman dari bakteri ketimbang bergonta-ganti pasangan yang rentan menjadi media penularan infeksi menular seksual.

Baca Juga

  • Mengenal Kepribadian ENFP, Sang Motivator yang Imajinatif
  • Avengers: Pembela Keadilan atau Pembalas Dendam?
  • Histrionic Personality Disorder, Saat Penderitanya Suka Cari Perhatian

Bisa mengubah persepsi hal yang normal

Lebih jauh lagi, ada klaim bahwa sexbot dapat memberi kepuasan bagi orang yang mengalami kondisi tertentu sehingga tidak bisa menikmati seks, seperti disfungsi ereksi, tidak memiliki pasangan, penuaan, atau kondisi medis lainnya.

Meski demikian, belum tentu realitanya selaras dengan ekspektasi. Bisa saja, yang terjadi justru sebaliknya. Pertimbangannya adalah:

  • Robot tak memiliki nafsu dan perasaan

Berbeda dengan pasangan yang memiliki nafsu dan perasaan antara kedua belah pihak, ini tidak bisa dimiliki robot secanggih apapun. Dikhawatirkan, hal ini justru membuat keintiman mustahil terwujud karena tidak ada perasaan yang saling membalas.

  • Berpotensi sebabkan kecanduan

Dari penelitian Cox-George dan Bewley, disebutkan bahwa ada potensi robot seks menyembuhkan pedofil atau mantan pelaku kekerasan seksual. Sayangnya, konsep ini juga masih kabur. Penampakan robot yang tanpa cela berisiko menyebabkan pemiliknya kecanduan dengan konsep semacam itu.

  • Menggeser persepsi normal

Selain potensi menyebabkan kecanduan, memiliki robot seks juga bisa menggeser persepsi yang semula dianggap normal dan atraktif dari pasangan. Tubuh robot seks dibuat sedemikian rupa hingga bisa menyebabkan distorsi ketika dibandingkan dengan manusia normal.

  • Terlalu cepat dilibatkan di dunia medis

Dari beberapa riset komprehensif itu, ditarik kesimpulan bahwa terlalu cepat apabila melibatkan robot seks dalam dunia medis. Baik itu untuk terapi karena belum ada pengujian secara empiris bahwa penggunaan robot seks benar-benar bisa berpengaruh terhadap kesehatan mental seseorang ke arah positif.

  • Penyaluran penyimpangan seksual

Belum adanya regulasi terkait perdagangan robot seks ini membuat kreatornya bebas menyisipkan skenario apapun, bahkan yang mewadahi orang dengan penyimpangan seksual. Sebut saja robot yang dibuat seakan-akan sedang diperkosa hingga didesain layaknya anak-anak, diperuntukkan bagi pedofil.

  • Menarik diri dari interaksi sosial

Robot seks didesain bisa mengingat semua hal tentang pemiliknya. Hal favorit, hal yang dibenci, pengalaman, hingga ke detil terkecil. Pada kondisi tertentu, bisa saja keberadaan robot seks ini membuat seseorang asyik sendiri hidup dalam gelembungnya dan semakin menarik diri dari interaksi sosial nyata.

Adanya teknologi robot semakin memudahkan segalanya. Namun ketika berhubungan dengan sexbot, risikonya lebih tinggi ketimbang klaim-klaim manfaatnya.

Jangan sampai adanya robot seks menjadi pelarian dari kehidupan nyata atau hubungan dengan orang sesungguhnya. Konsep bahwa robot seks sama baiknya seperti berinteraksi dengan manusia lain seharusnya tidak dinormalisasi. Terlebih, manusia tidak akan pernah sepadan dibandingkan dengan robot secanggih dan semahal apapun.

Advertisement

hubungan seksmasalah seksualkesehatan mental

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved