MPASI Dini, Menimbang Bahaya dan Manfaatnya


MPASI dini biasanya direkomendasikan untuk bayi yang belum mencapai berat badan ideal. Namun, bahaya MPASI yang diberikan terlalu cepat adalah risiko obesitas pada bayi.

0,0
16 Oct 2019|Azelia Trifiana
MPASI dini boleh dilakukan dengan persetujuan dokter anak dan berikan makanan yang benar-benar lembutMPASI dini yang diberikan sebelum bayi berusia 6 bulan boleh dilakukan asalkan mendapat rekomendasi dari dokter
MPASI dini sebaiknya dimulai ketika bayi menginjak usia 6 bulan. Meski demikian, ada beberapa kondisi yang mengharuskan pemberian makanan berat ketika bayi sebelum 6 bulan. Tidak berarti berbahaya, bisa saja keputusan memberikan MPASI dini bermanfaat bagi anak.Sejatinya, bayi siap mendapatkan makanan pendamping ASI saat berusia 4-6 bulan. Seperti namanya, orang tua dapat memberikan makanan halus sembari memberikan ASI atau susu formula.

Waktu pemberian MPASI yang tepat

Usia 4-6 bulan adalah momen ketika bayi belajar untuk tidak mendorong makanan keluar dengan lidah mereka.Tak hanya itu, bayi juga sudah mulai memahami koordinasi untuk memindahkan makanan dari bagian depan ke belakang mulut hingga siap ditelan.Umumnya, MPASI diberikan saat anak berusia 6 bulan. Mereka butuh tambahan makanan untuk memenuhi kebutuhan energi dan nutrisinya. WHO pun juga merekomendasikan pemberian MPASI sebagai makanan pertama bayi ketika bayi usia 6 bulan.Pertimbangan pemilihan usia tersebut adalah karena pada usia di bawah 6 bulan, sistem pencernaan bayi masih belum berkembang dengan optimal. Bayi pun hanya baru bisa mencerna ASI maupun susu formula.Jika tetap dipaksa memberikan MPASI pada usia di bawah 6 bulan, Si Kecil pun akan mengalami kembung, diare pada bayi, alergi makanan, dan bayi susah BAB.Alergi pada bayi pun dikarenakan lendir pada usus belum berkembang dengan optimal. Hal ini membuat antigen terserap ke dalam darah dan memicu tubuh memunculkan reaksi alergi.

Bahaya MPASI dini

Ketika bayi menginjak usia 6 bulan, itulah saat mereka siap mendapatkan tambahan makanan pendamping.Namun, jika orang tua memberikan MPASI dini, harus memperhitungkan risikonya.Ada banyak contoh kasus ketika bayi mengalami gangguan lambung, usus, hingga kehilangan nyawa akibat diberikan MPASI dini. Namun, perlu dicatat bahwa hal ini hanya terjadi apabila yang diberikan adalah makanan terlalu padat sehingga lambung bayi belum siap mencernanya.Beberapa risiko memberikan MPASI dini adalah:
Salah satu risiko MPASI dini adalah bayi tersedak makanan

1. Tersedak

Bahaya MPASI dini membuat ada juga kemungkinan bayi tersedak ketika makanan dalam MPASI dini mereka justru masuk ke saluran pernapasan.Terlebih, bayi baru berada dalam tahap mengenali proses memasukkan makanan dan menelannya.

2. Melukai usus

Lendir dalam usus bayi berusia di bawah 6 bulan belum berfungsi optimal. Oleh karena itu, bahaya MPASI dini membuat makanan yang masuk ke usus bayi bisa saja melukai usus mereka.
Berat badan bayi melebihi angka ideal jika ia mengonsumsi terlalu banyak kalori

3. Risiko obesitas

Bahaya MPASI dini yang diberikan pada usia 4 bulan menyebabkan bayi berisiko mengalami obesitas. Hal ini pun dikemukakan pada riset yang diterbitkan BMC Public Health.Tidak hanya waktu yang terlalu cepat, riset ini juga memaparkan, makanan padat atau makanan olahan yang tinggi gula dapat menyebabkan obesitas.Makanan padat bisa juga mengandung kalori terlalu banyak jika dibandingkan dengan kebutuhannya sehingga berat badan bayi melebihi angka ideal.

4. Kekebalan tubuh menurun

Ketika bayi hanya eksklusif mengonsumsi ASI, maka ada kekebalan pasif yang melindungi tubuh mereka dari serangan penyakit.Namun, jika MPASI diberikan lebih awal, ada kemungkinan tubuh dimasuki kuman dari makanan yang diolah. Risiko mengalami alergi juga mungkin saja terjadi.

5. Diare

Saluran cerna bayi belum siap mengolah makanan padat. Hal ini mampu menimbulkan bahaya MPASI dini.Jika hal ini dipaksakan, maka bayi bisa saja mengalami diare hingga konstipasi. Gangguan pencernaan dapat terjadi karena ketidaksiapan saluran cerna menerima makanan padat.

Manfaat MPASI dini

Setelah mengulas risiko memberikan MPASI dini, ternyata ada juga manfaat dari memberikan MPASI di bawah usia 6 bulan. Dokter anak biasanya merekomendasikan pemberian MPASI lebih awal ketika berat badan bayi dalam periode tertentu  cenderung stagnan atau bahkan kurang dari seharusnya.Ada beberapa penelitian yang mengungkap manfaat memberikan MPASI dini, seperti:
Saat bayi merasa kenyang, ia akan tidur lebih nyenyak

1. Tidur lebih nyenyak 

Penelitian dari King’s College London dan St. George’s University London menemukan fakta bahwa bayi yang mendapatkan MPASI lebih dini membuat tidur lebih lama. Penelitian ini melibatkan 1.303 bayi berusia 3 bulan yang dibagi dalam 2 kelompok.

2. Jarang terbangun

Penelitian yang sama juga menguak bahwa bayi yang mendapatkan MPASI yang lebih awal lebih jarang terbangun dari tidur daripada mereka yang tidak.Selisihnya sekitar 16 menit tidur lebih lama saat malam hari. Meski demikian penelitian ini masih terus dikembangkan karena kurangnya bukti tambahan.

3. Kualitas hidup orang tua meningkat

Salah satu hal yang membuat orang tua merasa kaget dengan peran baru mereka adalah siklus tidur yang berantakan.Bagaimana tidak, bayi baru lahir bisa terbangun setiap 2 jam sekali untuk menyusu. Ketika bayi tidur lebih nyenyak, maka kualitas hidup orang tua juga meningkat karena bisa beristirahat lebih lama.

4. Mengejar berat badan ideal

Beberapa dokter yang merekomendasikan pemberian MPASI 5 bulan pada Si Kecil.Biasanya hal ini dilakukan jika berat badan bayi tidak meningkat atau cenderung stagnan. Meski demikian, perihal berat badan ini harus dipantau secara rutin oleh dokter anak.

Cara tepat memberikan MPASI dini

Jika anak Anda direkomendasikan oleh dokter untuk mendapatkan MPASI dini pada bayi, bukan saatnya untuk menambah keraguan dengan mendengarkan kontroversi di luar sana.Tapi jangan hanya ikut-ikutan atau mendengarkan petuah yang sudah ada sejak lama. Sebab, terkadang, belum tentu valid.Hal yang perlu diingat jika memberikan MPASI lebih dahulu adalah:
  • Berikan menu yang lembut seperti pisang, alpukat, ubi, wortel, yang dihaluskan hingga benar-benar lembut.
  • Jangan tambahkan gula atau garam dalam MPASI.
  • Tunggu hingga 3 hari untuk memperkenalkan menu tunggal tertentu untuk mengetahui apa pemicu alergi jika memang terjadi.
  • Berikan makanan ketika bayi dalam posisi duduk dan kepalanya sudah tegak.
  • Pastikan seluruh pengolahan dan alat untuk MPASI benar-benar higienis.
Jika dokter menganjurkan dan syarat-syarat tersebut bisa terpenuhi, maka bayi bisa diberikan MPASI 5 bulan.Justru, jangan menunggu hingga lebih dari 6 bulan karena bisa menghambat pertumbuhannya dan mengakibatkan kekurangan zat besi.

Catatan dari SehatQ

MPASI dini sebenarnya kerap kali memunculkan kontroversi. Di satu sisi, pemberian yang dini mampu meningkatkan risiko yang bisa mengganggu kesehatan bayi.Namun, di sisi lain, MPASI dini pada bayi justru membawa beragam manfaat. Umumnya, makanan pendamping ASI ini diberikan pada bayi usia 6 bulan.Meski demikian, tetap konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anak melalui chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ apabila Anda ingin memulai memberikan MPASI.Sebab, pencernaan bayi masih sedang dalam tahap perkembangan sehingga kemampuan mencerna makanan pun masih belum maksimal.Apabila Anda ingin melengkapi keperluan MPASI untuk bayi di rumah, kunjungi Toko SehatQ untuk mendapatkan penawaran menarik.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
mpasiperkembangan anakberat badan bayimakanan bayi
Academy of Nutrition and Dietetics. https://www.eatright.org/food/nutrition/eating-as-a-family/dos-and-donts-for-babys-first-foods
Diakses 5 Oktober 2019
BBC. https://www.bbc.com/news/health-44723638
Diakses 5 Oktober 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/expert-answers/starting-solids/faq-20057889
Diakses 5 Oktober 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/healthy-baby/art-20046200
Diakses 5 Oktober 2019
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/solid-foods-weaning/
Diakses 5 Oktober 2019
Unicef. https://www.unicef.org/parenting/food-nutrition/feeding-your-baby-when-to-start-solid-foods
Diakses 5 Oktober 2019
WHO. https://www.who.int/health-topics/complementary-feeding#tab=tab_1
Diakses pada 17 Desember 2020
BMC Public Health. https://bmcpublichealth.biomedcentral.com/articles/10.1186/s12889-019-6722-4
Diakses pada 17 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait