Tanda-Tanda Melahirkan Sudah Dekat, Apa Saja?


Tanda-tanda melahirkan berbeda-beda, kontraksi dan air ketuban pecah adalah tanda yang paling jelas. Selain itu, ciri-ciri mau melahirkan lainnya adalah adanya pembukaan rahim.

(0)
03 Feb 2020|Azelia Trifiana
Tanda-tanda melahirkan yang hampir pasti dialami ibu hamil dengan persalinan normal adalah kontraksiTanda-tanda melahirkan adalah adanya interval kontraksi yang semakin dekat dan intens
Tanda-tanda melahirkan akan disambut bahagia sekaligus tegang. Umumnya, HPL (Hari Perkiraan Lahir) terjadi di masa kehamilan usia 40 minggu.Saat mengalami tanda-tanda melahirkan, terkadang sering disalahartikan karena hanyalah false alarm. Mengingat semua kehamilan punya keunikan masing-masing, Mengetahui apa saja tanda-tanda melahirkan sudah dekat bisa membantu mempersiapkan mental, fisik, dan banyak hal lain yang diperlukan.Namun, jangan lupakan satu hal: bahwa persalinan adalah proses alami dan bayi punya caranya sendiri untuk menyapa dunia.

Tanda-tanda melahirkan

Proses persalinan normal biasanya dimulai dengan kontraksi berinterval semakin dekat, pembukaan saat melahirkan, hingga proses persalinan.Berikut ini beberapa tanda-tanda mau melahirkan sudah dekat yang bisa terjadi sejak satu bulan hingga beberapa jam sebelum persalinan:

1. Posisi bayi semakin turun

Posisi janin sudah semakin ke bawah pertanda akan melahirkan
Posisi janin sudah semakin ke bawah pertanda akan melahirkan
Turunnya posisi bayi dengan kepala di bagian bawah adalah salah satu tanda-tanda melahirkan sudah dekat.Artinya, bayi sudah semakin dekat menjelang persalinan. Ketika bayi berada di posisi ini, bisa terlihat dari ukuran perut ibu hamil atau frekuensi ingin buang air kecil ke toilet yang bertambah.Saat bayi sudah semakin turun, biasanya keluhan ibu hamil seperti heartburn atau sesak napas berkurang karena ruang di sekitar paru-paru sudah semakin lega.

2. Rahim mulai terbuka

Tak hanya bayi yang semakin turun, cara mengetahui kapan bayi akan lahir juga dilihat dari perubahan rahim.Dalam hal ini, rahim atau serviks juga mulai terbuka dan menipis beberapa hari jelang persalinan.Biasanya, tanda-tanda mau bersalin ini bisa diperiksa oleh bidan atau dokter kandungan lewat pemeriksaan dalam.Meski demikian, hal ini bisa berbeda antara satu kehamilan dan lainnya.Salah satu cara mengetahui kapan bayi akan lahir adalah dengan mengamati pembukaan kelahiran.Dalam hal ini, leher rahim pun mulai melebar dan menipis. Ciri-ciri mau melahirkan ini biasanya ada beberapa minggu sebelum persalinan.Ada juga yang mengalami ini beberapa hari sebelum persalinan.Pada tanda-tanda melahirkan ini, ada 2 tahapan utama, yaitu fase laten dan fase aktif. Fase laten adalah fase pembukaan awal, serviks pun membuka tidak begitu lebar.Ketika memasuki fase aktif, leher rahim pun membuka dengan cepat.Bukaan akan maksimal ketika mencapai bukaan 10. Artinya, leher rahim sudah terbuka selebar 10 cm atau 10 jari tangan.Ini menjadi tanda-tanda melahirkan akan segera berlangsung.Apabila ada ibu hamil lain dengan usia kehamilan sama sudah mengalaminya lebih cepat, bukan berarti ada masalah pada kondisi tubuh Anda. Ingat, setiap kehamilan itu unik.

3. Keluar flek 

Bercak kecokelatan dan lendir juga menandakan persalinan segera dimulai
Bercak kecokelatan dan lendir juga menandakan persalinan segera dimulai
Salah satu tanda-tanda melahirkan sudah dekat adalah keluarnya flek berwarna kecokelatan. Selain flek, bisa juga ada lendir yang keluar dari vagina.Hal ini normal karena memang beberapa hari atau jam sebelum persalinan, cairan yang keluar dari vagina akan jauh lebih kental.Lendir ini merupakan penyumbat leher rahim. Fungsinya, agar infeksi tidak menuju rahim dan membahayakan janin.Bila mendekati persalinan, sumbat lendir ini akan lepas. Biasanya, lendir berwarna bening hingga merah muda. Tak jarang, lendir juga disertai darah.

4. Kontraksi dengan interval bertambah

Tanda-tanda melahirkan sudah dekat yang hampir pasti dialami ibu hamil dengan persalinan normal adalah kontraksi.Persalinan aktif akan menimbulkan kontraksi dengan interval yang semakin dekat dan semakin intens dari waktu ke waktu.Sebisa mungkin, catat berapa jarak antar kontraksi untuk memprediksi kapan harus ke rumah sakit.Kontraksi akan terasa seperti nyeri pada perut hingga punggung, seiring dengan persiapan tubuh untuk mengeluarkan bayi.Kontraksi adalah tanda-tanda melahirkan yang kerap disalahartikan. Beberapa hal yang membedakan kontraksi palsu dengan ciri-ciri mau melahirkan yang sudah dekat adalah:
  • Kontraksi pada persalinan aktif akan terasa semakin kuat
  • Ketika mengubah posisi, kontraksi tetap terasa
  • Kontraksi menjadi semakin sering dan polanya teratur
  • Kontraksi terasa seperti nyeri haid namun tak hanya di perut, melainkan juga di punggung
Lantas, berapa lama jarak antara kontraksi palsu dan asli?Kontraksi palsu biasanya terjadi selama kurang dari 30 detik sampai 2 menit.Namun, kontraksi asli hanya selama 30 hingga 70 detik. Jarak waktu antarkontraksi asli teratur dan semakin pendek saat semakin mendekati persalinan.Hal ini pun dipaparkan dalam riset terbitan National Center for Biotechnology Information

5. Air ketuban pecah

Ketuban pecah merupakan tanda persalinan yang final
Ketuban pecah merupakan tanda persalinan yang final
Kapan pecahnya air ketuban tidak ada ketentuannya pada setiap ibu hamil. Namun perlu diingat bahwa air ketuban pecah adalah tanda persalinan sudah dekat yang paling final.Artinya, tentu ibu hamil sebelumnya telah merasakan kontraksi atau dimulai dengan tanda-tanda melahirkan sudah dekat lainnya.Meski demikian, tidak semua ibu hamil merasakan air ketuban pecah.Ada yang merasakan saat pembukaan telah berjalan separuh, ada juga yang air ketubannya pecah ketika pembukaan sudah sempurna.Perlu diketahui, cairan ketuban berfungsi untuk melindungi bayi saat berada di dalam rahim.

6. Punggung terasa sangat sakit

Wajar jika ibu merasakan keluhan, seperti sakit punggung saat hamil. Namun, pada ciri-ciri mau melahirkan, rasa sakit di punggung jauh lebih intens.Hal ini bisa terjadi pada 1/3 ibu hamil yang akan menjalani persalinan.Punggung yang sakit disebabkan karena posisi bayi turun dan semakin dekat dengan jalan persalinan.Artinya, posisi bayi sangat mungkin menekan tulang belakang ibu. Konsekuensinya, ibu akan merasakan rasa sakit konstan di punggung.Nyeri punggung saat hamil ini baru benar-benar hilang saat Anda sudah melahirkan.

7. Tubuh terasa ringan

Berat badan berkurang saat akan bersalin terjadi akibat ketuban merembes dan sering buang air kecil
Berat badan berkurang saat akan bersalin terjadi akibat ketuban merembes dan sering buang air kecil
Setelah 9 bulan membawa baby bump yang tentu tidak ringan, ciri-ciri mau melahirkan adalah rasa ringan di perut.Hal ini lagi-lagi terjadi karena bayi sudah berada semakin dekat dengan jalur lahirnya. Artinya, tidak ada lagi tekanan pada diafragma yang menimbulkan rasa tidak nyaman.Selain itu, efek pada ibu hamil ini membuat berat badannya turun. Sebab, cairan ketuban pun sedikit demi sedikit berkurang dan ibu pun semakin sering buang air kecil.

8. Perubahan temperatur tubuh

Selain perubahan pada fisik, ciri-ciri mau melahirkan adalah perubahan temperatur tubuh karena hormon.Contohnya, ketika cuaca terasa cukup panas, namun ibu hamil yang akan mengalami persalinan justru merasa kedinginan.

9. Perubahan mood

Perubahan mood kerap dijumpai sebelum persalinan
Perubahan mood kerap dijumpai sebelum persalinan
Tanda-tanda ini terjadi pada ibu yang melahirkan normal maupun caesar. Hal ini disebabkan perubahan level stamina ibu. Dampaknya, suasana hati ibu pun bisa terpengaruh.

Kapan harus ke rumah sakit?

Jarak dari kontraksi hingga persalinan bisa berbeda-beda pada setiap ibu hamil. Ada yang cepat, ada pula yang perlu waktu berhari-hari.Untuk itu, selalu rekam kontraksi dan ketika polanya semakin teratur dan intens, bersiaplah ke rumah sakit.Persiapkan skema apa yang akan Anda – dan juga anggota keluarga yang terlibat – akan lakukan ketika saatnya ke rumah sakit tiba.Lakukan hal ini beberapa minggu sebelumnya seperti menyiapkan hospital bag atau menentukan rute mana yang ditempuh.Hal ini penting karena saat mengalami kontraksi hebat, akan sulit bagi ibu hamil untuk bisa berkonsentrasi pada hal lain.Jangan sia-siakan energi dan fokus ibu hamil selain pada proses persalinan.

Catatan dari SehatQ

Tanda-tanda melahirkan harus diamati sebaik mungkin.Selain itu, jangan lupa untuk terus berkomunikasi dengan janin karena mereka punya cara sendiri untuk menyapa dunia.Nikmati proses persalinan – yang tentu bukannya tidak menyakitkan – dengan mengenal rasa sakit serta persiapkan tubuh dengan matang sejak jauh-jauh hari.Bila Anda ingin mengetahui lebih lanjut terkait persiapan melahirkan ataupun ciri-ciri mau melahirkan lainnya, Anda bisa menghubungi dokter secara gratis melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
melahirkankontraksipersalinanmelahirkan normalpersiapan kelahiran
Parents. https://www.parents.com/pregnancy/giving-birth/signs-of-labor/signs-of-approaching-labor/
Diakses 28 Januari 2020
What to Expect. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/labor-signs
Diakses 28 Januari 2020
Fatherly. https://www.fatherly.com/health-science/signs-your-wife-is-going-into-labor-giving-birth/
Diakses 28 Januari 2020
National Center for Biotechnology Information. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470546/
Diakses pada 26 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait