Ketahui Konsekuensi Buruknya Sebelum Melakukan Tes Kesehatan Jiwa di Internet

Di internet ada banyak sekali kuis-kuis yang diklaim merupakan tes kesehatan jiwa dan dapat mendeteksi kondisi kejiwaan seseorang
Tes kesehatan jiwa tidak sesederhana memilih satu jawaban dari kuis-kuis yang beredar di internet

Kini ada begitu banyak tes kesehatan jiwa yang bertebaran di dunia maya. Berbagai judul, berbagai tema, berbagai jenis pertanyaan, semuanya mengklaim dapat mengulik kondisi kesehatan jiwa seseorang dengan akurat. 

Nyatanya, tidak sembarang orang bisa melakukan tes kesehatan jiwa, harus dilakukan oleh pakarnya. Tes kesehatan jiwa tidaklah sesederhana memilih salah satu jawaban dari sederet pilihan ganda, atau memilih gambar mana yang paling menggambarkan mood apa yang dirasakan hari itu.

Meski demikian, popularitas tes kesehatan jiwa di Internet semakin tinggi. Banyak yang bahkan bisa merilis diagnosis secara online untuk membantu seseorang memahami apa yang jiwa mereka butuhkan.

Bedakan tes kesehatan jiwa dan kuis kejiwaan

Tak perlu bersusah payah menemukan tes kesehatan jiwa di Internet. Dalam waktu beberapa menit saja, ada banyak sekali kuis yang mengklaim dapat mengulik kondisi kesehatan jiwa atau mental seseorang. 

Biasanya, bentuk tes kesehatan jiwa di Internet adalah kuis. Contohnya kuis untuk mengetahui kelainan perilaku yang Anda miliki, seberapa “OCD” diri Anda, atau masalah kejiwaan fundamental yang dialami.

Nyatanya, penting untuk membedakan tes kesehatan jiwa dengan kuis kejiwaan yang banyak beredar di Internet. Konklusi – atau yang mereka sebut diagnosis – belum tentu akurat karena hanya berdasarkan preferensi dari beberapa pertanyaan dalam kuis.

Justru yang terjadi adalah pemberian label atau stigma pada kondisi yang belum tentu akurat. Beberapa ciri-ciri kuis kejiwaan di Internet yang tidak bisa dianggap sebagai tes kesehatan jiwa akurat adalah:

  • Setiap orang yang menjawab kuis mendapatkan diagnosis
  • Tes tidak menjelaskan bagaimana proses perumusan diagnosis
  • Tes berlangsung dengan singkat
  • Tes penuh dengan lelucon

Bahayanya tes kesehatan jiwa di Internet

Bahkan jika kita bertanya kepada para pakar kesehatan mental, mereka pasti setuju bahwa proses mendiagnosis seseorang dengan kondisi kesehatan jiwa tertentu adalah jalan yang panjang dan melelahkan. Tidak mudah menentukan diagnosis karena manusia adalah makhluk yang kompleks.

Beberapa kekeliruan tes kesehatan jiwa di Internet:

  • Hasil bisa berbeda-beda meski diisi oleh orang yang sama
  • Tidak ada pertanggungjawaban proses perumusan diagnosis
  • Bingung mengetahui apa yang sebenarnya dirasakan
  • Konflik dengan diagnosis klinis yang benar dari pakarnya
  • Membuat orang dengan mudah menarik kesimpulan tak akurat
  • Menyepelekan tes kesehatan jiwa langsung dengan pakarnya

Ke mana idealnya melakukan tes kesehatan jiwa?

Tes kesehatan jiwa hanya dapat dilakukan oleh profesional seperti psikolog atau psikiater
Psikolog akan memberikan diagnosis dari masalah kesehatan mental yang seseorang alami

Apabila Anda merasa memiliki masalah dengan kesehatan jiwa, pergilah ke psikiater, psikolog, atau pakar kesehatan mental. Sampaikan apa yang selama ini dirasakan dengan detil. Apakah Anda merasa marah? Sedih? Cemas? Kesepian? Berdialog dengan pakar kesehatan mental dapat membantu mereka menarik kesimpulan atau diagnosis yang valid.

Sayangnya, melakukan tes kesehatan mental belum sepopuler tes kesehatan fisik. Saat sedang sakit, orang bisa melihat dengan gamblang apa keluhan yang sedang dialami dan apa yang perlu diobati. 

Namun tidak demikian halnya dengan tes kesehatan mental. Apa yang dirasakan adalah hal yang abstrak dan tidak terlihat. Bisa saja orang merasa dirinya baik-baik saja padahal sesungguhnya ada yang tidak beres dengan kesehatan jiwa mereka.

Memang wajar apabila seseorang merasa stres, cemas berlebih, marah, atau sedih dari waktu ke waktu. Berada dalam emosi yang sulit bukan berarti mengalami masalah kejiwaan.

Namun apabila segala emosi yang dirasakan telah menggganggu kehidupan sosial atau kemampuan menjalankan fungsi dengan normal setiap harinya, tak ada salahnya bertanya kepada ahlinya.

Ketika seseorang merasa emosinya tak kunjung membaik atau sulit mengendalikan apa yang ada di pikiran, terapi bisa jadi hal yang membantu. Stigma bahwa orang yang mengalami gangguan kesehatan jiwa berarti tidak normal perlahan sudah sirna.

Kini, kesadaran akan pentingnya menyadari kesehatan mental diri sendiri semakin kencang digaungkan, lebih kencang dari sebelumnya.

Good Therapy. https://www.goodtherapy.org/blog/how-accurate-are-online-mental-health-tests-1005187
Diakses 20 Januari 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4642400/
Diakses 20 Januari 2020

Well and Good. https://www.wellandgood.com/good-advice/personality-quiz-online-consequences-bad-advice/
Diakses 20 Januari 2020

Artikel Terkait

Banner Telemed