Bukan Cuma Epilepsi, Kondisi Ini Bisa Menyebabkan Bayi Kejang saat Tidur

Kejang demam pada bayi biasanya dirangsang oleh kondisi suhu tubuh di atas 38 Celcius
Bayi kejang saat tidur disebabkan oleh adanya perubahan aktivitas elektrik otak

Bayi kejang saat tidur terjadi karena adanya perubahan aktivitas elektrik otak pada berbagai tahapan tidur dan bangun. Sebagian besar kejang saat tidur berlangsung pada tahap tidur yang dangkal. Kejang yang terjadi dapat berupa kejang fokal maupun umum.

Kejang saat tidur seringkali menimpa bayi dan anak-anak. Namun, kondisi ini akan semakin membaik dan menghilang seiring bertambahnya usia. Bayi kejang saat tidur kerap dikaitkan dengan penyakit epilepsi, namun kenyataannya berbeda. Kejang yang dialami bayi saat tidur tidak selalu menandakankan adanya epilepsi. Kondisi mioklonus dan kejang demam juga memiliki gejala yang menyerupai epilepsi pada bayi.

Penyebab bayi kejang saat tidur

1. Mioklonus

Kondisi mioklonus menyerupai bayi kejang saat tidur. Kondisi ini sering terjadi pada beberapa minggu awal hingga bayi berusia 2 bulan. Pada bayi berusia >6 bulan, hal ini jarang dialami. Kondisi mioklonus ketika bayi tidur terjadi akibat gerakan otot involunter. Jika orangtua baru memiliki bayi pertama, mungkin mereka akan mengalami kesulitan membedakan kondisi ini dengan kejang saat tidur.

Pada mioklonus, kejang dapat tampak pada satu atau kedua sisi tubuh. Gerakan yang menyerupai bayi kejang saat tidur akibat mioklonus umumnya lebih jelas terlihat pada lengan dibandingkan kedua kaki. Selain itu, pada mioklonus yang terjadi saat tidur, kejang sangat jarang melibatkan otot pada wajah.

Contoh lain dari gerak mioklonus adalah cegukan dan kedutan saat tidur. Umumnya hal ini bukan merupakan hal yang berbahaya. Pada mioklonus, bayi tidak menunjukkan perubahan aktivitas otak dalam pemeriksaan elektroensefalografi (EEG).

2. Kejang demam

Bayi yang sedang mengalami demam rentan terhadap kejang, termasuk kejang saat tidur. Kejang dan demam pada bayi merupakan bagian dari kondisi kejang demam, yaitu kejang yang dirangsang oleh kondisi suhu tubuh yang tinggi, umumnya di atas 38o Celcius.

Kejang demam umumnya dialami pada bayi berusia 6 bulan hingga di bawah 5 tahun, namun kasus kejang demam paling banyak terjadi pada usia 12-18 bulan. Adanya riwayat keluarga dengan kondisi ini akan meningkatkan risiko hal yang sama terjadi pada bayi atau anak. Selain itu, riwayat kejang demam sebelumnya akan meningkatkan risiko kondisi ini berulang.

Keadaan bayi kejang saat tidur akibat kondisi ini umumnya hanya berlangsung beberapa menit dan menghilang dengan sendirinya. Selama masih terjadi demam, bayi berisiko untuk kembali mengalami kejang.

Kondisi kejang demam berbeda dengan kejang akibat epilepsi. Akan tetapi, bayi yang pernah mengalami kejang demam akan memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami epilepsi di kemudian hari.

[[artikel-terkait]]

Apa yang harus dilakukan ketika bayi kejang saat tidur?

Ketika bayi kejang, lakukan langkah-langkah perlindungan pada bayi. Jauhkan benda-benda tajam atau barang yang berpotensi membahayakan bayi. Selain itu, pastikan adanya pagar pelindung pada tempat tidur bayi agar mereka tidak terjatuh.

Apabila Anda mencurigai bayi kejang saat tidur, konsultasikanlah dengan dokter agar mendapat pemeriksaan untuk memastikan kejang yang terjadi dan menentukan penyebab yang mendasari. Pemeriksaan yang dapat dilakukan oleh dokter adalah EEG untuk memeriksa aktivitas otak dan pemeriksaan radiologis berupa CT scan atau MRI untuk mencari kelainan struktural pada otak.

Anda dapat merekam keadaan bayi saat kejang. Rekaman tersebut dapat membantu dokter untuk mendapatkan informasi secara akurat mengenai kejang yang dialami bayi. Hal ini berperan penting dalam menentukan tipe kejang pada bayi. Selain itu, juga dapat membantu membedakan kondisi kejang dengan kondisi lain yang menyerupai kejang.

Cara lain yang bisa Anda lakukan adalah memasang monitor pada tempat tidur bayi. Lewat monitor, Anda dapat melihat dan mendengar ketika bayi kejang saat tidur. Perhatikan juga pertanda adanya kejang pada pagi hari, seperti air liur yang menetes, muntah, atau tempat tidur yang basah.

Healthline. https://www.healthline.com/health/epilepsy/nocturnal-seizures
Diakses pada Mei 2019

Science Direct. https://www.sciencedirect.com/topics/medicine-and-dentistry/benign-neonatal-sleep-myoclonus
Diakses pada Mei 2019

KidsHealth. https://kidshealth.org/en/parents/febrile.html
Diakses pada Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed