logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Bayi & Menyusui

Bayi Kejang saat Tidur, Penyebabnya Bukan Hanya Epilepsi

open-summary

Bayi kejang saat tidur adalah kondisi perubahan aktivitas elektrik otak pada tahapan awal tidur dan bangun. Hal ini disebabkan kondisi yang bernama mioklonus dan kejang demam.


close-summary

28 Mei 2019

| Giovanni Jessica

Ditinjau oleh dr. Indra Wijaya

Bayi kejang saat tidur disebabkan oleh adanya perubahan aktivitas elektrik otak

Bayi kejang saat tidur biasanya dirangsang oleh kondisi suhu tubuh di atas 38 Celcius

Table of Content

  • Mengenal bayi kejang saat tidur
  • Penyebab bayi kejang saat tidur
  • Hal yang harus dilakukan ketika bayi kejang saat tidur
  • Catatan dari SehatQ

Bayi kejang saat tidur terjadi karena adanya perubahan aktivitas elektrik otak pada berbagai tahapan tidur dan bangun.

Advertisement

Sebagian besar kejang saat tidur berlangsung pada tahap tidur yang dangkal. Kejang yang terjadi dapat berupa kejang fokal maupun umum.

Penyakit pada bayi ini, salah satunya kejang pada bayi saat tidur, tentu menyebabkan kepanikan bagi beberapa orang tua.

Mengenal bayi kejang saat tidur

no caption
Bayi kejang saat tidur ditandai dengan gerakan seperti terguncang

Bayi kejang saat tidur juga kerap disebut benign neonatal myoclonus. Bayi sering kaget seperti kejang saat tidur ini ditandai dengan gerakan kecil yang tak terduga.

Anda bisa melihat bayi terlihat cegukan hingga gerakan seperti terguncang, layaknya kejang epilepsi.

Gerakan tersebut tidak bisa dikontrol ataupun dicegah. Biasanya, hal ini terjadi pada malam hari, saat tubuh bayi sudah rileks pada awal tahapan tidurnya.

Kejang saat tidur seringkali menimpa bayi dan anak-anak. Namun, kondisi ini akan semakin membaik dan menghilang seiring bertambahnya usia.

Bayi seperti kejang saat tidur kerap dikaitkan dengan penyakit epilepsi. Namun, kenyataannya berbeda.

Kejang yang dialami bayi saat tidur tidak selalu menandakan bayi menderita epilepsi. Kondisi mioklonus dan kejang demam juga memiliki gejala yang menyerupai epilepsi pada bayi.

Meski demikian, umumnya, menurut riset yang diterbitkan An Introduction to Epilepsy, gejala umum kejang pada bayi terdiri dari:

  • Tubuh terlihat seperti menyentak.
  • Kontraksi otot.
  • Kehilangan kesadaran.
  • Tubuh lemah.
  • Cemas.
  • Tatapan mata ke atas dan belakang.

Penyebab bayi kejang saat tidur

1. Mioklonus

no caption
Bayi 2 bulan kerap mengalami mioklonus yang sebabkan bayi kejang saat tidur

Kondisi mioklonus menyerupai bayi kejang saat tidur. Kondisi ini sering terjadi pada beberapa minggu awal hingga bayi umur 2 bulan.

Pada bayi umur 6 bulan ke atas, hal ini jarang dialami. Kondisi mioklonus ketika bayi tidur terjadi akibat gerakan otot involunter.

Jika orangtua baru memiliki bayi pertama, mungkin mereka akan mengalami kesulitan membedakan kondisi ini dengan kejang saat tidur.

Pada mioklonus, kejang dapat tampak pada satu atau kedua sisi tubuh. Gerakan yang menyerupai kejang akibat mioklonus umumnya lebih jelas terlihat pada lengan dibandingkan kedua kaki.

Selain itu, pada mioklonus yang terjadi saat tidur, kejang sangat jarang melibatkan otot pada wajah.

Contoh lain dari gerak mioklonus adalah cegukan dan kedutan saat tidur. Umumnya hal ini bukan merupakan hal yang berbahaya.

Pada mioklonus, bayi tidak menunjukkan perubahan aktivitas otak dalam pemeriksaan elektroensefalografi (EEG).

2. Kejang demam

no caption
Bayi kejang saat tidur bisa disebabkan demam tinggi

Bayi yang sedang mengalami demam rentan terhadap kejang, termasuk kejang saat tidur.

Kejang dan demam pada bayi merupakan bagian dari kondisi kejang demam, yaitu kejang yang dirangsang oleh kondisi suhu tubuh yang tinggi, umumnya di atas 38o Celcius.

Kejang demam umumnya dialami pada bayi berusia 6 bulan hingga di bawah 5 tahun. Namun, kasus kejang demam paling banyak terjadi pada usia 12-18 bulan.

Adanya riwayat keluarga dengan kondisi ini akan meningkatkan risiko hal yang sama terjadi pada bayi atau anak.

Selain itu, riwayat kejang demam sebelumnya akan meningkatkan risiko kondisi ini berulang.

Baca Juga

  • Saat Anak Panas 39 Derajat Celcius, Lakukan Ini
  • Tak Perlu Masukkan Objek ke Mulut, Ini 13 Cara Mengatasi Kejang yang Tepat
  • Antikonvulsan, Obat Antikejang untuk Atasi Epilepsi, Nyeri Neuropati, hingga Penyakit Kejiwaan

Keadaan kejang pada bayi saat tidur akibat kondisi ini umumnya hanya berlangsung beberapa menit dan menghilang dengan sendirinya. Selama masih terjadi demam, bayi berisiko untuk kembali mengalami kejang.

Kondisi kejang demam berbeda dengan kejang akibat epilepsi. Akan tetapi, bayi yang pernah mengalami kejang demam akan memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kejang epilepsi di kemudian hari.

Hal yang harus dilakukan ketika bayi kejang saat tidur

no caption
CT Scan di otak berguna untuk mengetahui penyebab bayi kejang saat tidur

Ketika bayi kejang, lakukan langkah-langkah perlindungan pada bayi. Jauhkan benda-benda tajam atau barang yang berpotensi membahayakan bayi.

Selain itu, pastikan adanya pagar pelindung pada tempat tidur bayi agar mereka tidak terjatuh.

Apabila Anda mencurigai bayi kejang saat tidur, konsultasikanlah dengan dokter agar mendapat pemeriksaan untuk memastikan kejang yang terjadi dan menentukan penyebabnya.

Pemeriksaan yang dapat dilakukan oleh dokter adalah EEG untuk memeriksa aktivitas otak dan pemeriksaan radiologis berupa CT scan atau MRI untuk mencari kelainan struktural pada otak.

Anda dapat merekam keadaan bayi saat kejang. Rekaman tersebut dapat membantu dokter untuk mendapatkan informasi secara akurat mengenai kejang yang dialami bayi.

Hal ini berperan penting dalam menentukan tipe kejang pada bayi. Selain itu, juga dapat membantu membedakan kondisi kejang dengan kondisi lain yang menyerupai kejang.

Salah satu cara lain yang bisa Anda lakukan adalah memasang monitor pada tempat tidur bayi. Lewat monitor, Anda dapat melihat dan mendengar ketika bayi kejang saat tidur.

Perhatikan juga pertanda adanya kejang pada pagi hari, seperti air liur yang menetes, muntah, atau tempat tidur yang basah.

Catatan dari SehatQ

Bayi kejang saat tidur melibatkan aktivitas elektrik pada otak. Hal ini menimbulkan bayi memperlihatkan gerakan kecil yang terlihat seperti kaget dan kejang.

Umumnya, ada dua penyebab kejang pada bayi saat tidur, yaitu mioklonus dan kejang demam.

Saat bayi terlihat kejang, jauhkan benda-benda yang dapat melukainya.

Jika Anda melihat bayi sering kaget seperti kejang saat tidur, segera konsultasikan dengan dokter anak melalui chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ dan bawa ke fasilitas layanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat dari dokter anak.

Apabila Anda ingin melengkapi keperluan bayi dan perawatan ibu menyusui, kunjungi Toko SehatQ untuk mendapatkan penawaran menarik.

Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.

Advertisement

kejangkejang demammasalah tidur anakgangguan tidur anak

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved