2023-03-19 14:36:09
Ditinjau oleh dr. Reni Utari
Penyakit jantung dan leher kaku dapat terjadi akibat duduk terlalu lama.
Table of Content
Duduk bermalas-malasan di depan layar TV atau sambil melihat media sosial terdengar mengasyikkan. Namun, Anda perlu hati-hati karena berbagai kondisi berbahaya bisa terjadi akibat duduk terlalu lama. Jika kebiasaan ini tidak segera dikurangi, kesehatan Anda bisa terancam.
Advertisement
Duduk terlalu lama dinilai memiliki efek jangka pendek dan panjang terhadap kesehatan tubuh kita. Meskipun terlihat tidak berbahaya, kebiasaan ini bahkan bisa mengarahkan Anda kepada berbagai kondisi berbahaya. Berikut adalah sejumlah kondisi medis yang bisa terjadi akibat duduk terlalu lama ini.
Sejumlah ahli menemukan fakta menarik di balik kebiasaan duduk terlalu lama. Mereka percaya kalau penyakit jantung menjadi salah satu konsekuensi akibat kebiasaan buruk ini.
Hal ini terbukti saat peneliti melihat kebiasaan dua grup yang berbeda. Grup pertama diisi oleh para pengemudi yang menghabiskan waktunya duduk seharian, sedangkan grup kedua diisi oleh konduktor dan penjaga di dalam bus.
Meski gaya hidup kedua grup ini sama, mereka yang duduk terlalu lama berisiko dua kali lipat mengalami penyakit jantung, dibandingkan mereka yang jarang duduk.
Dilansir dari Web MD, duduk terlalu lama dapat memperpendek usia. Bahkan, mereka yang berolahraga setiap hari tapi masih sering duduk terlalu lama pun tetap berisiko mengalaminya. Inilah alasan mengapa Anda disarankan untuk tidak duduk terlalu lama dan menjalani pola hidup sehat.
Kaki melemah dapat terjadi akibat duduk terlalu lama atau seharian penuh. Sebab, tubuh akan ‘melupakan’ otot bagian bawah yang biasanya digunakan untuk menopang tubuh Anda.
Kondisi ini dapat menyebabkan atrofi otot atau melemahnya otot. Tanpa kaki dan otot yang kuat, tubuh lebih berisiko mengalami cedera.
Menggerakkan tubuh akan merangsang otot melepas molekul lipoprotein lipase, yang dapat membantu tubuh memproses lemak dan gula yang Anda konsumsi.
Namun, jika Anda duduk terlalu lama, pelepasan molekul tersebut akan terganggu sehingga berat badan berisiko meningkat.
Sebuah studi mengungkapkan, pria yang lebih banyak duduk akan mengalami peningkatan berat badan di bagian tengah tubuhnya, yang merupakan tempat paling berbahaya untuk menyimpan lemak.
Tidak hanya kesehatan fisik yang terancam akibat duduk terlalu lama, tapi juga kesehatan mental. Belum banyak yang tahu kalau risiko depresi dan gangguan cemas akan lebih dirasakan oleh mereka yang sering menghabiskan waktunya dengan duduk saja.
Namun tenang, untuk mencegah gangguan cemas dan depresi akibat duduk terlalu lama, cobalah untuk lebih banyak bergerak dan berolahraga.
Sejumlah ahli percaya bahwa risiko beberapa jenis kanker dapat meningkat akibat duduk terlalu lama, seperti kanker paru-paru, kanker usus besar, hingga kanker rahim. Meski demikian, belum diketahui secara pasti mengenai alasan peningkatan risiko ini.
Selain kanker dan penyakit jantung, orang-orang yang terlalu sering duduk dapat mengalami peningkatkan risiko diabetes sebanyak 112 persen. Di dalam sebuah studi, partisipan yang sedang menjalani bed rest selama 5 hari mengalami peningkatan resistensi insulin.
Duduk terlalu lama dapat membuat darah menumpuk di bagian kaki. Kondisi ini dapat meningkatan risiko varises.
Meskipun dianggap tak berbahaya, pembengkakan pembuluh darah vena yang dapat terlihat dengan kasat mata ini dianggap dapat mengganggu penampilan. Dalam beberapa kasus yang langka, varises juga bisa menyebabkan penggumpalan darah.
Trombosis vena dalam atau deep vein thrombosis (DVT) adalah jenis penggumpalan darah yang sering terjadi di bagian kaki. Saat penggumpalan darah ini pecah, maka dapat menyumbat ke bagian tubuh lainnya.
Kondisi medis tersebut merupakan kegawatdaruratan medis yang dapat menyebabkan kematian. Salah satu penyebab masalah ini adalah kebiasaan duduk terlalu lama.
Tidak hanya kaki, bokong, dan punggung bawah saja yang akan terancam saat duduk terlalu lama, bahu dan leher pun juga bisa mengalami kaku akibat duduk terlalu lama. Kondisi ini biasanya terjadi jika Anda duduk sambil membungkuk ke arah layar komputer atau laptop.
Baca Juga
Itulah tadi berbagai kondisi medis yang bisa terjadi akibat duduk terlalu lama. Maka dari itu, cobalah untuk sesekali menggerakkan tubuh di sela-sela pekerjaan yang menumpuk sehingga kebiasaan duduk terlalu lama perlahan-lahan bisa dikurangi.
Jika Anda khawatir dengan masalah kesehatan, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga!
Advertisement
Referensi
Artikel Terkait
Terdapat beberapa makanan yang tidak boleh dimakan bersamaan karena bisa menimbulkan berbagai efek samping merugikan untuk kesehatan Anda, sebut saja kentang goreng dan burger atau kacang dan minyak zaitun.
Gastroenteritis akut adalah flu perut dengan gejala mengalami diare dan muntah. Penderita gastroenteritis mengalami iritasi dan peradangan tak hanya di perut namun juga di ususnya. Penyebabnya bisa karena bakteri atau virus.
Penyakit jantung dan kesehatan mental ternyata saling memengaruhi satu sama lain. Orang yang mengalami gangguan kesehatan mental berisiko terkena penyakit jantung, begitu juga sebaliknya.
Diskusi Terkait di Forum
Dijawab oleh dr. R. H. Rafsanjani
Dijawab oleh dr. Dwiana Ardianti
Dijawab oleh dr. Stasya Zephora
Advertisement
Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.
© SehatQ, 2023. All Rights Reserved